Candu Cerita Sex Pikiran Ngeres | Candu Sex
VIMAX
Agen Capsa
Bandar Q agen bandarq online bandar sakong bandar sakong bandarq online
Home » Cerita Sex Selingkuh » Candu Cerita Sex Pikiran Ngeres

Candu Cerita Sex Pikiran Ngeres

Bandar Sakong

Cerita Sex Pikiran Ngeres. Kisahku ini terjadi kurang lebih satu tahun yang lalu, diman usiaku saat itu 30 tahun, aku sudah berkeluarga dan memliki istri yang cantik dengan anak 2 yang umurnya masih kecil, terkhir istriku melahirkan satu bulan yang lalu, dimana saat itu istriku dirumah orang tuanya yang ada di malang dan saat ini belum bisa pulang ke Surabaya. kiriman cerita sex terbaru : www.tempatceritasex.com

Cerita Sex Pikiran Ngeres

 cerita sex perselingkuhan, cerita perselingkuhan terbaru, cerita perselingkuhan ibu rumah tangga, cerita cerita perselingkuhan, cerita perselingkuhan ibu, cerita perselingkuhan di kantor, cerita ngesek perselingkuhan, cerita perselingkuhan wanita, cerita perselingkuhan istriku, cerita perselingkuhan bergambar, cerita mesum perselingkuhan, cerita perselingkuhan dengan tetangga, perselingkuhan cerita, cerita perselingkuhan sampai hamil, cerita perselingkuhan tetangga, cerita hubungan perselingkuhan, cerita perselingkuhan terpanas, cerita birahi perselingkuhan, cerita bokep perselingkuhan

Waktu aku lembur kantor sampai pukul 11 malam, hujan yang menyertai jalanku memakai mobil, ditengah jalan ada wanita yang berdiri di bawah pohon jalan raya, Aku merasakan kasihan lalu aku menyarak mobil dan menghampirinya. Saya bertanya, “Ibu sedang menyukai apa? ”Dia memandangku taksiran curiga tapi kemudian tersenyum.

Dalam hati aku meninggikan, Manis juga ibu tersebut walaupun umurnya kelihatannya pada atasku sekitar 34 -36 tahun kalau digambarkan diantaranya artis Misye Arsita serta saat itu perutnya taksiran membuncit kecil kelihatan padahal hamil muda.

“Kalau di manukan naik angkot apa-apa ya Dik? ”

“Wah weker segini sudah habis Mama angkotnya, Gimana kalo aku antar?

”Dia kelihatan semarak.

“Apa tidak merepotkan? ”

“Kebetulan rumah saya juga wahid arah dari sini, yuk naik! ”

Setelah dia ikut mobilku, Ibu tersebut bercerita bahwa dia berawal dari Jawa Tengah, dia sedang mencari suaminya yang kebetulan baru 2 minggu kerja sebagai sopir bis jurusan Semarang-Surabaya, keperluannya di sini hendak mengabarkan jika anaknya yang pertama yang berumur 15 tahun tumbukan dan dirawat di graha sakit sehingga butuh duit untuk perawatan anaknya. Permisi alamat yang di tulis oleh suaminya tidak terdapat nomer teleponnya.

Sesampainya pada alamat yang dituju abdi berhenti. Setelah lepas graha ketika akan mengetuk gapura ternyata pintunya masih digembok, lalu kami bertanya di dalam tetangga sebelah yang permisi satu profesi.

“Suami Permulaan paling cepat 2 perian lagi pulangnya. Setelah magrib tadi bisnya berangkat di Semarang. Kebetulan kami wahid PO.

”Kemudian kami izin pergi. Kelihatan dalam mobil dia sedih sekali.

“Terus sekarang Ibu mau di mana? ” tanyaku.

“Sebenarnya saya pengin pulang tetapi.. pasti saya nanti pada marahi mertua saya jika pulang dengan tangan tohor, lagian uang saya pula sudah nggak cukup menurut pulang. ”

“Begini saja, Permulaan kan rumahnya jauh, lejar kan baru nyampek trus pulang lagi.. apalagi kelihatanya ibu sedang hamil, meski bulan? ”

“Empat bulan tersebut Dik, trus saya mesti gimana? ”

“Dalam dua perian ini Ibu tinggal sekadar di rumah saya, kendi nggak jauh dari manukan nanti setelah dua perian ibu saya antar di sini lagi, gimana? ”

“Yah terserah adik saja yang penting saya bisa sela malam ini. ”

“Oh akur, boleh kenalan.. nama Permulaan siapa dan usianya waktu ini berapa? ”

“Panggil saja saya Mbak Waty, dan waktu ini aku 35 tahun. ”

Malam itu, dia kusuruh tidur di kamar sanding yang biasanya dipakai menurut kamar tamu yang rencana menginap.

Rumahku terdiri daripada 3 kamar, kamar menempel kupakai sendiri dan isteriku, sedang yang belakang menurut anakku yang pertama. Silam itu aku tidur enak sekali, kebetulan malam sabtu dan di kantorku seharga berlaku 5 hari kerja jadi sabtu dan minggu aku libur.

Sebenarnya aku ingin pergi ke Malang tapi karena ada tamu, kutangguhkan kepergianku minggu depan.

Sekitar jam 8 pagi aku bangun, kulihat sudah ada kopi yang sudah agak dingin di meja makan serta beberapa kue di piring. Mungkinkah embuk hal itu yang menyajikan seluruh berikut. Lalu setelah kuteguk tembusan itu aku segera ke kamar mandi untuk cuci muka dan kencing.

Sebab agak ngantuk aku sedikit mengawasi apa yang terjadi, saat aku jadi menguyuh aku tidak merasa pada waktu di bathup Uni Waty sedang telanjang serta berendam di dalamnya.

Matanya membeliak melihat kemaluanku yang menyembul bebas, ketika saya menunggingkan ke samping saya terperengah dan sempat tertegun memandang tubuh telanjang Uni Waty, tubuh yang putih kuning serta mulus itu tampil mengkilat karena basah oleh larutan dan buah dadanya.. wow besar juga ternyata, 36B.

Pasti empunya gila kelamin. Lalu mataku berpindah ke sekitar pusarnya, di kepada liang senggamanya tumbuh rabuk kemaluannya yang meruah. Tidak sadar kemaluanku tetap tampil dan aku meleng pada waktu belum mengancingkan serawal,

Hewan Mbak Waty pernah tertegun melihat kejantananku yang sepadan besar, panjangnya 17 centimeter tapi kemudian.. “Aouuww, Dik itunyaa! ” perintah Uni Waty sambil menyengkilit ekses dadanya dengan tangan dan mengapitkan kakinya. Aku segar sadar lalu buru-buru tampak.

Di kamar aku sedang membayangkan keindahan tubuh Mbak Waty. Andai saja saya bisa menikmati tubuh itu… aku malah berpikiran ngeres karena memang sudah lambat aku tidak mendapat potong dari isteriku, ditambah sedang situasi di rumah tersebut hanya kami berdua.

Kemudian timbul niat isengku dalam mengintip lagi ke lubang mandi, ternyata dia telah keluar lalu kucari di kamarnya. Saat di depan gerbang samar-samar aku menurut tersedia suara rintihan dari pada kamar samping, bertepatan nako jendela kamar itu terkuak lalu kusibakkan tirainya lembut. Sungguh pemandangan yang sungguh syur.

Kulihat Mbak Waty sedang masturbasi, tersua lalu berbaring di ranjang dia masih telanjang pusang, kakinya dikangkangkan lebar, tangan kirinya meremas liang kewanitaannya lalu jarinya dimasukkan ke pada lubang senggamanya, lumayan tangan kanannya meremas ekses dadanya bergantian.

Sesekali pantatnya diangkat tinggi sambil mulutnya mendesis seperti orang kepedasan, wajahnya kelihatan memerah secara emas tempawan terpejam.

“Ouuuhh… Hhhmm… Ssstt…” Aku semakin rongseng ingin melihat dari menempel, kemudian kubuka pintu kamarnya pelan- pelan tanpa tanggapan saya berjingkat masuk. Aku bertambah tertegun melihat uraian yang merangsang birahi itu. Saru kudengar dia menamai namaku, “Ouhhh Aldiii.. Sss Ahhh.. ”

Ternyata dia lumayan membayangkan bersetubuh denganku, bertepatan sekali rasanya aku telah tidak tahan lagi ingin segera menikmati tubuhnya yang mulus walau perutnya terkaan membuncit, justru mengeraskan nafsuku.

Lalu pelan-pelan kulepaskan pakaianku satu-persatu hingga aku terbuka bulat. Batang kemaluanku telah sangat tegang, lalu tanpa suara aku menghampiri Uni Waty, kuikuti sepak terjang tangannya meremasi buah dadanya. Dia tersentak kaget kemudian memikat selimut dan menyelaputi tubuhnya.

“Sedang apa Kamu pada sini!, tolong tampak! ” katanya agak tertumbuk akal. “Mbak nggak usah kalang kabut.. member sama-sama butuh.. sama-sama kesenyapan, kenapa tidak kalian salurkan bersama, ” kataku marah sambil terus mencoba mendekatinya tapi dia terus mengili. “Ingat Dik, hamba tutup bersuami dan menjebrolkan 3,

” Dia langsung menghiba. “Mbak, saya pula tutup beristri dan memiliki budak, tapi kalau waktu ini terbuka saya sangat tercantol sebab Mbak.. Nggak tersedia orang-orang lain di sini.. terus-menerus kita berdua.. jelas nggak ada yang tau..

Ayolah saya akan menuntungkan Uni, saya janji nggak bakal menyakiti Mbak, kalian lakukan atas dasar senang kolektif suka dan sama-sama zakar, mari Mbak! ”“Tapi aku sekarang sedang berbadan dua, Dik.. kumohon jangan, ” pintanya terus.

Aku cuma tersenyum, “Saya dengar tadinya sebam Mbak menyebut namaku, berguna Mbak juga inginkan awak.. jujur saja. ”

Serta aku berhasil meragut selimutnya, lalu dengan lekas kutarik dia dan kujatuhkan pada atas ranjang & secepat kilat kutubruk tubuhnya, serta wajahnya kuhujani ciuman tetapi dia terus minggat serta berusaha mengelak daripada ciumanku.

Segera tanganku beraksi pada dadanya. Buah dadanya yang lumayan besar tersebut oleh karena itu garapan tanganku yang start nakal.

“Ouughh jangaan Diik.. Kumohon lepaskaan.. ” rintihnya. Tanganku yang unik merambati daerah kewanitaannya, sondok lebatnya telah kulewati & tanganku akhirnya sampai dalam terowongan senggamanya, terasa telah becek. Lalu kugesek-gesek klirotisnya serta kurojok-rojok dinding kemaluannya, berasa hangat dan mati padat dengan cairan mani.

“Uhhh… ssss.. ” Walhasil dia mulai pasrah tanpa perjuangan. Nafasnya mulai tinggal nadi.

“Yaahhh… Ohhh… Jangaaann Diik, Tanpa lepaskan, terusss…” Trik Uni Waty semakin hidup tanpa aturan, dia mulai membalas ciumanku bibirku dan bibirnya baku berangkulan. Aku senang, waktu ini dia mulai menikmati sajian berikut.

Tangannya meluncur di kolong dan berusaha menunggangi sekar panjangku, kubiarkan tangannya menggenggamnya dan mengocoknya. Saya tambah beringas lalu kusedot klitoris susunya dan sewaktu-waktu menjilati buah dadanya yang tetap kencang walaupun telah meneteki tiga anaknya.

“Yahh… teruuuss, enaakkk…” katanya lalu menggelinjang.

Kemudian aku pola, kulebarkan kakinya dan kutekuk terangkat. Aku bertambah bernafsu memandang liang kewanitaannya yang ahmar mengkilat. Secara rakus kujilati bibir keperempuanan Mbak Waty.

“Aaahh.. Ohhh.. enaakkk Diik.. Yaakh.. teruusss.. ” Dan kemudian lidahku kujulurkan ke di dalam dan kutelan habis tirta maninya. Sekitar bulu kemaluannya juga tidak luput mulai daerah senggolan lidahku jadi kini tersua rapi menyerupai habis disisir. Klirotisnya hadir merah rengkah, menambah gairahku untuk menggagahinya.

“Sudaahhh Dikk.. sekarang.. ayolah sekarang.. masukkan.. aku telah nggak kepala dingin.. ” tempahan Mbak Waty. Tanpa gagal lagi kukangkangkan kedua kakinya sehingga tempat kewanitaannya tersua terbuka.

Dan kemudian kuarahkan baur kejantananku di lubang senggamanya dan persangkaan sempit sangkasangka atau sepertinya karena diameter kemaluanku yang terlalu lebar

“Pelan-pelan Dik, punya kamu besar sekali.. ahhh…” Dia menjerit saat kumasukkan seluruh batang kemaluanku hingga aku merasakan mentok sampai dasar rahimnya. Lalu kutarik dan kumasukkan lagi, lama-lama kupompa semakin cepat.

“Oughhh.. Ahhh.. Ahhh.. Ahhh.. ” Mbak Waty mengerang tak beraturan, tangannya menarik kain sprei, tampaknya dia menikmati betul permainanku. Bibirnya tampak meracau dan mengerang, aku semakin bernafsu, dimataku dia saat itu ialah wanita yang haus dan minta dipuaskan, tanpa mencurigai aku sedang meniduri perempuan orang apalagi dia lumayan hamil.

“Ouuhh Diik.. Mbak mau kelu.. aaahhh…” Dia menjerit sambil tangannya merangkul erat punggungku. Kurasakan,

“Seerrr… serrr.. ” ada enceran hangat yang membasahi kejantananku yang sedang tertanam di dalam kemaluannya. Dia mengalami orgasme yang pertama. Aku lalu menarik lepas batang kejantananku dari kemaluannya.

Aku belum mendapat orgasme. Kemudian saya memintanya untuk doggy style. Dia kemudian menungging, kakinya dilebarkan. Perlahan-lahan kumasukkan sedang batang kebanggaanku dan,

“Sleeep.. ” batang itu mulai dari masuk hingga seluruhnya gaib lalu kugenjot maju hengkang. Mbak Waty menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan batang kejantananku. “Gimaa.. Mbaak, enak kan? ” kataku sambil menggiat gerakanku.

“Yahhh.. ennakk.. Dik punyaa kamu enak luar biasa.. Aahhh.. Aaah.. Uuuhh.. Aaahh.. ehhh.. ” Dia bertambah bergoyang liar seperti orang2 kesurupan.

Tanganku menggapai ekses dadanya yang menggantung menawan dan bergoyang bersamaan secara perutnya yang membuncit. Ekses dada itu kuremas-remas dan kupilin putingnya.

Akhirnya Saya merasa sampai ke pucuk, dan ternyata dia pula mendapatkan orgasme lagi. “Creeett.. croottt.. serrr.. ” spermaku menyemprot di dalam rahimnya bersamaan dengan maninya yang keluar lagi.

Kemudian kita buyar bersamaan di tempat tidur. Saya berbaring, di bingkai kulihat Mbak Waty pada suak penuh keringat tersenyum plong kepadaku.

“Terima kekaguman Dik, saya sangat kenyang beserta permainanmu, ” katanya.

“Mbak, setelah istirahat bolehkah saya minta lagi? ” tanyaku. “Sebenarnya saya pula masih pengin, tapi kalian sarapan dulu kemudian kalian lanjutkan lagi. ”

Hasilnya sepanjang 2 hari sabtu serta minggu aku enggak menongol rumah, menikmati raga sintal Mbak Waty yang padahal hamil 4 tarikh. Bermacam-macam gaya kupraktekkan dengannya serta kulakukan di lajur sehat, di dapur hewan pada meja makan terlebih pernah di halaman pungkur olehkarena itu rumahku dikelilingi tepas.

Pada tanah kubentangkan tumpuan serta kugumuli dia sepuasnya. Di dalam istriku kutelepon lamun saya ada tugas perantau metropolitan selama 2 kalendar, pulangnya hari Senin. Uni Waty bilang selama dua perian itu dia terlampau mereguk seks yang seharusnya bukan seperti saat dia bersetubuh dengan suaminya yang pokok tubruk lalu KO. Serta Dia berjanji lamun padahal mengunjungi suaminya, dia bakal menyempatkan meneleponku menurut mengambil jatah dariku.

Minggu malam kuantarkan dia di kost suaminya tapi seharga datang ujung gang & tidak lupa kuberi dia uang sebesar Rp 500. 000, – sebagai bantuanku di anaknya yang padahal dalam rumah sakit. Sesudah istriku balik ke graha, dia menghubungiku lewat telepon dalam kantor dan ketemu dalam terminal.

Kami berbuat persetubuhan disalah satu pesanggrahan permulaan di Surabaya / kadang kala di Pantai Kenjeran bahwa malam hari. Terlintas kehamilannya menginjak usia 7 hari kami berhenti, terlintas saat ini dia belum menyampaikan pemberitaan, kalau dihitung anaknya telah lahir dan berusia 6 bulan.
Ada juga kisah yang menegangkan tak kalah dengan sebelumnya Cerita Sex Desakan Gairah

One comment

  1. buat tante/cewek chat sex yuk
    innvite my pin 5FF0CAA3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*