Cerita Sex disuruh Melampiaskan Birahi | Candu Sex
VIMAX
Agen Capsa
Bandar Q agen bandarq online bandar sakong bandar sakong bandarq online
Home » Cerita Sex Pembantu » Cerita Sex disuruh Melampiaskan Birahi

Cerita Sex disuruh Melampiaskan Birahi

Bandar Sakong

Cerita Sex disuruh Melampiaskan Birahi – Disini aq akan berbagai cerita yang mana ada wanita kampung namanya Sandra kasihan melihat dia krna habis ditinggal suaminya yang meninggal dan dia memiliki momongan yang sekarang di titipkan ke ibunya di desa, disini dia dipekrjakan sebagai baby sister untuk anaknya adikku, kulihat tbuh sandarac yang masih oke wajahnya juga manis, sering sekali aq main kerumah adikku yang biasanya aq suruh untuk menjaga rumahnya jika dia berpergian bersama suaminya, tak pula aq juga sering ngobrol dengan Sandra,

Sandra kalau dirumah seringnya memakai daster dan kadang sering aq melihat dia sewaktu ngepel terlihat gundukan toketnya belahan dari toket itu juga membuat aq kagum, suatu hari aq disuruh adikku untuk menemani Sandra katanya dia sedang sakit perut , krna adikku ada urusan luar koa aq menjaga dia di rumah,

Tbuh Sandra sedang gak enak mas, aq minta tolong mas untuk di rumahku dulu ya?? Kata adiikku
Oke tak masalah dik, hari ini aq juga tidak ada kerjaan juga.
Saat itu juga aq langsung menuju ke rumahnya dan aq masuk ke rumah adikku , dan kulihat Sandra wajahnya agak sedikit lesu,” mas ini minumannya”
“ya maskih ndra” sperti biasa aq menyalakan leptop sambil mencari berita info info kalau ada pekerjaan baru buat aq, krna memang di rumah adikku terpasang jaringan wifi, dan kalau aq suntuk juga membuka situs situs begituan situs bokep.

 cerita sex pembantu nakal, cerita ml pembantu, cerita ngentot pembantu, cerita nakal pembantu, cerita pembantu muda, cerita pembantu rumah tangga, cerita pembantu dientot, cerita pembantu ganjen, cerita pembantu sange, cerita sex ngentot 2017, cerita ngentot terbaru 2017, cerita orang ngentot 2017, kumpulan cerita ngentot 2017, ngentot cerita 2017, cerita hot ngentot 2017, cerita nyata ngentot 2017, koleksi cerita ngentot 2017, cerita ngentot baru 2017, kumpulan cerita ngentot terbaru 2017

Cerita Sex disuruh Melampiaskan Birahi

,“Hah..segernya“, cuaca sedikit panas walau agak mendung.Sandra kembali memasuki ruang keluarga, merapikan mainan – mainan anak adikku. Posisi meja komputer dan mainan yang bertebaran di lantai selisih dua kotak. Semula aq belum ngeh akan hal itu. Semula mataq menatap layar komputer di situs DS.

Saat Sandra mulai memasukkan kembali mainan – mainan ke keranjang, baru aq menyadarinya. Sesekali aq meliriknya.“Sedikit putih ternyata anak ini. Bodynya biasa aja sih, langsing dan kayaknya masih padat.

Wah..ini gara – gara masuk situs DS jadi mikir macem – macem..hi3x“, pikiranku berkata – kata. Krna jarak kami yang lumayan dekat, maka ketika Sandra bersimpuh di lantai merapikan mainan di keranjang, otomatis kaosnya yang sedikit longgar memperlihatkan sebentuk keindahan yang terbungkus penutup warna biru. Sandra jelas tidak tahu kenakalan mataq yang sedang menatap sebagian keindahan tbuhnya.

“Andaikan aq…uhh..ngayal nih“. Tak terasa kont*lku mulai membesar,“Ke kamar mandi mbetulin posisi kont*l nih..sambil kencing“. Komputer kutinggal dengan layar bergambar Maria Ozawa sedang disetbuhi di kamar mandi.

Aq lalu masuk kamar mandi, membuka jins dan cd lalu mengeluarkan kont*l. Agak susah juga kencing dengan kont*l yang sedikit tegang.“Lah..pintu lupa tak tutup“, aq terkejut.“Terlanjur..gak ada orang lain kok“, aq mendinginkan diri.Aq keluar dari kamar mandi dan kembali duduk di depan komputer, melanjutkan ngubek – ubek DS.

“Cari camilan di meja makan ah..jadi lapar“. Aq mencari apa yang bisa dimakan untuk menemani kesibukan nge – net. ceritasexterbaru.net “Ada roti sama biskuit nih..asyik“. Roti kusemir mentega dan selai kacang dan diatasnya kulapis dengan selai blueberry,“Hmm..enaknya. Nanti bikin lagi ah..masih banyak rotinya“.

Rumah adikku tipe agak kecil, jadi jarak antar ruangan agak dekat.Letak meja makan dengan kamar pembantu hanya 3meter – an. Kulihat dengan ujung mata, Sandra sedang di kamarnya entah beraktifitas apa. Selesai menyelesaikan semiran roti, aq kembali ke ruang keluarga yang melewati kamar pembantu dan kamar mandi mereka.

2detik aq dan Sandra bertatapan mata, tidak ada sesuatu, biasa saja. Kumakan roti sambil n – DS lagi.Terdengar gemercik air di belakang. Mungkin Sandra sedang mencuci perabotan dapur atau sedang mandi.“Belum ambil air putih nih..“, tak ada maksud apa – apa dengan suara air tersebut. Hanya kebetulan aq belum minum air putih, walau telah ada es teh.

Aq ke ruang makan lagi dan mengambil gelas lalu menuju dispenser. Mata dan pikiran hanya tertuju pada air yang mengucur dari dispenser. Baru setelah melewati kamar mandi pembantu ada yang special di sana.”Lah..pintunya kok sedikit mbuka.

Ndra lupa dan sedang apa di dalam..moga gak mandi. Bisa dilaporin ngintip aq”. Masih tak terlihat kegiatannya, setelah tangan yang sedang menggapai gayung dan kaki yang diguyurnya baru aq ngeh..Sandra sedang mandi.

”Duhh..kesempatan sangat – sangat langka ini..tapi..kalo dia teriak dan nanti lapor adikku..bisa gawat bin masalah. Berlagak gak liat aja ahh”. Aq menutup pintu kaca ruang makan dan melewati kamar mandi Sandra.Tiba – tiba”Ahh..ada kecoak..Hush..hush..Aduhh..gimana nih”, terdengar keributan di sana.”He he he..ternyata dia takut kecoak toh”, aq tersenyum sambil pegang gelas saat melewati kamar mandi.

”Pak..Pak”, Sandra memanggilku.”Walah..malah panggil aq. Gimana nih”.”Tolong ambilkan semprotan serangga di gudang ya Pak..cepet ya Pak..atau..”, tidak terdengar lanjutan kalimatnya.Sejak Sandra bersuara, aq sudah berhenti dan diam di dekat pintu kamar mandi.

”Atau..Bapak yang masuk pukul kecoaknya..mumpung masih ada”, lanjutnya.Deg..”Ini..antara khayalan yang jadi nyata dan ketakutan kalo dilaporkan”, aq berpikir.”Cepet Pak..kecoaknya di dekat kloset.

Bapak masuk aja..nggak pa – pa. Nggak saya laporin ke Bapak sama Ibu”, Sandra tahu keraguanku.”Jangan ah..nanti kalo ada yang tau atau kamu laporin bisa rame”, jawabku.”Nggak Pak..bener. Aduh..cepet Pak..dia mau pindah lagi”, Sandra kembali meyakinkanku dan meminta aq cepat masuk krna kelihatannya si kecoak mau lari lagi.

Ya udah kalo gitu. Bentar..ambil sandal dulu”. Sambil tetap menimbang, take it or leave it.Aq menaruh gelas di meja makan lalu mengambil sandal untuk membunuh kecoak nakal itu. Entah rejeki atau kesialan bagiku tentang kemunculannya.

”Aq masuk ya Ndra”, masih ragu diriku.”Masuk aja Pak”, Sandra tetap membujukku. Kubuka pintu kamar mandi sedikit, lalu kuintip letak kecoaknya, belum terlihat. Pintu dibuka lebih lagi oleh Sandra.Kepalanya sedikit terlihat dari balik pintu dan tangannya menunjuk letak kecoak,”..tuh Pak mau lari lagi”.

melihatnya dan mulai masuk.Sandra berdiri di balik pintu dengan menutupi sedikit bagian tbuhnya dengan handuk. Terlihat paha; pundak dan daging susunya. Serta rambut yang diikat di belakang kepalanya, walau hanya sedikit semua. Handuknya menutupi bagian paha ke atas, perut hingga bagian dada, warna biru, yang disangga tangan kirinya.

cerita sex ngentot 2017, cerita ngentot terbaru 2017, cerita orang ngentot 2017, kumpulan cerita ngentot 2017, ngentot cerita 2017, cerita hot ngentot 2017, cerita nyata ngentot 2017, koleksi cerita ngentot 2017, cerita ngentot baru 2017, kumpulan cerita ngentot terbaru 2017

Cerita Dewasa disuruh Melampiaskan Birahi

Semua hal itu dari ekor mataq, krna fokusku pada sang kecoak.”Memang mulus dan cukup putih”, masih sempat aq memikirkannya. Bagaimana tidak, jarak kami hanya 2 – 3 langkah, tidak ada orang lain lagi di rumah.”Plak..plak”, kecoak pun mati dengan sukses.Aq guyur dengan air agar masuk ke lubang pembuangan. Cerita Sex Dewasa

memikirkan lebih lanjut, aq lalu melangkah ke luar kamar mandi.”Terima kasih ya Pak..sudah nolongin”.”Oh..iya..”, sambil kutatap dia dan Sandra tersenyum.”Bapak nggak cuci tangan sekalian..di sini saja”, tawar Sandra.

”Wah..ini. Makin bikin dag dig dug”.”Emm..iya deh”. Aq akan mencuci tangan dengan sabun, yang ternyata posisi tempat sabun ada di belakang tbuh Sandra.Aq menengok ke belakang tbuhnya. Rupanya dia baru sadar, lalu mengambilkan sabun, ”Maaf Pak..ini sabunnya”. Sandra mengulurkan sabun dengan tersenyum.

Sabun yang sedikit basah berpindah dan tangan kami mau tidak mau bersentuhan.

”Makasih ya”, ujarku.Aq mencuci tangan dan mengembalikan sabun padanya.”Bapak nggak..sekalian mandi”, tanya Sandra.

”Waduh..tawaran apa lagi ini. Tambah gawat”.”Iya..nanti di rumah”.

”Nggak di sini saja Pak?”.”Kalo di sini yaa di kamar mandi depan”.

”Di kamar mandi ini saja Pak..”.”Nggaklah..jangan. Di depan aja. Kalo di sini ya habis kamu mandi”.”Maksud saya..sekalian sekarang sama saya. Hitung – hitung Bapak sudah nolongin saya”. Matanya memohon.Deenngg, sebuah lonceng menggema di kepala.”Ini ajakan yang membahayakan, juga menyenangkan”, pikirku.

”Bapak nggak usah mikir. Saya nggak akan bilang siapa – siapa. Ya Pak..di sini saja”, dia memahami kekhawatiranku. ”Emm..ya udah kalo kamu yang minta gitu”, jawabku.Entah mengapa aq merasa canggung saat akan membuka kaosku.

Padahal tidak ada orang lain dan juga sesekali ke pijat plus. Aq buka jam tanganku dulu, lalu aq keluar dari kamar mandi dan kuletakkan di meja makan. Posisi Sandra masih tetap di belakang pintu, dengan tangan kanan menahan pintu agar tetap agak terbuka. Kembali ke kamar mandi, kubuka kaosku dan kusampirkan di cantolan yang menempel di tembok.

”Pintunya nggak ditutup aja Ndra ?”, tanyaq.Pertanyaanku sesungguhnya tidak memerlukan jawaban, hanya basa basi.

“Nggak usah Pak..kan nggak ada siapa – siapa”, jawab Sandra.Lalu kubuka jinsku, kusampirkan pula.

Sesaat aq masih ragu melepas kain terakhir penutup tbuhk, cd – ku.“Bapak nggak nglepas celana dalem ?”, tanyanya.“Heh..ya iya”, kujawab dengan nyengir. Kont*lku sebisa mungkin kutahan tidak mengembang, tapi hanya bisa kutahan mengembang ¼ – nya.

Sengaja kutatap matanya saat melepas cd – ku. Mata Sandra sedikit membesar. Kusampirkan juga cd – ku. Lalu dengan tenang Sandra menyampirkan handuk biru yang sedari tadi menutup sebagian tbuhnya.“Duh..pantatnya masih ok. Pinggangnya tidak berlemak. Sabar ya nak..kita liat situasi dulu”, kataq pada sang kont*l sambil kuelus.

lalu membalikkan badan. Cegluk, suara ludah yang kutelan.“Uhh..susu yang masih bagus juga. Pentilnya nggak terlalu besar, areolanya juga, warnanya pas..nggak item banget. Perutnya sedikit rata dan..hmm..rambut bawahnya hanya sedikit”. Mau tidak mau, kont*lku makin mengembang dan itu jelas dilihat Sandra.

Kembali sebisa mungkin kutahan perkembangannya. Sandra lalu menggosok gigi dahulu. Krna aq tidak membawa sikat gigi, hanya berkumur dengan obat kumur.“Bapak saya mandiin dulu ya”, kata Sandra.“Terserah kamu”, jawabku sambil tersenyum.Sandra lalu mengambil segayung air, diguyurkan ke badan dari leher dan pundak.

Mengambil lagi segayung, diguyurkan ke perut dan punggung ditambah senyum manisnya. Ia lalu meraih sabun, digosokkan ke leher; pundak; dada dan tangan kananku. Dibasahinya sabun dengan diguyur air lalu digosokkan ke tangan kiri; perut; kont*l; bola – bolaq.“Uhh..gimana bisa nahan kont*l nggak ngembang”.

Bagaimana tidak, saat menggosok kont*l dan bola – bolaq sengaja digosok dan di urutnya. Ditatapnya senjata kebanggaanku, lalu menatapku dan tersenyum. Aq hanya bisa membalasnya dengan senyum juga. Diambilnya lagi segayung air, sabun dibasahi dan sisanya diguyurkan ke paha dan kaki lalu digosoknya.

Sabun kemudian diletakkan di pinggir bak mandi, kemudian mengambil segayung air dan diguyurkan ke badan depanku. Ambil segayung lagi dan diguyurkan lagi, tak lupa senjataq dibersihkan dari sisa – sisa sabun. Sedikit diremas oleh Sandra. Kutahan keinginanku untuk membalas perlakuannya,“biar Sandra yang pegang kendali”.

“Balik badan Pak”, perintahnya. Air diguyurkan ke punggung dan bagian bawah badanku.Digosoknya punggung; pantat; lalu paha dan kaki sisi belakang. Bonusnya, kembali menggosok kont*l dan bola – bola ku dan meremasnya. “Duh..ni anak. Bikin senewen..sengaja membuat panas aq“.

Kembali air mengguyur tbuh belakangku, sebanyak 3x. Dibalikkan badanku lalu mengguyur senjataq, digosok – gosoknya hingga sedikit memerah. Jantungku makin berdebar.“Sudah selesai Pak“, kata Sandra.“Makasih ya Ndra“.“Emm..kamu mau tak mandiin juga ?“, kepalang basah, kutawarkan permintaan seperti dia tadi.“Nngg..nggak usah Pak..ngrepoti Bapak“.“Ya nggaklah..jadi imbang kan“.

Langsung kuambil segayung air lalu kuguyur ke tbuh depannya.Ia hanya menatapku. Kuambil lagi segayung. Lalu sabun yang tadi tergeletak di pinggir bak mandi kuambil dan aq basahi. Kugosok leher; pundak; dan kedua tangannya. Kubasahi sabun lagi dan kugosokkan ke dada; kedua susu dan pentilnya; serta perut.

Kutatap matanya saat kugosok kedua gunungnya yang kumainkan sedikit pentil – pentilnya. Sandra juga menatapku. Matanya mulai sedikit sayu. 1menit – an kumainkan pentil –pentilnya, lalu sedikit kuremas susu kirinya. Bibirnya sedikit membuat huruf o kecil dan“ohh..hhmm“. Kubasahi lagi sabun, dan kugosokkan ke pinggang; paha dan kedua kakinya.

Meki luar hanya kusentuh sedikit dengan sabun, takut perih dan iritasi nanti. Itupun sudah cukup membuat matanya makin meredup. Air segayung lalu kuguyurkan ke tbuhnya 2 – 3x. Kugosok dan kuremas sedikit keras dua gunungnya. Sedikit berguncang. Dua tangan Sandra memegang pinggir bak mandi, mulai erat.Kumainkan lagi pentil – pentilnya….,Aq merundukkan badan dan kukecup pucuk – pucuk bunganya bergantian.

Tak perlu lagi ijin darinya. Tangan kiriku mengusap – usap lembut luar mekinya.“Ouuh Paakk..“, Sandra mulai mendesah.Kukecup bibirnya lembut, “nanti dilanjut lagi“. Matanya seakan bernada protes, tapi Sandra diam saja.

Kubalikkan tbuhnya, lalu kuguyur punggungnya sekarang. Sabun kugosokkan ke punggung; pinggang; pantat. Sabun kubasahi lagi lalu kugosokkan ke paha dan kaki bagian belakang. Aq menyusuri tbuh depannya lagi dari pinggang belakangnya. Sandra sedikit menggeliat geli. Kutangkupkan dua tanganku di dua susunya.

Aq senang bermain – main di susu yang bagus atau masih ok. Seluruh belakang lehernya aq cium dan kecup, begitu juga dua kupingnya dan kubisikkan”kamu diam saja ya..cup”.”Geli Paakk..”, Sandra mendesah lagi.Dua pucuk bunganya makin mengencang dan keras. Aq menyentil – nyentil, kuputar – putar seperti mencari gelombang radio.

Dua tangan Sandra mencengkeram paha depanku.”Aahh..hmmppff”, erangnya. Tangan kananku mengambil segayung air, kuguyur ke tbuh depannya.Kali ini kuusap – usap meki luarnya dengan tangan kanan, sedang yang kiri tetap di susu kanan Sandra.Pahaq makin dicengkeramnya. Kepalanya menggeleng ke kiri dan kanan seiring kecupan dan ciumanku di belakang leher dan daun – daun telinganya.

Sesekali aq menyentuh bibir dalamnya. Terasa telah menghangat dan sedikit basah.”Ppaakkk..oohhh”. Tbuhnya mulai menggeliat – geliat.Jari tengah kanan kumasukkan sedikit dan kusentuhkan pada dinding atas mekinya, sedang jempol kananku kutekan – tekankan di lubang kencingnya.

Aauugghhh Ppaakkk..eemmmppfff”.Kuku – kuku jemari Sandra terasa menggores dua paha depanku.”Kenapa Sandra..hmm..kamu sendiri yang memulai kan”, bisikku.Tangan kiriku meraih kepalanya dan kupalingkan ke kanan, dan kutahan lalu kucium dengan nada 2 kecup 1 masukkan lidah.

Sandra terkejut, matanya sedikit membesar tapi kemudian ia menikmatinya. Ganti tangan kananku melaqkan hal yang sama. Sandra hanya bisa mengeluarkan suara yang tertahan”nngg..emmppfftt..nnngggg”, begitu berulang.Meki dalamnya makin hangat dan basah. Secara tiba – tiba kuhentikan lalu kubalikkan badannya menghadapku. Kemudian aq sandarkan tbuhnya di bak mandi.

Aq kemudian berjongkok dan mulai mengecupi mekinya.”Jjanggann Ppakk..jorok..”, dengan dua tangannya menahan laju kepalaq. Kutatap matanya dan”sssttt..”, jari telunjuk kanan kuletakkan di bibirnya.Dua tangannya kusandingkan di samping kiri dan kanan tbuhnya.Kukecup kecil, sekali dua kali. Kemudian lidahku mulai menjulur di pintu kenikmatan kami.

Mataq kuarahkan menatapnya. Sandra agak malu rupanya, tetapi ada sedikit senyum di sana. Lidahku makin intens menyerang meki luar dan dalamnya.”Ssuuddaahh Pppaakk..aaaddduuuhh..oohhhh”, disertai geliat tbuh yang makin menjadi.

Krna tak tahan dengan seranganku, dua tangannya meremas dan sedikit menarik rambut dan kepalalu. Cairan lavanya makin keluar. Dua tanganku mendekap erat buah pantatnya. Jari tengah kiriku sesekali kumasukkan ke meki dari belakang lalu kesentuhkan dan kutekan sedikit ke anusnya.

”Aammppuuunnn Pppaakkk..oouuuggghh..eeemmmpppfffs ssuudddaahhh..ooohhhh”, matanya agak membeliak ke atas dan kepala serta rambutku diremasnya kuat.Lava kepuasan dirinya mengalir deras, rasanya gurih sedikit manis. Kudekap erat Sandra dengan kepalaq di mekinya dan pantatnya kuremas – remas.

Kepalaq tetap diusap –usap oleh Sandra.Ia menarik kepalaq dan menciumnya ganas. Lambat laun Sandra dapat belajar dariku. Tangan kanannya meremas dan menarik – narik kont*lku.”Panjang ya Pak”, tanya Sandra.”Biasa kok Ndra..pingin ya..”, godaq. ”Aahh Bapak..”, jawabnya dengan memainkan bola – bolaq.

Sandra merundukkan tbuhnya lalu tangan kirinya memegang kont*l dan menciumnya. Mungkin ia belum pernah meng – oral suaminya dulu sebab kont*lku hanya dicium – cium dan diremas – remas.”Kamu mau ngemut kont*lku Ndra..kayak ngemut permen lolly ? Tapi kalo belum pernah ya nggak usah..nggak pa – pa”.

Sandra menatapku dan kubelai rambutnya.Dengan wajah ragu didekatkannya kont*lku di bibirnya. Sandra mulai membuka mulut, sedikit demi sedikit kont*lku memasuki mulutnya. Sandra menatapku lagi, meminta penjelasan langkah selanjutnya.”Sekarang..kamu maju mundurkan dengan dipegang tanganmu. Cerita Sex Dewasa

Yaa..gitu..oohh..hhmm”. Rupanya muridku cepat mengerti penjelasan gurunya.Rambut dan kepalanya kubelai dan kuremas – remas.”Lalu..lidahmu kamu puter – puter di kepala kont*l atau di lubang kencing yang bergaris panjang ituuu..yyyahhhh..sssuuudddaahh pppiiinnnttteeerrr kkkaaammuu Tttiinnnn”.Kuangkat kepalanya dari kont*lku dan kami berciuman dengan panas. Saling meremas susu; pantat dan kelamin masing – masing.

Lalu kubalikkan lagi tbuhnya menghadap bak mandi. Dua tangannya kuletakkan di pinggir bak mandi. Kembali aq bermain – main di gunung Sandra. Kont*lku yang telah panas dan mengacung sekali kudekatkan ke mekinya. Kukecup – kecup pundak dan leher belakangnya. Ikat rambutnya aq lepas sehingga dirinya terlihat makin seksi kala menggeliat – geliat dan rambutnya tergerai ke sana kemari.

Aq geser – geserkan kont*l di pintu surgawinya, sengaja aq mempermainkan rangsangan pada Sandra.”Oohh..Ppaakk..mmaassuukkkiinn..Pppaakkk”, pintanya.

”Kamu mau kont*lku kumasukkin..hmm.. ?”.

”Iyyyaa..Pppaakkk..aaayyyoo Pppaakk..”, rintihnya makin kencang. Kumasukkan kont*l pelan – pelan.

”Eemmppff..”, erangnya.Lalu kuhentakkan pelan hingga kont*lku terasa menyentuh dinding belakang.”Ooouuggghh..Pppaakkkk..mentok Pppaakk”. Aq menggerakkan tbuh pelan – pelan, kunikmati jepitan dinding – dindingnya yang masih kuat.Dua tanganku tak henti bermain di dadanya.

Kumainkan irama di mekinya dengan hitungan 1 – 2 pelan 3 kuhentakkan dalam – dalam.Lalu tangan kananku meraih kepalanya seperti tadi dan kucium panas bibirnya. Dinding meki Sandra makin hangat dan banjir sepertinya. Dua tangannya mencengkeram erat pinggir bak mandi.Sekarang tanpa hitungan, kumasuk keluarkan kont*l cepat dan kuat.

”Oohh.. oohh…hhmmppffftt..”, erang Sandra berulang.Sedang aq sedikit menggeram dan”oouugghhh..hhmmppff..mekimu enaknya Tttiinn..”.”Bbuurrruunnggg Bbbaapppakk jjjuugggaaa”. Jarak pinggangku dan pantat Sandra makin rapat.Tangan kanan kuusap – usapkan di mekinya. Dalam kamar mandi hanya ada suara tetes air satu – satu serta desah, bunyi beradunya paha dan pantat dan erangan kami.

”Pppaaakkk..sssaaayyyaa mmaaauu..ooohhh..”.”Tttuunnggguu Tttiiinnn..aaakkkuuu jjjuuggggaa..Di dalam apa di llluuaarrr”, tanyaq.”Dddaalllammm aajjjaaa Pppaakkkk..oobbaattnyaa mmassihh aaddaa..”, jawab Sandra.Mendengar itu serangan makin kufokuskan. Segala yang ada di tbuhnya aq remas.

Cerita Sex Dewasa – Dua tangan Sandra tak tahan di pinggir bak mandi dan mencengkeram paha serta pantatku. Bibirku dicarinya lalu”hhhmmmpppfffttt..”. Pantatku diremas kuat – kuat. Bibirnya dilepas dariku dan”ooouuggghhh..”, desah Sandra panjang. yang hangat terasa mengaliri kont*lku yang masih bekerja.

Kepalanya tertunduk menghadap air di bak mandi. Kudekap erat tbuh depannya. Kukecup dan kugigit leher belakangnya. Lalu tangan kiriku meraih kepalanya dan kucium dalam – dalam. Dengan satu hentakan dalam kumuntahkan magma berkali – kali.

”Ooouugghhh sandraaaa..hhhmmm..”. kepalaq tertunduk di pundaknya dengan tangan kiri di susu sedang yang kanan di mekinya.Lama kami berposisi seperti itu.

”Makasih ya Ndra..kamu baik sekali. Enak banget tbuhmu”, kataq dengan membalikkan badannya dan kucium mesra bibirnya.Kont*l kumasukkan lagi, masih ingin berlama – lama di hangatnya meki Sandra.”Saya yang terima kasih Pak. Sudah lama saya pingin tapi sama orang nggak kenal kan nggak mungkin Pak.

Kont*l Bapak pas di meki saya”, Sandra menjawab dan mencium bibirku pula.”Mekimu masih kuat nyengkeramnya..dan panas”. Kubelai – belai kepalanya,”kok bisa kamu pingin ngajak main sama aq ? Malah aq yang takut kamu laporin”. Sambil mengusap – usap punggungku, ”Tadi waktu saya bersihin mainan adik, saya liat gambar di komputer.

Terus waktu Bapak kencing tadi kan lupa nutup pintu..keliatan kont*l Bapak yang agak gede pas keluar dari celana”.”Oo gitu..nakal ya kamu.Bener kamu masih nyimpen obatnya ?”, sambil kucubit pipinya.”Masih kok Pak..sisa yang dulu”, jawab Sandra.

Makin lama terasa kont*lku yang mengecil. Kucium dalam – dalam lagi bibirnya, ”sekarang..mandi yang beneran”.”Heeh..iya Pak”, Sandra menjawab sambil tersenyum manis.Ia lalu memelukku erat. Aq membalasnya dengan memeluk erat dan mengusap – usap punggung serta kepalanya.-
Cerita Sex Dewasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*