Candu Cerita Sex Sudah Tak Tahan | Candu Sex
VIMAX
Agen Capsa
Bandar Q agen bandarq online bandar sakong bandar sakong bandarq online
Home » Cerita Sex Sedarah » Candu Cerita Sex Sudah Tak Tahan

Candu Cerita Sex Sudah Tak Tahan

Bandar Sakong

Cerita Sex Sudah Tak Tahan. Aku merasa sudah tua, dimana umurku sudah menuju ke 30 tahun, aku disuruh istriku untuk tinggal bersama ibunya di dalam rumah supaya suasana ramai tidak sepi karena memang sehabis ditinggal mati oleh suaminya rumah jadi sepi, ya udah aku nurut aja toh aku juga kasihan kepada mertuaku karena sering bengong.

Cerita Sex Sudah Tak Tahan

cerita sex sedarah 2017, cerita ml sedarah 2017, cerita ngesex sedarah 2017, sedarah cerita 2017, cerita hubungan sedarah 2017, cerita sedarah bergambar 2017, cerita ngetot sedarah 2017, cerita 18 sedarah 2017, cerita sedarah keluarga 2017, cerita sedarah panas 2017, cerita sedarah baru 2017, daftar cerita sedarah 2017, cerita seks sedarah 2017, cerita sedarah kakak 2017, cerita bokep sedarah 2017, cerita nakal sedarah 2017, cerita ngntot sedarah 2017, cerita sedarah adik 2017, cerita sedarah new 2017, cerita sedarah terkini 2017, cerita sedarah 18 2017, cerita wanita sedarah 2017, cerita cerita sedarah 2017

Kalau malam hari suasana rumah jadi ramai karena anaknya sering kumpul disini karena anaknya cewekmu semua hanya aku yang laki laki disini, aku juga habis masa kontrakku dalam bekerja maka dari itu aku mempunyai banyak waktu untuk keluarga terutama anakku yang masih kecil 2 tahun, hari semain hari aku belum mempunyai pekerjaan lagi.

Suatu pagi sekitar pukul 8 baru saya terbangun dari tidur. Saya lihat anak dan istri saya tidak ada disamping, ah… mungkin lagi di beranda pikirku dalam hati. Saat saya mau turun dari tempat tidur terdengar suara jeritan tangis anak saya menuju arah pintu. Seketika itu pula pintu kamar terbuka dengan tergesanya.

Oh… ternyata dia bersama tantenya Deva yang tak lain adalah adik ipar saya, rupanya anak saya tersebut lagi pipis dicelana. Deva pun mengganti celana anak saya.

“Kemana mamanya, Va?” tanya saya.

“Lagi ke pasar Bang” jawabnya.

“Emang gak diberi tau, ya?” timpalnya lagi.

Saya melihat Deva pagi itu agak salah tingkah, sebentar dia meihat kearah bawah selimut dan kemudian salah memakaikan celana anak saya.

“Kenapa kamu?” tanya saya heran.

“Anu bang…” sambil melihat kembali ke bawah.

“Oh… maaf ya, Va?” terkejut saya, rupanya selimut yang saya pakai tidur sudah melorot setengah paha saya tanpa saya sadari, saya lagi bugil.
cerita ml sedarah 2017
Hmmm… tadi malam abis tempur sama sang istri hingga saya kelelahan dan lupa memakai celana. Anehnya, Deva hanya tersenyum, bukan tersenyum malu, malah dia menyindir.

“Abis tempur ya Bang? Mau dong…” katanya tanpa ragu

“Haaa…” kontan saya terkejut mendengar pernyataan itu, malah kini saya jadi salah tingkah dan berkeringat dingin dan bergegas ke toilet kamar saya.

Dua hari setelah mengingat pernyataan Deva kemarin pagi, saya tidak habis pikir kenapa dia bisa berkata seperti itu. Setahu saya tuh anak paling sopan tidak banyak bicara dan jarang bergaul. Ah… masa bodoh lah, kalau ada kesempatan seperti itu lagi saya tidak akan menyia-nyiakannya.

Gimana gak saya sia-siakan, Tuh anak punya badan yang sangat seksi, Kulit sawo matang, rambut lurus panjang. Bukannya sok bangga, dia persis kayak bintang film dan artis sinetron Luna Maya.

Kembali momen yang saya tunggu-tunggu datang, ketika itu rumah kami lagi sepi-sepinya. Istri, anak dan mertua saya pergi arisan ke tempat keluarga almahrum mertua laki sedangkan ipar saya satu lagi pas kuliah. Hanya saya dan Deva di rumah.

Sewaktu itu saya ke kamar mandi belakang untuk urusan “saluran air”, saya berpapasan dengan Deva yang baru selesai mandi. Wow, dia hanya menggunakan handuk menutupi buah dada dan separuh pahanya. Dia tersenyum saya pun tersenyum, seperti mengisyaratkan sesuatu.
cerita sex sedarah 2017
Selagi saya menyalurkan hajat tiba-tiba pintu kamar mandi ada yang menggedor.

“Siapa?” tanya saya.

“Duhhhh… kan cuma kita berdua di rumah ini, bang” jawabnya.

“Oh iya, ada apa, Va…?” tanya saya lagi.

“Bang, lampu di kamar aku mati tuh”

“Cepatan dong!!”

“Oo… iya, bentar ya” balas saya sambil mengancingkan celana dan bergegas ke kamar Deva.

Saya membawa kursi plastik untuk pijakan supaya saya dapat meraih lampu yang dimaksud.

“Ta, kamu pegangin nih kursi ya?” perintah saya.

“OK, bang” balasnya.

“Kok kamu belum pake baju?” tanya saya heran.

“Abisnya agak gelap bang”

“ooo…!?”

Saya berusaha meraih lampu di atas saya. Tiba-tiba saja entah bagaimana kursi plastik yang saya injak oleng ke arah Deva. Dan… braaak saya jatuh ke ranjang, saya menghimpit Deva.

“Ou…ou…”

Apa yang terjadi. Handuk yang menutupi bagian atas tubuhnya terbuka.

“Maaf  Va”

“Gak apa-apa bang”

Anehnya Deva tidak segera menutup handuk tersebut. Saya masih berada diatas tubuhnya, malahan dia tersenyum kepada saya. Melihat hal seperti itu, saya yakin dia merespon. Kontan aja barang saya tegang. Kami saling bertatap muka, entah energi apa mengalir ditubuh kami, dengan berani saya cium bibirnya, Deva hanya terdiam dan tidak membalas.

“Kok kamu diam?”

“Ehmm… malu Bang”

Saya tahu dia belum pernah melakukan hal ini. Lalu saya melumat bibirnya yang tipis berbelah itu. Lama-kelamaan ia membalas juga, hingga bibir kami saling berpagutan. Saya lancarkan serangan demi serangan, dengan bimbingan saya Deva mulai terlihat bisa meladeni gempuran saya. Gunung kembar miliknya kini menjadi jajalan saya, saya jilati, saya hisap malah saya pelintir sedikit.

“Ouhh… sakit, Bang. Tapi enak kok”

“Va… tubuh kamu bagus sekali, sayang… ouhmmm” Sembari saya melanjutkan kebagian perut, pusar dan kini hampir dekat daerah kemaluannya.
cerita sex sedarah 2017
Deva tidak melarang saya bertindak seperti itu, malah ia semakin gemas menjambak rambut saya, sakit emang, tapi saya diam saja. Sungguh indah dan harum memeknya Deva, maklum ia baru saja selesai mandi. Bulunya terawat dengan potongan tipis. Kini saya menjulurkan lidah saya memasuki liang vaginanya, saya hisap sekuatnya saking geramnya saya.

“Adauuu…. sakiiit” tentu saja ia melonjak kesakitan.

“Oh, maaf Va”

“Jangan seperti itu dong” merintih ia.

“Ayo lanjutin lagi” pintanya.

“Tapi, giliran aku sekarang yang nyerang” aturnya kemudian.

Tubuh saya kini terlentang pasrah. Deva langsung saja menyerang daerah sensitif saya, menjilatinya, menghisap dan mengocok dengan mulutnya.

“Ohhh… Va, enak banget sayang, ah…”

kalau yang ini entah ia pelajari dari mana, masa bodo ahh…!!

“Duh, gede amat barangmu, Bang”

“Ohhh….”

“Bang, Deva udah gak tahan, nih… masukin kontolmu, ya Bang”

“Terserah kamu sayang, abang juga gak tahan”

Deva kini mengambil posisi duduk di atas tepat agak ke bawah perut saya. Ia mulai memegang kemaluan saya dan mengarahkannya ke lubang memeknya. semula agak sulit, tapi setelah ia melumat dan membasahinya kembali baru agak sedikit gampang masuknya.

“Ouuu… ahhhhh….” blessss… seluruh kemaluan saya amblas di dalam goa kenikmatan milik Deva.

“Aduuuh, Baaaang… akhhhhh…” Deva mulai memompa dengan menopang dada saya.
cerita ml sedarah 2017
Tidak hanya memompa kini ia mulai dengan gerakan maju mundur sambil meremas-remas payudaranya. Hal tersebut menjadi perhatian saya, saya tidak mau dia menikmatinya sendiri. Sambil bergoyang saya mengambil posisi duduk, muka saya sudah menghadap payudaranya. Deva semakin histeris setelah saya jilati kembali gunung indahnya.

“Akhhhh… aku udah gak tahan bang. Mau keluar nih. Ahhh… ahhh… ouhhh…”

“Jangan dulu Va, tahan bentar ya”

Hanya sekali balik kini saya sudah berada diatas tubuh Deva, genjotan demi genjotan saya lesakkan ke memeknya. Deva merjerit-jerit kesakitan sambil menekan pantat saya dengan kedua tumit kakinya, seolah kurang dalam lagi saya lesakkan.

“Ampuuuun… ahhhh… ahhhh… terus, Bang”

“Baaang… goyangnya cepetin lagi, ahhhh… dah mau keluar nih”

Deva tidak hanya merintih tapi kini sudah menarik rambut dan meremas tubuh saya.

“Oughhhhh… abang juga mau keluar, Va” saya goyang semangkin cepat, cepat dan sangat cepat hingga jerit saya dan jerit Deva membana di ruang kamar.

Erangan panjang kami sudah mulai menampakan akhir pertandingan ini.

“Akkhhhhhh… ouughhhhh… ouhhhhhh…”

“Enak, Baaaangg…”

“Iya sayang… ehmmmmmm” saya tumpahkan sperma saya seluruhnya ke dalam vagina Deva dan setelah itu saya sodorkan kontol ke mulutnya, saya minta ia agar membersihkannya.
cerita ml sedarah 2017
“mmmmmuuaaachhhhh…” dikecupnya kontol saya setelah dibersihkannya dan itu pertanda permainan ini berakhir, kami pun tertidur lemas.

Kesempatan demi kesempatan kami lakukan, baik dirumah, kamar mandi, di hotel bahkan ketika sambil menggendong anak saya, ketika itu di ruang tamu. Dimanapun Deva siap dan dimanapun saya siap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*