Candu Cerita Sex Sedang Horny | Candu Sex
VIMAX
Agen Capsa
Bandar Q agen bandarq online bandar sakong bandar sakong bandarq online
Home » Cerita Sex Setengah Baya » Candu Cerita Sex Sedang Horny

Candu Cerita Sex Sedang Horny

Bandar Sakong

Cerita Sex Sedang Hornyn. Ibu rumah tangga orangnya supel dan enak dipandang namanya Nora yaitu istri dari Bp. Anto , dimana ada cerita yang enak di baca waktu hari kemerdekaan kemarin lingkungan mengadakan acara pesta kecil kecil untuk merayakan hari kemerdekaan di kampungnya dengan hiburan solo organ , baik anal anak dewasa dan tua berkumpul untk bergembira.
Berjoget sesuai dengan alunan lagu yang dibawakan mulanya mereka berjoget dengan setelan masing-masing. Semata bergembira serta tertawa publik mengikuti tala musik..

Cerita Sex Sedang Horny

cerita sex setengah baya, cerita sex panas setengah baya, cerita sex terbaru setengah baya, cerita sex hot setengah baya, cerita sex foto setengah baya cerita sex mesum setengah baya

Sehabis beberapa versi, mereka langsung asik berjoget dengan bergerak pasangan. Tersebut terus pecahan. Nora berjoget dengan seorang bapak, Anto berjoget beserta seorang cewek remaja.. Betul mereka berjoget sampai kurang lebih lagu beserta berganti setelan sampai kurang lebih waktu. Sebelah akhir kalender, pada versi terakhir,

Nora berjoget beserta seorang aba, sedangkan Anto berjoget beserta Zeny, seorang ibu keluarga yang tinggal beberapa graha dari graha mereka. Zeny, sekitar 40 tahun, permulaan dari seorang karyawan swasta yang berlaku dengan sistim shift, menyimpan 2 orang-orang anak yang sudah sedang besar.

Walaupun sudah uzur tapi gaya Zeny tetap tampak lembut karena jalan berpakaiannya yang selalu taksiran seksi serta pandai bermake up. Selintas Nora menjeling pada Anto yang padahal berjoget beserta Zeny.

Tampil Anto padahal tertawa beserta Zeny serta berjoget. Sehabis itu meleset Nora pula biar berjoget serta tertawa beserta pasangannya. Sebelah tengah silam acara setelah. Semua meleset ke graha masing-masing beserta perasaan semarak walaupun lejar.. Sesampai pada rumah, sehabis mandi uap hangat, Nora dan Anto segera di tempat tidur.

“Bagaimana tadi, jantung hati? ” bertanya Anto serta memeluk Nora. “Apanya? ” kata Nora sambil menghasilkan kepalanya pada salah satu tangan Anto.

“Ya tadi ruang kita pada tempat acara tadi, ” kata Anto sambil mengecup bibir syahda Nora.

“Saya benar-benar gembira…” kata Nora sambil tersenyum sambil tangannya mengusap-ngusap segi serta jarinya memainkan pentil Anto.

“Harusnya kita acap melakukan kalender seperti tadinya, jangan terus-menerus setahun sekali…” kata Anto sambil tangannya masuk di pakaian tilam Nora. Susu Nora diremas dengan susur. “Mmhh.. Memangnya kenapa? ” kata Nora sambil menyedot pipi Anto lalu mengecup bibirnya.

“Ya kita kendi bisa pecahan dengan tetangga yang terdapat. Jarang sungguh kita ngumpul bareng tersebut, ” ujar Anto serta membuka segala kancing pakaian tidur Nora.

Lalu dijilatnya puting susu Nora sambil tangannya meremas susu Nora yang satu lagi.

“Mmhh…” desah Nora serta memejamkan matanya.

Sambil wajar menciumi serta menjilati susu Nora, tangan Anto yang tadinya mengepal buah dada, sepi ke alat pencernaan lalu disusupkan ke selampit Nora. Lekas jarinya memeriksa bulu-bulu puki Nora yang bukan terlalu penuh.

Nora wajar terpejam serta sesekali mendesah.. Jari-jari tangan Anto dan kemudian turun merunut belahan bagian memek Nora.

“Ohh…” desah nora muluk sambil menimbulkan pinggulnya.

Ujung tangan Anto langsung menggosok-gosok bagian memek Nora sampai minuman memek Nora keluar penuh.

“Mmhh…” desah Nora serta tangannya menyimpan tangan Anto yang padahal bermaik pada memeknya. “Enak, sayang, ” kata Anto sambil melumat bibir Nora.

Sementara ujung tangan tengah Anto masuk di lubang pepek Nora. Tanpa menjawab problem Anto, Nora membalas ciuman Anto beserta hebat serta menjepitkan pahanya lalu menggoyangkan pinggulnya olehkarena itu menahan kesedapan ketika ujung tangan tangan Anto keluar masuk terowongan memeknya.

Provisional tangan Nora segera menyelusup ke di celana piyama Anto, serta kemudian memegang dan mengepal kontol Anto yang sudah biasa tegang.

“Buka pakaiannya dong, sayang, ” kata Nora berbisik di telinga Anto. Anto lekas bangkit dan kemudian melepas segala pakaiannya. Pelir Anto tampil sudah tetap dengan ditumbuhi bulu yang sangat lebat.

Melihat itu, Nora segera bangkit dan duduk di tepi ranjang. Digenggamnya kontol Anto lalu dikocok perlahan. Cairan bening terlihat keluar dari lubang kontol Anto. Tanpa banyak cakap ujung lidah Nora segera menjilati cairan tersebut sambai habis.

Tak lama, mulut Nora sudah mengulum batang kontol Anto yang lumayan besar. Cpok.. Cpok.. Cpok.. Terdengar suara kuluman mulut Nora pada kontol Anto.

“Ohh.. Enak, sayang.. Ohh…” desah Anto sambil memegang kepala Nora lalu memompa pelan kontolnya di mulut Nora.

“Gantian, dong…” kata Nora sambil melepas kulumannya lalu menatap mata Anto. Anto tersenyum. “Naiklah ke ranjang…” ujar Anto.

Norapun segera naik ke atas ranjang lalu telentang dan membuka lebar pahanya. Tak lama, Nora mendesah karena lidah Anto pintar bermain dan menjilati kelentit dan lubang memek Nora.

“Ohh, sayangg.. Teruss…” desah Nora agak keras.

Apalagi ketika jari Anto masuk ke lubang memeknya sambil lidahnya tak henti menjileti kelentit Nora. Gerakan pinggul Nora makin keras mengikuti rasa nikmatnya.

Tak lama kemudian tangan Nora dengan keras meremas rambut Anto dan mendesakkan kepalanya ke memek. Lalu..

“Ohh.. Enak, sayangg.. Mmff.. Sshh…” jerit kecil Nora terdengar ketika Nora mencapai puncak kenikmatan.. Orgasme..

Anto segera menghentikan jilatannya lalu naik ke atas tubuh istrinya itu. Walau mulut masih basah oleh cairan memek Nora, Anto langsung melumat bibir Nora. Norapun langsung membalas ciuman Anto dengan hebat.

Sambil tetap berciuman, tangan Nora segera memegang dan membimbing kontol Anto ke lubang memeknya.

Selang beberapa detik kemudian.. Bless.. Bless.. Bless.. Kontol Anto lansgung keluar masuk memek Nora. Keduanya bermandi peluh sambil sesekali terdengar desahan kenikmatan mereka.

“Memeknya legit, sayang.. Enak…” bisik Anto. Nora tersenyum sambil menggoyangkan pinggulnya.

“Memang kenapa? ” tanya Nora. “Aku tidak pernah bosan menyetubuhi kamu…” bisik Anto sambil terus memompa kontolnya. Nora tersenyum.

“Kalau wanita lain rasanya bagaimana, ” tanya Nora lagi.

“Aku tidak pernah bersetubuh dengan wanita lain, kok…” kata Anto.

Nora tersenyum lalu merangkulkan kedua tangannya ke pundak Anto sambil tetap menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan kontol Anto.

“Saya mau tanya, sayang…” kata Nora.

“Apa? ” kata Anto.

“Tubuh Mbak Zeny, tetangga kita itu, bagus tidak..? ” tanya Nora.

“Ah kamu pertanyaannya ada-ada saja…” kata Anto tak menghiraukan.

“Saya serius, sayang.. Jawab jujurlah. Tidak apa-apa kok…” kata Nora. “Tadi lihat belahan buah dadanya tidak? ” tanya Nora.

Anto mengangguk. Nora tersenyum sambil terus menggoyangkan pinggulnya.

“Jujur.. Iya, tubuh dia bagus. Dan tadi aku sempat lihat belahan buah dadanya. Marah? ” kata Anto sambil mengentikan gerakannya.

Nora tersenyum sambil terus menggoyang pinggulnya.

“Jangan berhenti dong, sayang.. Terus setubuhi saya.. Mmhh…” kata Nora. “Saya tidak marah kok. Justru saya suka mendengarnya…” kata Nora.

“Kenapa? ” tanya Anto heran. “Tadi waktu saya lihat kamu berjoget dengan Mbak Zeny, tidak tahu kenapa ada perasaan aneh…” kata Nora.

“Tadi tiba-tiba saya membayangkan kamu bermesraan dengan Mbak Zeny…” lanjut Nora lagi. “Kenapa begitu? ” tanya Anto.

“Saya tidak tahu…” kata Nora.

“Kamu cemburu? ” tanya Anto. “Tidak sama sekali.

Justru sebaliknya, saya sangat ingin melihat kamu bermesraan dengan Mbak Zeny…” kata Nora.

Anto tersenyum.

“Kamu lagi horny kali ya, tadi…” kata Anto tanpa menghentikan gerakan kontolnya.

Nora kembali tersenyum. Setelah beberapa lama memompa kontolnya, Anto mengejang, gerakannya bertambah cepat.

“Aku mau keluar, sayang.. Ohh…” bisik Anto.

“Tahan dulu sebentar, sayang.. Saya juga mau keluar.. Mmhh…” bisik Nora sambil mempercepat gerakan pinggulnya.

Tak lama tubuhnya mengejang, tangannya kuat memeluk tubuh Anto.

“Mau keluar, sayangghh…” jerit Nora. “Ohh.. Nikmat, sayang.. Ohh…” jerit kecil Nora ketika mencapai orgasme.

Selang beberapa detik, Anto juga semakin mempercepat gerakannya. Sampai akhirnya.. Crott.. Crott.. Crott.. Air mani Anto menyembur di dalam memek Nora. Anto mendesakkan kontolnya dalam-dalam ke memek Nora..

Tubuh keduanya lemas saling berpelukan sementara kontol Anto masuk berada di dalam memek Nora.

“Mau tidak kalau saya minta kamu maen dengan Mbak Zeny.. Saya serius, ” kata Nora sambil memeluk pundak Anto. “Kenapa sih kamu mau yang aneh-aneh begitu? ” tanya Anto. “Saya tidak tahu jawabnya, sayang..

Yang jelas ada perasaan horny ketika membayangkan kamu bermesraan dengan Mbak Zeny…” kata Nora. “Mau kan, sayang? ” tanya Nora memaksa. “Kalau aku mau, bagaimana caranya, sayang…” kata Anto sambil mengecup bibir istrinya. “Nanti aku yang mengatur…” kata Nora sambil tersenyum.

Anto juga tersenyum sambil mencabut kontolnya dari memek Nora, lalu bangkit dan berpakaian. Merekapun tidur kemudian.. Banyak cara yang dilakukan Nora agar Zeny bisa dekat dengan dan akrab dengan dia dan Anto.

Dan hal itu membuahkan hasil. Zeny sekarang mulai sering bertandang ke rumah mereka walaupun hanya untuk sekedar ngobrol.

Sampai suatu malam Nora mengundang Zeny datang ke rumahnya.

“Mas Wiryo sudah pergi kerja kan, Mbak? ” tanya Nora. “Sudah dari tadi dong.. Dia dapat bagian shift malam, ” ujar Zeny.

“Eh ada apa undang saya ini malam? ” tanya Zeny. “Tidak ada apa-apa kok, Mbak…” kata Nora.

“Kami hanya ingin ajak Mbak nonton VCD baru yang dibeli Mas Anto, ” kata Nora sambil melirik kepada Anto.

Anto membalas dengan senyuman.

“VCD begituan ya? ” tanya Zeny bersemangat.

Nora tersenyum sambil melirik Anto.

“Cepatlah putar! ” ujar Zeny tidak sabar. Anto bangkit dari tempat duduknya lalu menuju ke VCD player.

“Mbak Zeny suka film jenis apa? ” tanya Anto sambil menyodorkan beberapa keping VCD.

Setelah memilih, Zeny segera menyerahkan film yang ingin dilihatnya. Anto segera memutarnya. Mereka bertiga menonton film BF tanpa banyak bicara. Mereka duduk bertiga di karpet.

Nora duduk berdampingan dengan Zeny, sementara Anto duduk dibelakang mereka.

“Udah ada yang bangun, ya..? ” kata Nora tersenyum sambil melirik ke arah Anto. “Lumayan…” kata Anto. “Lumayan apa? ” tanya Zeny sambil matanya sedikit melirik ke arah selangkangan Anto yang mulai agak menggembung.

Anto tersenyum sambil menutupi kakinya dengan bantal. “Mbak Zeny seberapa sering begituan dengan Mas Wiryo? ” tanya Nora.

“Ah, jarang sekali.. Mungkin karena dia capek, ” kata Zeny sambil matanya terus melihat adegan seronok di video.

Kembali mereka terdiam selama beberapa saat sambil melihat video.

“Sini dong..! ” kata Nora kepada Anto sambil matanya berkedip memberi isyarat. Anto beringsut mendekati Nora.

“Ada apa sih..? ” tanya Anto. “Duduk dekat sini dong…” kata Nora dengan suara manja.

Dengan sengaja tangan Nora segera masuk ke dalam Celana Hawaii Anto. Lalu digenggamnya kontol Anto yang sudah tegang dan diremasnya pelan. Zeny yang melihat hal itu, perasaannya menjadi tak karuan.. Antara rasa malu dan rasa ingin melihat bercamput baur.

“Udah pengen ya? ” kata Nora kepada Anto.

Suaranya sengaja agak keras. Anto tersenyum sambil matanya melirik ker arah Zeny. Zeny yang semakin tidak menentu perasaannya, kebetulan melirik ke arah Anto. Pandangan mereka beradu selama beberapa detik.

Zeny lalu membuang pandangannya ke arah video. Hatinya berdebar ketika berpandangan dengan Anto.. Nora melirik ke arah Anto sambil tersenyum. Lalu dengan tanpa ragu-ragu,

Nora menurunkan celana Anto hingga kontolnya yang besar tampak tegak terlihat. Lalu dikocoknya pelan.. Anto tetap diam sambil matanya melirik ke arah Zeny yang jelas kelihatan gelisah.

“Mbak suka tidak pada barang lelaki yang berbulu banyak? ” tanya Nora sambil menatap Zeny. “Mm.. Eh.. Iya.. Iya.. Saya suka…” kata Zeny tergagap menatap Nora sambil matanya sekilas melirik ke tangan Nora yang sedang meremas kontol Anto.

“Kalau kayak gini suka tidak, Mbak? ” tanya Nora sambil matanya mengisyaratkan agar Zeny melihat ke kontol Anto.

“Ah, kamu ini…” kata Zeny sambil matanya melihat kontol Anto beberapa saat.

Nora tersenyum. Tangannya meraih tangan Zeny, lalu ditariknya ke arah kontol Anto. Zeny menuruti kemauan Nora walau hatinya merasa serba salah..

“Coba pegang, Mbak…” kata Nora sambil tangannya membimbing jari-jari Zeny untuk menggenggam kontol Anto.

Kontol Anto terasa hangat dan berdenyut di tangan Zeny. Nafas Zeny memburu. Ada desiran tertentu yang menuntun tangannya bergerak meremas pelan kontol Anto. Anto tersenyum sambil melirik ke arah Nora.

Nora juga tersenyum sambil mundur agak menjauh. Anto tanpa diduga tangannya meraih dagu Zeny, lalu dengan segera mengecup bibirnya, lalu dilumatnya dengan hangat. Zeny yang sudah terangsang gairahnya langsung membalas ciuman Anto dengan hangat pula sambil tangannya mulai berani mengocok kontol Anto.

Tangan Antopun dengan segera menyusup ke balik daster Zeny. Ditelusuri paha Zeny. Elusan tangannya segera naik ke pangkal paha, lalu jarinya diselipkan ke celana dalam Zeny.

“Mmhh…” desah Zeny sambil menggelinjang ketika jari tangan Anto menyusuri belahan memeknya yang sudah sangat basah. “Ohh.. Mmhh…” desah Zeny tambah keras ketika jari Anto keluar masuk lubang memknya.

Pinggulnya sedikit digoyang karena nikmat. Sementara Nora sengaja menjauhkan diri dari mereka. Nora mendapat suatu rangsangan yang amat sangat ketika melihat suaminya bercinta dengan wanita yang Nora sukai.

Nora tidak melakukan apapun hanya diam sambil melihat mereka bermesraan. Hanya nafas Nora yang mulai cepat yang terdengar.. Ketika tangan Anto mulai mencoba melepas pakaian Zeny, Zeny agak tersentak sesaat.

Dengan segera matanya menatap Nora. Tapi ketika dilihatnya Nora tersenyum sambil matanya mengisyaratkan agar Zeny melanjutkan bercinta lagi..

Zeny sesaat terdiam. Tapi ketika tangan Anto merangkul dari belakang dan tangannya meremas buah dada Zeny, Zeny terpejam dan memegang tangan Anto yang sedang meremas buah dadanya.

“Ohh…” desah Zeny seiring dengan jilatan dan pagutan Anto di lehernya sambil tak lepas tangannya meremas buah dada Zeny.

Tak lama Anto segera melepas daster Zeny. Zeny tampak agak canggung ketika Anto melepas BH dan celana dalamnya dari belakang.

Antopun melepas seluruh pakaiannya. Segera setelah itu Anto menindih tubuh telanjang Zeny. Jilatan lidah dan remasan tangan Anto pada buah dada Zeny membuat Zeny menggelinjang merasakan nikmat.

“Ohh.. Oohh…” desah Zeny ketika jilatan lidah Anto turun ke perut lalu turun lagi menyusuri selangkangannya.

Pinggulnya bergoyang mengikuti desiran rasa nikmat.. Nora tetap diam menyaksikan tubuh telanjang suaminya yang bergumul mesra dengan Zeny. Nafasnya makin memburu waktu melihat kontol Anto dihisap sambil dikocok oleh Zeny.

Tanpa terasa tangannya menyelusup ke dalam celana dalamnya. Lalu jarinya mulai menggosok-gosok belahan memeknya sendiri. Entah mengapa Nora sangat menikmati ketika Anto memompa kontolnya ke dalam mulut Zeny.

Nafas Nora semakin memburu, juga satu jarinya semakin cepat keluar masuk memeknya sendiri ketika melihat Anto mulai menyetubuhi Zeny. Desahan dan erangan mereka membuat gairah Nora bertambah naik..

“Ohh.. Sshh…” desah Zeny ketika Anto dengan perkasa mengeluar masukkan kontol di memeknya.

“Gimana rasanya, Mbak? ” tanya Anto sambil mengecup bibir Zeny.

“Ohh sangat enakk.. Mmhh…” kata Zeny sambil merangkul pundak Anto, sementara pinggulnya bergoyang mengikuti gerakan Anto.

Entah sudah buatan lama itu bersetubuh disaksikan Nora, datang akhirnya Zeny memeluk jasad Anto kuat-kuat. Memeknya didesakan ke kontol Anto dalam-dalam. Gerakan pinggulnya makin lekas. Lalu tiba-tiba tubuhnya berputar sambil mendesah panjang.

“Oohh.. Oohh…” desah Zeny terkulai lemas sesudah mendapat orgasme.

Sementara Anto masih terus menggenjot kontolnya di tempik Zeny yang sudah luwes. Gerakannya makin cepat tatkala Anto mendapat ada zat yang mengapit nikmat dalam kontolnya. Tak lama cepat dicabut kontolnya dari tempik Zeny, kemudian digesek-gesekannya di belahan tempik Zeny.

Datang akhirnya.. Crott! Crott! Crott! Air mani Anto tumpah banyak di kepada bulu-bulu tempik Zeny. Jasad Anto kemudian lemas terkulai di kepada tubuh telanjang Zeny. Nora yang tahu hal itu segera menghampiri mereka. Diusapnya pantay Anto.

“Masih memuaskan tidak, cinta..? ” bisik Nora ke telinga Anto.

Anto cepat mencabut kontolnya dari tempik Zeny kemudian bangkit. Zeny juga demikian.

“Kenapa cinta? ” tanya Anto lalu mengecup bingkai Nora. “Saya pengen…” tanda Nora lalu memegang kontol Anto yang lemas & masih bersimbah.

“Aku sedang lemas, sayang…” kata Anto.

“Sebentar lagi saya mensyaratkan jatah sungguh, sayang…” tanda Nora lalu mencium bingkai Anto.

“Gimana, Mbak? ” tanya Nora kepada Zeny sambil tersenyum. Zeny tersenyum sambil berpakaian. “Aku dapat ketagihan, loh…” kata Zeny.

“Kapan aja Mbak butuh, datang aja kesini…” tanda Nora tersenyum pula. “Aku pulang dulu ya, ” kata Zeny sambil menyikap Nora sanding.

Nora menggangguk

Pikir pengakuan Nora, sudah kaum puluh periode Zeny bersetubuh dengan suaminya di depan emas tempawan. Nora tak biseks. Nora hanya ngerasa mendapat uni gairah & rangsangan yang sangat memuaskan ketika tahu suaminya menyorong wanita unik yang digemari Nora otonom.

Dan pikir Nora juga, sampai detak ini itu tidak sempat main bertiga. Hal itu yang memproduksi suasana muncul Nora jadi berwarna terang.. Demikian.

One comment

  1. saling memuaskan dg PS…khusus paruhbaya telp/sms 08976879888

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*