Candu Cerita Sex Kisah Karyawan Ep. 4 | Candu Sex
VIMAX
Agen Capsa
Bandar Q agen bandarq online bandar sakong bandar sakong bandarq online
Home » Cerita Sex Kiriman Pembaca » Candu Cerita Sex Kisah Karyawan Ep. 4

Candu Cerita Sex Kisah Karyawan Ep. 4

Bandar Sakong

Cerita Sex Kisah Karyawan Ep. 4. Ini adalah kelanjutan kisahku , setelah kejadian hari itu dengan pak gerry..

Cerita Sex Kisah Karyawan Ep. 4

 cerita sex terbaru 2017, cerita dewasa 2017, cerita mesum terbaru 2017, cerita sex mesum 2017, cerita mesum 18 2017, cerita mesum baru 2017, cerita mesum terkini 2017, cerita mesum 17 2017, cerita mesum terhot 2017, koleksi cerita mesum 2017, mesum cerita 2017, kumpulan cerita mesum bergambar 2017, galeri cerita mesum 2017, cerita mesum paling panas 2017, cerita mesum dan fotonya 2017

Esok harinya aku berhadir di kantor dengan perasaan gugup dan tak karuan. Aku datang dan disambut oleh pak dicky diaseorang manager muda dengan rambut gondrongnya, aku di tempatkan di sebuah ruang office disana aku bekerja dengan 8 orang,

setelah memberi beberapa masukan pak dicky kembali ke ruangannya.. Aku memerhatikan tempat kantorku ini besar luas isinya penuh interior interior mahal,   tapi karyawan karyawannya tak ada keceriaan disini hanya ada bekerja dan kerja paling cuma candaan biasa dan tak ada yang lain tapi sedikit yang membuatku bingung adalah kebijakan kantorku yang mengharuskan ku meminum obat suplemen yang diberikannya padaku,

aku masih penasaran dengan setatusku apakah karyawan atau budak sex , terlebih isi dari perjanjian yang ku tanda tangani, aku tentu saja berpikir ini tidak akan berjalan baik..

Setelah pukul 04:30 akhirnya aku pulang, tak ada ke anehan dengan hari ini pikirku, besokmya aku datang seperti biasa dan pulang pun seperti biasa..

Selalu seperti ini hingga tak terasa aku sudah 2bulan lebih bekerja di perusahaan ini, sering sekali aku berpas-pasan dengan pak randan maupun pak gerry mereka hanya menyapaku biasa layaknya karyawan lain tanda tanya dalam pikiranku pun semakin besar,

aku yang pernah disetubuhi pak gerry dan secara resmi sudah menjadi budak sex di perusahaan ini tetapi semua berjalan lancar tak seperti yang ku pikirkan, aku kira mungkin aku akan dilecehkan secara seksual atau semacamnya.

Suatu ketika aku mendapat sebuah surat di atas meja kerjaku bahwa aku di panggil pak joko ke kantornya, (pak joko adalah wakil direktur dari perusahaan ini) aku pun menuju kantor pak joko.. Aku mengetuk pintunya dari luar ruangannya tok tok tok..

Pak joko: yaa.. Masuk..

*permisi pakk*

Pak joko: ohh iya duduk mba

Aku di persilahkan duduk di ruang pak joko.

Pak joko: kita akan ada meeting ke luar kota dan saya bermaksud memanggil mba kesini karna saya ingin mengajak mba untuk perpartisipasi pada meeting kali ini, nah selain mba kami juga membawa karyawan lain..

*iyaa pak saya mengerti pak..*

Pak joko: kepergian kita bisa 14-17 hari lohh mba jadi minta ijin dulu ke suaminya, nah jadi bawa surat ini.

Pak joko memberikan sebuah surat yang isinya tentang meetingku diluar kota

“Apa ngak kelamaan pak kalu sampai 14hari??*

Pak joko: iyaa ini soalnya kita kliennya berbeda beda jadi kita bakal persentasi gantian

*yaudah pak saya ngerti , saya minta ijin suami saya dulu*

Pak joko: yapp, udah itu aja sih dari saya

*yaa pak saya permisi*

Aku keluar dari ruangan pak joko, setelah memasuki jam pulang dan sesampainya aku dirumah aku ceritakan soal kepergianku

Suamiku tenang tenang saja dengan kepergianku ini..

Harinya pun telah tiba, aku berpamitan dengan anak dan suamiku, aku berangkat ke kantor disana aku sudah di tunggu pak joko dan pak gerry , aku satu mobil dengan mereka aku,pak gerry, pak joko dan satu sopir. kami berempat dimobil

Kami pun mulai melakukan perjalanan, aku duduk di depan bersama sopir dan mereka berdua di belakang, mereka berbincang bincang aku yang sudah mulai mengantuk tidur di dalam mobil, pikiranku tetap tidak terlepas soal budak sex apa yang terjadi pada nasibku setelah aku ber setatus budak sex, aku penasaran apa sebenarnya meeting ini ditambah mereka tak mengajakku berbicara.

Setelah perjalanan 4jam kami memasuki sebuah kota perbukitan disana terdapat villa villa besar yang jaraknya berjauhan satu sama lain, mobil kami berbelok di sebuah villa yang sangat besar
Mobil di parkirkan kami pun turun dari mobil, villa itu terlalu besar untuk kami tinggali ber4
Pak gerry membuka pintu villa itu di dalamnya sangat luas

Pak gerry: sini mba ikuti saya

*kita ngapain disini pak??*

Pak gerry: kita menginap malam ini disini mba

Sambil berjalan dan setelah itu tibalah kami di depan sebuah ruangan dia membuka pintunya sebuah kamar besar,

Pak gerry: ini kamar mbak silahkan istirahat dulu

*iya pak* aku masuk ke kamar itu

Aku melapas bajuku dan mulai mandi, kamar ini layaknya hotel dengan kamar mandi sendiri
Setelah bersantai santai dikamarku aku putuskan ingin langsung tidur saja, saat itu pukul 06:30 sore hari, aku tidur sangat lelap dan saat itu aku bangun dari tidurku saat itu jam 12:10 malam rasanya enak sekali karna tidur pulasku,

aku bangkit dari tempat tidurku dan mengambil minum tiba tiba pintuku di ketuk seseorang “mbaaa” aku tau itu suara pak gerry, aku langsung curiga untuk apa pak gerry mengetuk pintuku jam segini , aku pura pura tidur saja tapi pak gerry tetap mengetuknya

Pak gerry: saya tau mba sudah bangun lohh mbak,

Aku seolah tidak memerdulikannya dan tetap pura pura tidur , perasaanku jadi semakin takut

Apa sebenarnya yang di inginkan pak Gerry

Pak gerry: saya lihat loh di cctv mba, mba keluar bentar dong masa pura pura tidur gitu
Aku terkejut karna ternyata kamar ini di pasang cctv sial!! Pikir ku dalam hati ternyata aku diakali lagi, dengan perasaan agak marah aku membuka pintu,

*ada apa pakk??*

Pak gerry: sini ikut saya bentar mba kita udah telat ini

Aku langsung di tarik keluar dengan pak gerry aku semakin merasa takut terlebih pakaianku yang minim hanya menggunakan daster kuning tanpa lengan

*saya ganti baju dulu deh pak*

Pak gerry: gak papa kok mba, gitu aja
Kami sampai di sebuah ruang keluarga, disana ada sebuah shofa besar kapasitas 4 orang dan 3 buah shofa kapasitas 1 orang di sampingnya menghadap meja, tapi mejanya tidak ada yang ada hanya 6 orang di shofa itu sana dan 2 orang duduk di shofa besar itu, dan yang lainnya duduk dishofa lain dan sebagian berdiri.

Pak joko dan sopirnya di depannya dia membawa sebuah kamera dengan tripod mengarah ke shofa itu
Pak gerry mengiringku yang pasrah berjalan ke shofa besar itu, aku terduduk di tengah mereka berdua,

yang di sebelah kananku adalah seorang bule bernama george dan sebelahku lagi ada seorang berbadan besar sekali berkulit hitam dan terlihat agak berotot dia bernama jordi dia orang papua yang sudah bertahun tahun di belanda, terlihat kulitnya beda dengan kulit orang papua lainnya,

Pak gerry: kenalin mbak ya, yang dikanan mbak itu pak jordi dan yang kiri itu pak george dan yang ini pak sam.

sambil menunjuk orang yang berdiri dan memperkenalkan yang lainnya, ada pak erik , pak pandi, dan pak agus.

Pak george: jadi ini mbak vania ya,

Dengan senyumnya yang aneh

*i-iya pak*

Disebelahku pak jordi membuka hp nya dia membuka sebuah video yang isinya….

Adalah videoku saat interview,

=== *ENAKKK PAKKK AHHH AHH AHH AKU MAU ORGASM PAKK TERUSS PAKK* ===
Bunyi hp pak jordi yang terdengar satu ruangan ini, aku malu sekali melihatnya sedangkan yang lain hanya tersenyum jahat..

Aku semakin gugup jantungku berdegup sangat kencang rasa takut menyelimuti ku

Pak jordi: ini benarkan video mbak??

*iyaa pak itu saya* dengan suara setengah menangis..

Pak george: mbak gak usah takut gak ada yang perlu ditakutin kok mba,

Pak jordi: iya santai saja lah mbak.

Pak george: apa mba minum suplemen yang dikasih sama pak gerry??

Aku mengangguk *iyaa pak*

Pak george memindahkan tangannya ke pahaku dan meremasnya perlahan, aku menepisnya tapi tetap saja pak george memaksa, dasterku yang di atas lutut memerlihatkan pahaku yang putih mulus ditambah kentatnya di bagian dada dan bokongku, sungguh menjadi pandangan yang bagus bagi mereka ,

pak jordi pun ikut, ditambah seseorang berjalan ke belakang shofa kami , pak jordi meraih ke dua tanganku dan menaikkannya ke atas, terlihatlah kedua ketiakku yang putih mulus di tambah dengan pose seperti itu payudaraku maju kedepan, pergelangan tanganku dipegangi oleh seorang yang berada di belakang shofa,

*jangan pakk, saya gak bisa kaya gini*

Pak george: mba santai dulu jangan negative kami cuma mengagumi mba kok bukan merusak mba.
Pak george dan pak jordi memerhatikan wajah dada dan ketiak ku, tatapan mereka penuh nafsu badanku tak dapat bergerak diapit mereka , tangan pak george mulai membelai lengan kananku hingga ketiaknya, sedangkan pak jordi membelai belai perutku

*mmh pakk * aku kegelian dengan perlakuan mereka, tapi gerakan badanku hanya membuat mereka semakin bernafsu lalu mereka berdua memindahkan tanganya ke pahaku, mereka berdua mebelai belainya lembut,

Pak jordi: mba sexy lohh di video saya kagum sama mba, susunya juga besarnya pas sama body mba kaya operasi plastik aja tuh liat.

Semua mata mereka tertuju ke payudara ku, pak george yang dari tadi tersenyum senyum penuh nafsu sangat menggangguku, tapi aku tak berani menatap ke pak jordi yang tampangnya agak lebih sangar

*jangan apa apakan saya pakk*

Pak george: ngak kok mbak kita santai aja disini.

Sambil berkata seperti itu, pak george menyingkap dasterku dan di bantu dengan pak jordi dasterku dilepaskan oleh mereka

*pakk jangaann pakk*

Kini tubuhku hanya tersisa bra coklat dan cd ku saja.

Pak jordi: santaii mbaa santaii

Lalu pak gerry datang membawa surat perjanjian itu,

Pak gerry: ini mba ada pasalnya lohh “saya tidak berhak menunda atau memberhentikan kegiatan yang sedang dilakukan terhadap saya ntah apapun itu” nahh dan bawahnya ada tanda tangan mbak, mba setuju dong kalo mereka mau ngapain aja

*tapikan pak itu perusahaan??*

Pak gerry: pasal lainnya juga ada loh mba “pihak xvab boleh melibatkan orang luar atau pihak lainnya”, nahh mba juga setuju kok dengan ini

*itu saya dijebak pak*

Pak george:mba bilang sendiri lohh ada videonya kita sudah nonton.

Aku terdiam dan tidak bisa berkata kata lagi, memang dilihat di segi manapun aku lah yang minta disetubuhi dan setuju untuk jadi budak sex

Pak george: yaudah mba rilex aja gak apa apa kok mbaa

Sambil pak gerry melepaskan kaitan bra ku dan pak jordi melepaskanya,

Mereka berdua mendekatkan wajahnya ke wajahku tepat di atas dadaku

Pak george:gak usah malu begitu mba hehe

Lalu pak george turun ke bawah dan melorotkan cd ku, aku semakin panik ditambah pak jordi mendekatkannya ke wajahku dia menciumku lidahnya melumat lidahku penuhnafsu,

*ummpphhh mpphhhh mphh ahh haaah pak jangan*

Setelah pak jordi melepaskan ciuman nya

Belum sempat bicara lagi pak george melumat bibirku, sedangkan pak jordi mencium ketiak kananku dia menghisap hisapnya

*ahhh pakk geli*

Pak george juga tak mau ketinggalan dia melahap ketiak kiriku lidahnya menjilat jilatinya seperti permen lolipop, terasa sangat basah dan hangat ketiakku di sapu oleh mereka

*haah pakk ahhh mmmhhh*

Aku menggeliat tertahan diapit mereka berdua , sedangkan pak erik yang dari tadi memegangi tanganku pun ikut melumat mulutku, lalu kegiatan di ketiakku terhentikan mereka mulai melumat dan menghisap hisap putingku,

mereka awalnya menghisapnya biasa saja tapi stelah itu mereka menghisapnya lagi lebih keras mereka sangat gemas dengan kedua payudaraku, perasaan aneh di dadaku ntah apa yang terjadi dengan kedua payudaraku BERSAMBUNG >> Candu Cerita Sex Kisah Karyawan Ep. 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*