Candu Cerita Sex Kisah Karyawan Ep 2 | Candu Sex
VIMAX
Agen Capsa
Bandar Q agen bandarq online bandar sakong bandar sakong bandarq online
Home » Cerita Sex Kiriman Pembaca » Candu Cerita Sex Kisah Karyawan Ep 2

Candu Cerita Sex Kisah Karyawan Ep 2

Bandar Sakong

Cerita Sex Kisah Karyawan Ep 2. *ahhh.. Pakk.. * dia mengoleskan cairan vagina ku disekitar area lubanya, sambil jari kelingkingnya masuk dan mengorek ngorek dinding vagina ku *paakk kok disitu pakk, gelii pak* , “belum mbaa yang geli bagian sini” sambil jarinya pindah ke bagian clitoris ku,

Cerita Sex Kisah Karyawan Ep. 2

cerita sex terbaru 2017, cerita dewasa 2017, cerita mesum terbaru 2017, cerita sex mesum 2017, cerita mesum 18 2017, cerita mesum baru 2017, cerita mesum terkini 2017, cerita mesum 17 2017, cerita mesum terhot 2017, koleksi cerita mesum 2017, mesum cerita 2017, kumpulan cerita mesum bergambar 2017, galeri cerita mesum 2017, cerita mesum paling panas 2017, cerita mesum dan fotonya 2017

*Ahhhhhaaa ouuh pa jangan disitu* ,” dia melepaskan jarinya “mba sudah pernah melahirkan kan??” , *iyaa pak* , pak gerry sambil mencatat dan membuka tasnya mengambil sebuah vibrator berbentuk oval kecil seperti jempol.

(Awalnya aku tidak tahu, ku kira itu memang perlatan medis, aku memang polos dan tidak tau apa apa soal tentang sex toys dan berbagai sex menyimpang lainnya.. Yang ku tahu soal penyimpangan sex hanya selingkuh dan pemerkosaan) pak gerry menyalakan alat itu, &nngggtttt…

Alat itu bergetar hingga mengeluarkan bunyi pak gerry menggesekkan alat itu ke bagian pahaku disekitar vagina, *hmmm aww sshh, paa geli pak* , pak gerry tetap melanjutkannya tangannya yang satunya meremas dadaku kanan dan kiri secara bergantian aku mencoba protes dengan yang dilakukan pak gerry *pakk kenapa tangannya sambil ke dada saya paak, kan tadi udah pak* ,

“belum kok mba, bagian sini sama payudara mba bakal bereaksi sama” , tubuhku yang telanjang bulat terkangkang lebar dan tangan pak gerry yang menjamah jamah kedua payudaraku dan vaginaku digesek gesekkan dengan vibrator itu dibagian luarnya membuat ku semakin terangsang..

Aku mulai memahami rasa aneh ini, ini adalah horny sangat benar benar horny aku bahkan belum pernah sangat bernafsu seperti ini (minuman jus yang diberi pak gerry sudah di campuri perangsang dosis tinggi, inilah kebodohanku yang sudah terjebak oleh semua ini walau aku tidak menyadarinya bahwa sudah di campur perangsang) *mmhh paakk ahhh..

Udah dulu pakk* , “santai mbaa relax ” pak gerry memasukkan vibratornya ke dalam vaginaku *mmmhaa ahh ini gila paakk gak mungkin begini* sambil mencoba bergerak sambil mengeluarkan vibrator itu dalam vaginaku,

“maaf mba maaf ini sudah setengah proses, kalo mbak gak percaya, ini kami masih ada video medical check up kemarin punya bu rinny ” dia sambil mengambil hendphone nya dari dalam tas dan membuka sebuah video perempuan telanjang bersama dirinya yang sedang melakukan test ini *kenapa videonya disimpan pak??

Berarti saya juga dong??* , “ini cuma  24jam tapi kami sudah memberi izin kepada mbak rinny kalau videonya dipakai untuk contoh ” dia menjelaskan, akupun sedikit terdiam perasaanku agak tenang tapi tubuhku seolah sangat haus akan belaian (efek obat perangsang itu masih belum bereaksi sepenuhnya  tapi baru fase pertama saja aku sudah  sangat sangat horny)

“saya lanjutin mbak yaa maaf banget, sayang loh mbaak udah sampai sini” aku hanya terduduk terdiam memjamkan mata dan menutup wajahku dengan kedua tanganku sambil menutup mulutku aku seolah ingin menangis tapi masih kalah dengan perasaan geli di bagian vaginaku pak gerry sudah memasukkan lagi vibratornya kedalam vaginaku sambai semuanya masuk ke dalam,

hanya terlihat kabel menjuntai keluar dari vagina ku. “Sekarang saya akan check bagian payudara lagi untuk mengetahui tumor, jadi mbak harus abaikan rasa yang ada di bagian dada terus rasakan aja yang di bawah sini mba yaa” sambil menggesekkan tangannya di luar vaginaku,

aku hanya mendesah perlahan dan mulutku tetap ku bekap agar tidak bersuara , pak gerry memegang kedua payudaraku kiri dan kanan dan wajahnya mendekat kesana dia menjilat jilati kedua putingku dengan ujung lidahnya sambil tangannya melepaskan bekapan tanganku yang menutupi wajahku dan memindahkannya kesamping

*ohhmm mmhh mmmm hhhh hhh hh* aku mendesah tertahan mencoba mengabaikan yang di dadaku sesuai instruksi pak gerry tapi, di vaginaku getarannya seolah membuatku sangat penasaran posisi vibrator yang dalam dan jauh dari clitorisku membuatku seolah tersiksa secara rangsangan seolah aku menginginkan vibrator itu menyentuh clitoris ku

*paakk ahh mmhh mmhh saya malu pak maluuu* pak gery mulai menghipas payudara ku yang kiri sedotannya lembut seperti bayi :cupp cupp bunyi mulut pak gerry dan putingku yang dihisap pak gerry *hmmm mmmhh hhh pak tolong langsung hapus video saya!!* aku beruara setengah berteriak karna terangsang ,

“uratnya juga ada di sini mbaa” pak gerry menaikkan kedua tanganku ke atas dan menempelkan telinganya ke ketiak kiriku sambil tangan satunya meremas remas perlahan ketiak kananku , “untung mulis loh mba ketiaknya, kalo kaya yang lain dulu mah dah ill feel saya”

Tangannya menggelitik kedua payudaraku turun naik jari jemarinya bergerak perlahan tapi sangat lincah, aku menggeliat geliat tapi gerakanku menggangu bagian vaginaku, membuatku semakin jauh dari kenikmatan apabila aku bergerak.

“mba pernah orgasm sebelumnya” aku hanya mengangguk malu mengakui itu, aku pernah orgasm pada saat masturbasi tapi aku tak pernah orgasm saat berhubungan dengan suamiku walapun begitu aku tetap puas dengannya aku tidak pernah terobsesi dengan kenikmatan kelamin,  kali ini pak gerry mengambil lagi satu vibrator dan memasukkannya kedalam vaginaku

*maaahh huummpp * aku menggeliat ke atas karna sangat terangsang pak gerry sambil menahanku agar tetap duduk sambil memegangi tanganku agar tetap diatas kepala , vibratornya hampir mengenai clitorisku andaikan saja agar rangsangan ini semoga cepat selesai, ini terlalu tanggung antara terangsang dan di rangsang tapi seolah aku tidak mendapatkan rangsangannya.

*pakk ahh geli geli pak matikan dulu… ahhh..* , “santai mba santai bentar” pak gerry mengambil sebuah borgol karet dia memborgol kedua tanganku menyatu, “berdiri bentar mbaa” dengan perasaan malas aku berdiri sambil merasakan vibrator yang bergetar di vaginaku,

pak gerry membuka shofa itu menjadi sebuah kursi santai selebar sebuah kasur, sekarang fungsinya sudab tidak lagi kursi melainkan kasur,

aku di dudukan bersandar dengan pak gerry dibelakangku dia menaikkan tanganku ke belakang kepalanya dan mengangkangkan kedua pahaku sambil meremasnya gemas, pak gerry mengambil sebuah lotion ntah apa itu berbentuk cairan yang sangat cair dia menggosokkannya di telapak tangannya dan mengolesinya perlahan di kedua ketiak ku ,

aku menggelinjang dingin diantara ketiakku *haaa ahhh pakk dingin ehhh mhhh* aku menggeliat geliat kedinginan di bagian ketiak ku tapi pak gerry setengah memaksa terus manggosokkannya , aku agak sulit bergerak karna berada tersender di pangkuan pak gerry dia terus menambah cairan itu dan sambil menggesekkan telapak tangannya ke atas kebawah di ketiak ku, *haaa ahhh pakk geli pakk* ,

“tapi enak kan mbaa” pak gerry menyahut santai seolah ini hal biasa, “kalau enak bilang aja mbak agar gak ada kesan pemaksaan” aku hanya mendesah kegelian sambil menahan ini, dingin di bagian ketiak ku seolah merangsang ku dengan cara yang berbeda sensainya belum pernah ku rasakan sebelumnya, sambil menepuk nepuk payudaraku dikiri dan kanan terlihat dadaku tersentak sentak ke kanan dan kiri putingnya yang coklat muda terlihat agak kontras dengan kulitku yang putiih, kini pak gerry memncet tombol di remot vibrator itu,

terasa sangat bergetar sepertinya getarannya dinaikkan , kedua vibrator itu mendominasi rangsangan dari seluruh tubuhku , pak gerry memasukkan jari tengahnya ke vaginaku menyentuh clitorisnya dan menggesek geseknya cepat cepat dan semakin cepat *ahhh ahh ahh ahhhhhh pakk.. saya mau pipis pakk… ahh.. saya ngak tahan pakk.. ahh* , “ngakk usah dilawan mbakk pipisin aja ini biar lega dan rilexx

*ahh pakk pakkk udahh pakk* , aku terus menahan orgasm ku yang hampir meledak tapi jari pak gerry belum berhenti ditambah karna kerasnya gesekan tangan pak gerry sampai sampai dua vibrator itu ikut terkocok di dalam vaginaku gesekan diclitorisku sudah tak berbendung *ahhhh maaahhh gggkkkaahh ahhhh…

* aku menggeliat paha dan pantatku tersentak aku orgasm cairan kewanitaanku sampai menyembur keluar ” woo wooo relax mba relax” sambil pak gerry menggosok gossokan tanganya di bibir vaginaku, dia mengeluarkan kedua vibratornya dan mengambil sebuah suntikan tanpa jarum, dan mengisinya dengan sebuah cairan hijau,

pakk gerry mengubah posisnya aku yng lemas di rebahkan dan kaki hingga pinggulku diangakat seperti salto aku yang tergolek lemas pasrah saja pak gerry memasukkan suntikan itu kedalam vaginaku cairan itupun dikeluarkan secara perlahan lahan kedalm vaginaku sampai isinya habis,

aku di rebahkan dengan kaki menganga tangan diatas kepala, pak gerry mengambil sesuatu di tasnya sebuah vibrator lagi tapi bentuknya seperti microphone yang atasnya terbuat dari karet, vibratornya sangat besar bahkan lebih besar dari microphone dia meletakkanya di atas bibir vaginaku tepat dibawah perut dan menmpelnya dengan lakban,

*saya mau diapain lagi pak??* , ” ini check kandungan kesehatan mbaa , dari sini kita bisa tahu pencernaan mba masih bagus atau tidak” aku yang sudah pusing tak perduli dengan alasan alasan itu, aku hanya ingin ini segera berakhir atau ini akan memberikan kepuasan atas nafsuku yang muncul karna kejadian ini (disini obat paerangsang itu bereaksi lebih besar dari sebelumnya ,

ditambah yang disuntikkan pak gerry juga vibrator biologis atau sejenis obat perangsang yang menstimulasi kulit seolah sedang merasakan getaran) pak gerry mendudukanku perasaan dingin diketiak ku yang entah apa yang dioleskan oleh pak gerry ditambah terpaan AC tetap membuatku berkeringat ringan (cairan dingin yang di oleskan pak gerry adalah extrac menthol yang dicairkan yang akan memberikan efek dingin yang melekat ) pak gerry mengambil sebuah dlido berbentuk penis kecil yang kepalanya dapat berputar,

pak gerry menggesekkan nya di bagian bibir vaginaku sambil tangan satunya membelai belai perutku lalu dia menyalakan vibrator microphone itu benda itu bergetar keras seolah seluruh bagian pinggangu juga ikut merasakannya vaginaku pun ikut merasakan getarannya

*oohhhh.. pakk mmmm.. jangan yang keras pakk * pak gerry seolah tak memerdulikanku dia memasukan dlido itu ke dalam vagina ku *

off off pak malu pak , aww ahh ahh. .* dia mengocoknya perlahan *apa itu perlu pak?? Udah pak maluu* pak gerry malah menyalakan dildo itu kepalanya berputar di dalam vagina ku,

*nggggg pakk kenapa kelamin saya dimainin pakk* , “bukan mba , mba relax aja bentar lagi mau selesai kok” mendengar kata itu kecemasan ku berkurang tapi aku malah merasa kecewa karna nafsuku belum terlampiaskan ,

aku meraskan bagian pinggang belakangku menyentuh sesuatu yang keras apakah itu ikat pinggang pak gerry?? (Itu sebenarnya adalah penis pak gerry yang mengeras) kocokan pak gerry dengan dildo itu semakin cepat sensasinya semakin merangsang di bawah situ vaginaku benar benar ingin di masukkan dengan sesuatu yang lebih besar,

kocokan pak gerry kian cepatnya *ahh ahh ahh ah.. Pakk stop pakk saya nanti orgasm lagi” pak gerry seolah semangat mendengar hal itu tangannya meremas dada kananku gemas kepalanya berada di bahu kiriku bersebelahan dengan wajahku tangan kirinya asik mengocok vagina ku *ahh ahh ahh ahh waah pakk haduhh saya keluar pakk * hampir orgasm di detik terakhir saat hampir sampai pak gerry menghentikan kocokannya dan memasukan dildo itu lebih dalam,

dildo itu bergerak memutar mutar mengaduk aduk liang vaginaku orgasm ku yang tertahan dan hampir keluar pak gerry mengeluarkan dildo itu , nafasku terengah engah *hmmh hmmh hmh hmmh *, aku agak merasa kecewa kenapa berhenti di saat tidak tepat seperti itu

“terusin atau istirahat dulu mbak??” Sambil pak gerry menyentil nyentil bibir vaginaku dan aku menggeliat geliat keatas di setiap sentilannya , lalu aku mengangguk perlahan mengisyaratkan pada pak gerry, “jawab mba terusin sampai orgasm atau ngak??” ,

dengan nafas memburu aku menjawab *ngg- ngakk lah pak* pak gerry yang masih menggesekkan dildonya kini memasukkannya sedikit tapi masih bagian kepalanya

Aku merasakan wajah pak gerry semakin dekat denganku wajahnya berada di belakang telingaku nafasnya yang hangat tertiup hingga ke leher belakangku posisi seperti ini seolah aku sedang memeluk pak gerry ke belakang tangan ku yang terborgol sulit bergerak karna tertahan kepalanya ,

*pakk masih lamaa pak?? Malu pakk* tangan pakk gerry yang meremas remas payudaraku bergantian kini pindah ke bagian bawah, dan dildonya ia masukkan perlahan lagi tapi kali ini langsung cepat ditambah tangannya yang ikut menggesek gesek dari luar vagina ,

pluk pluk pluk pluk bunyi kocokan di bagian vaginaku semakin dashyat tak tertahan * ahh ahh udahh pakk mau keluar ahh* pakk gerry semakin cepat lagi mengocok dan menggesek vaginaku *haaa ahhh pakkk ahh stopp pakk ahh* tinggal sedikit lagii aku orgasm dan tepat di detik terakhir pak gerry mencabut dildo itu dan menghentikan gesekkannya ,

aku merasa tersiksa dengan itu “yaudah mbaa kita coba sampai orgasm saja yaa” sekali lagi pak gerry memasukan dildo itu tangannya yang satunya menarik bibir vagina ku keatas getaran vibrator mikrophone yang tertempel semakin terasa dalam posisi itu ,

*pakk masih lamaa atauu udahh pakk* , aku menggelinjang geli campur nikmat dengan kocokannya dan gesekan tangannya pak gerry mengobok obok vagina ku

*ahhh ahhh ahh ahh ahhh pakk ahh* dadaku pun ikut tersentak sentak karna kerasnya pak gerry mengocokkan benda itu *waah paakk pakk ahh*  tiba tiba pakk gerry berhenti “sampai orgasm ngak mba” ,

aku hanya terengah terdiam *mmmh hmmh hmmh*, “sampai orgasm atau ngakk?? Jawab mba!” , *iya pakk sampai orgasm* ,

“yakin mbak??” ,*iyaa pakk mmhh mmhh* , “serius yahh ini..” Aku mulai tak sabar dengan ini “serius mba jawab mba!!” *iyyahh pakk sampai orgasm!!* pak gerry melanjutkannya tapi kali ini cara memasukkannya dari atas dan melengkung kebawah dan gesekan tangannya pun berganti ke atas kebawah *ahhh pak pakk pakk pakk ahhh ahh ahh ahh* aku meracau dan mendesah aku tak bisa membayangkan apapun tentangku aku hanya terangsang,

pak gerry menghentikan gesekkannya dan mencabut mencabut vibrator yang di tempel di bawah perutku dia mengarahkan mikrophon itu ke bagian atas bibir vaginaku, aku terangsang bukan kepalang *haaah ahh ahh ahh ahhh* pakk gerry meneruskan kocokannya lebih dalam

*AHHH AHH AHH.. AHH *  aku hampir akan keluar tapi tiba tiba saja pak gerry melepaskan dildo itu dan mengeluarkannya dari vagina ku dan vibrator mikropon itu juga dimatikan, aku sangat ingin orgasm saat itu *pakkk hhmmhh hmmh terusin pak* ,

pak gerry yang melepaksan diriku dari dekapannya, dia berdiri dan melorotkan celananya melepas boxernya dan terlihatlah sebatang penis yang panjang namun besar  paha pak gerry yang berotot itupun penuh dengan tatto . Bersambung ke Candu Cerita Sex Kisah Karyawan Ep. 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*