Candu Cerita Sex Kisah Karyawan Ep 1 | Candu Sex
VIMAX
Agen Capsa
Bandar Q agen bandarq online bandar sakong bandar sakong bandarq online
Home » Cerita Sex Kiriman Pembaca » Candu Cerita Sex Kisah Karyawan Ep 1

Candu Cerita Sex Kisah Karyawan Ep 1

Bandar Sakong

Cerita Sex Kisah Karyawan Ep 1. Cerita ini terjadi dimana saat aku sedang ingin bekerja di sebuha perusahaan untuk menjadai karyawan, dilowongan terdapat bagian marketing lha disitulah aku ingin mencobanya, suatu hari aku dipanggil dan ternyata aku masuk karena jadi pegawai baru aku di training dan sitilah aku mendapat pengalaman yang tak pernah aku lupa.

Candu Cerita Sex Kisah Karyawan Ep. 1

cerita sex terbaru 2017, cerita dewasa 2017, cerita mesum terbaru 2017, cerita sex mesum 2017, cerita mesum 18 2017, cerita mesum baru 2017, cerita mesum terkini 2017, cerita mesum 17 2017, cerita mesum terhot 2017, koleksi cerita mesum 2017, mesum cerita 2017, kumpulan cerita mesum bergambar 2017, galeri cerita mesum 2017, cerita mesum paling panas 2017, cerita mesum dan fotonya 2017

Namaku Vania umurku 26 tahun tinggi ku 164cm dan payudara ku yang berukuran 34E , Aku sudah menikah dan memiliki 1 orang anak yang masih kecil, suamiku bekerja sebagai sauce chef di suatu restoran besar.

Singkat cerita aku di izinkan suamiku untuk kembali bekerja ke perusahaan yang aku mau, setelah mengirim surat lamaranku , 2 minggu kemudian aku di panggil untuk interview.
Aku pergi di hari itu di pagi sekitar jam 8 setelah pamitan dengan suamiku dan menitipkan anak kami dengan neneknya .

Sesampainya aku di kantor itu. Aku berhadapan dengan seorang resepsionis. Seorang perempuan bisa dibilang tidak lagi muda “pagi ada yang bisa saya bantu mba” ,

*saya ada janji dengan pak gery hari ini, atas nama vania* , “ohh mbak vania yaa. Mau interview kan?? Sebentar saya panggilkan pak gerry dulu” kata resepsionis tersebut. Tak berapa lama pak gery datang, pak gery seseorang yang bertubuh tegap berpostur tinggi dan besar tangannya terlihat berotot  terlihat dari wajah dia seperti keturunan mandarin.

“Halo mbak vania, selamat pagi (sambil menjabat tangan)” , * pagi pak, maaf ya pak kalau saya datangnya telat* , “ahh ngak kok santai aja hehe, yukk mari ikut saya” aku pun berjalan mengikutinya ke sebuah lift. Kantor ini sangat besar dan terdiri dari 5 lantai penjagaannya pun sangat ketat, cctv dimana mana bahkan di lift menggunakan sensor sidik jari untuk menjalankannya.

Singkat cerita kami menuju ke lantai 4. Kami menuju ruangan office yang isinya bahkan seperti ruang keluarga . “silahkan duduk dulu mba ya” , *iya paak* , pak gerry membawa 2 cangkir jus jeruk ke meja dan duduk di shofa di sebelahku..

“Ini beberapa berkas yang harus di isi mba ya, disana pertanyaannya lengkap jadi mohon jangan ada yang di kosongkan yaa” , *baik paa*, sambil pak gerry menanyakan pertanyaan pertanyaan basa basi sambil aku menulis data yang harus ku isi, dan membaca beberapa ketentuan nya, aku agak sedikit merasa aneh dengan bebarapa ketentuannya karna mengharuskan ku ‘diperiksa secara fisik dan uji kesehatan secara langsung dan direkam menggunakan kamera’ aku tidak bermaksud negativ tentang hal itu karna uji kesehatan sudah lumrah di perusahaan perusahaan besar .

“nah mba kan baca ketentuannya ini juga termasuk persyarataan untuk diterima ke perusahaan ini, mba sanggup kan?” *yaa pak, saya sanggup* ,

“jadi ini form yang akan saya isi setelahh saya melakukan medical check up pada mba vania, saya akan melakukan tes fisik dulu mbak ya jadi saya akan nyalakan camera nya”, berdiri sambil menyalakan sebuah kamera yang sudah di letakkan di depan meja dan mengarah persis ke shofa besar kami duduk..

” Mba saya akan melakukan check-up pada mba tapi ini bakalan mengaggu dan gak nyaman buat mba” ,

*ee kalo boleh tau saya akan di check apanya pak* ,

“gini lohh mba, saya dipercaya untuk mengetest uji kesehatan pegawai yang akan masuk ke perusahaan ini, karna perusahaan ini akan memberikan kontrak kerja seumur hidup buat karyawan disini, jadi kami harus mengetahui kelayakan dan kualitas manusia yang akan bekerja disini” ,

*iya pak saya mengerti pak* ,” dan juga mbak diperiksa dengan detail jadi, akan ada test seperti kangker payudara dan ataukah mba pernah mengkonsumsi narkoba atau obat terlarang, pecandu alkohol dan hingga apakah mbaa pernah mengidap penyakit sepilis atau berapa penyakit yg diderita sejak kecil” ,

aku terdiam mendengar yang di ucapkan pak gery tentang uji kesehatan ini. Tapi dipikir – pikir aku 100% sehat dan namun agak takut juga tentang uji kesehatan ini..

“Mba gak usah khawatir” dengan suara menenangkan dia membangunkan lamunanku , “saya seorang yang bersertifikat saya dulu lulusan perawat, dan udah pernah jadi asissten dokter tapi karna disini perusahaan keluarga ya saya juga akan kerja disini” ,

*tapi paak gimana tentang testnya ? Kalau sampai mendetail seperti itu, sama saja mengeksplor bagian bagian intim saya dong?* ,

“iya itu juga menjadi keharusan. Yaa memang syarat yang cukup berat sih, tapi mbaa boleh saja mundur dari sini , tapi itu sudah dianggap gagal, kami tidak memaksakaan tentang ini namun ini sudah menjadi standart di sini, jadi mau gk mau sih..

Semuanya terserah pada mba, banyak juga kok yang mundur dari tes ini mbak” , *beri saya waktu untuk berpikir dulu pak* , ” ya mbaa” , aku berpikir kras tentang hal ini Ini benar benar mengganggu, padahal ini sudah di depan mata, *lalu pak apakah harus direkam begitu pak?* ,

“yaah itu sebagai keamanan profesional mbak, agar tercipta bukti kalau ada hal yang tidak di inginkan” , akhirnya aku mengalah biarlah , mungkin ini memang persyaratan yang diharuskan apa boleh buat. Lagipula pak gerry terlihat tidak mesum dan cara dia bicara juga agak ke wanita wanitaan.

*yaudah pak, kalau saya setuju apa yang harus dilakukan pertama pak* , “kalau memang setuju mbak tanda tangani berkas yang di isi tadi, dan ganti bajunya dulu menggunakan baju khusus yang kami sediakan” pak gerry sambil menyerahkan ku sebuah baju dari dalam tasnya, baju ini seperti baju daster biasa.

“Mba habisin dulu jus nya , tarik nafas santai aja dulu relax kalo udah baru ganti baju, saya juga ingin siap siap”, aku menarik nafas panjang dan menenangkan pikiranku sejenak sambil meminum jus yang disediakan di meja kecil ini, pak gerry sedang sibuk memasang jas lab warna putihnya dan menyiapkan sebuah kertas yang akan disi data data kesehatan ku.. ” gimana mba??

Sekarang?” Kata pak gerry sambil memasang sarungtangan karetnya *iya pak, saya ganti bajunya dulu* , “itu disana mbak ruang gantinya”, aku berjalan menuju ruang ganti, aku melepas semua pakaian ku, menyisakan bra dengan celana dalam dan stoking ku.

Aku memasang baju yang disediakan oleh pak gerry, baju ini berlengan pendek dan sangat nyaman dipakai , tidak terlalu tipis baju ini layaknya daster yang panjangnya menutupi lututku , aku berjalan keluar dan langsung di sapa pak gerry, “stokingnya mohon dilepas mba ya”,

*ohh iya, maaf pak.* aku kedalam lagi dan melepas stoking ku.. Setelah itu aku kembali ke shofa itu dengan perasaan agak gugup , “habisin jus nya dulu yaa mba, soalnya meja nya mau kita jauhin dulu” , aku tersenyum sambil mengambil gelas ku, aku habiskan sisa jus itu dan meletakannya kemeja, pak gerry menjauhkan meja tersebut dan mengarahkan cameranya agar sejajar..

“Mba siap ya?? Soalnya saya akan rekam sekarang” , *iyaa pak* dengan perasaan masih tegang aku akan melakukan ini, kamera mulai merekam, pak gerry datang sambil membawa kertas yang akan di isinya tentang data ku mengenai tes ini,

“jelaskan spesifikasi mba dari tinggi , berat badan, umur, dan lama menikah” ,

*tinggi saya 164cm , berat badan saya 44kg , usia pernikahan saya sudah hampir 5tahun* ,

“bisa saya liat pergelangan tangannya” pak gerry meraih tangan kiriku dan menekan urat nadiku, lalu mencatat nya ke kertas itu, “buka mulutnya mba ya..”

Aku membuka mulutku dan pak gerry memeriksanya dengan senter, setelah itu dia mulai meremas-remas lengan ku “maaf mba ya, ” ,

*iya silahkan pa* , setelah ia lakukan itu di kiri dan kanan tangan ku, dia pindah ke bagian kaki , “maaf kalau lancang mba ya” ucap pak gerry sambil melepas kedua sepatu ku, dia mulai meremas-remas kedua kaki ku hingga sampai ke paha, aku masih belum curiga tentang ini tapi aku akan tetap menjalaninya.

“Ini agak mulai vulgar mba, jadi saya akan mengecek ke bagian payudara jadi saya mohon ijinnya mba ya” , *oh ii-iiya* setelah dia mengisi form medical checknya dia meluai memegang kedua dada ku, dia menyentuhnya perlahan dari luar baju dengan lemah lembut.

Kedua tangannya bermain pelan di kanan dadaku, setelah beberapa saat dia pindah ke bagian kiri, dsini aku mulai merasa aneh, seolah aku terbawa suasana, aku merasa seperti seluruh badanku ikut merasakan sentuhan di kedua payudaraku, pak gerry pindah ke belakang ku berdiri dari belakang shofa sambil meremas kedua payudara ku, remasannya semakin terasa lebih keras,

“mba angkat bajunya dulu mba “, ucap pak gerry dengan santai sambil mengangkat dasterku dari bawah hingga leher ku, terlihatlah celana dalam ku yang biru muda dan bra biru mudaku, aku agak kaget melihat CD ku keliatan seperti berair keringat atau kencing ntah apalah aku tidak mengerti, pak gerry hanya kembali melanjutkan remasannya di kedua dadaku tapi kali ini agak sedikit liar,

tangannya bergerak berbeda dari sebelumnya, ” ukuran bra nya brp mba??” , aku sempat kaget mendapat pertanyaan itu tapi yang dilakukannya melebihi pertanyaannya *36E pak* ,

“mmmm maaf mba ya, ini saya lepas dulu” pak gerry melepas kaitan bra ku dan kembali ke posisi di sepelahku , perasaanku aneh bercampur aduk merasa sangat malu tapi juga ada sensasi lain entah apalah itu, aku seolah merasa sangat berenergi tapi seolah tubuhku sangat malas untuk bergerak *apa masih lama pak, saya malu banget sama bapak* ,

“maaf mba maaf banget yaa , kita sambil ngobrol aja yahh biar perhatiannya kita agak teralihkan mba aja yang nanya nanya soal saya” , aku sangat merasa aneh dalam kondisi itu pak gerry yang kembali mencatat tulisannya dan menjelaskan tentang dirinya,

“saya udah kerja disini 11 tahun, kebanyakan karyawan manggil saya ‘ngkoh’ padahal saya bukan cina tapi saya keturunan korea umur saya sekarang 44tahun” , aku hanya diam dan memerhatikannya lalu kembali dia melanjutkannya,

kali ini dia mulai dengan memencet-mencet putingku aku merasa sangat gelii sekali dan juga sepertinya vagina ku juga mengeluarkan cairan CD ku basahnya mulai terlihat akupun sudah merasakan basah di bagian dalam CD ku,

“ini pentilnya warna coklat muda dan masih ranum buat umur kayak mba juga ukurannya besar dan pas banget sama body mba, ” ucap pak gerry sambil menulis laporannya *itu juga di catat pakk??* ,

“iiya mbaa, ini akan jadi berkas perusahaan sementara aja kok, habis itu akan dilenyapkan karna mengandung privasi orang lain” ,

diakembali memainkan kedua dada ku kedua telapak tngannya menggesek gesek kedua putingku, ntah berapa lama sudah dadaku di periksa oleh pak gerry sampai sampai leherku terasa panas dan berkeringat

“mba bajunya sekalian dilepas aja mba” sambil pak gerry melepaskannya dari tubuhku secara otomatis tubuhku merespon mengangkat tanganku keatas seolah merelakannya untuk terlepas sekarang hanya tersisa CD ku yang menempel di tubuhku, aku memejamkan mataku dengan perasaan sangat malu dan mencoba menutupinya dengan tanganku ,

“tangannya naikin keatas bentar mba” dia menaikkan kedua tanganku keatas, dia menatap kedua ketiak ku sambil meletakkan tubuhku agar tersender ke shofa setelah itu jarinya mulai menyentuh ketiak kanan ku, aku kegelian dan mencoba menggeliat tapi ku tahan lalu dia menggunakan telapak tangannya menggesekkannya di ketiak ku,

gelinya semakin menjadi bahkan ini bisa dibilang rangsangan walau tanpa gaya erotis tapi ini seolah olah bagai foreplay yang nikmat, tapi aku tak pernah merasa seperti ini dengan suamiku padahal kami saling peluk dan ciuman ntah apa yang terjadi padaku saat ini , pak gerry pun pindah ke yang sebelah kiri kini aku semakin tak karuan..

Setelah itu kedua tangannya kembali membelai samping samping payudara ku perlahan tangannya menuju ke tengah dan jari-jarinya bergantian memainkan putingku terasa sangat cepat tangannya bermain di putingku..

Aku sudah mulai mendesah tapi tetap ku tahan sekuat kuatnya agar tak bersuara.. Tapi tubuhku tetap menggelinjang perlahan oleh sentuhan pak gerry, tangannya membelai sampai perut dan paha ku dia menbuka pahaku melebar dan membelai vagina ku dari luar CD “kok basah mba??, kalau gitu berdiri bentar”

Dia menggiring tanganku agar aku berdiri tanpa permisi dia menurunkan CD ku, aku hanya pasrah tentang semua ini dan berpikir kalau ini tidak pernah terjadi, dia membelai rambutku kebelakang , mendudukkan ku lagi sambil membuka lebar kedua kaki ku, aku mengangkang lebar memperlihatkan vagina ku yang masih terlihat pink dan ranum dan bulu bulu halus yang mengkilap basah pak gerry menyentuh kan jarinya di atas lubang pantatku dan menggesekkannya perlahan ke atas hingga melewati bibir vagina ku,  Bersambung ke Candu Cerita Sex Kisah Karyawan Ep. 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*