Candu Cerita Sex disitulah Enaknya | Candu Sex
VIMAX
Agen Capsa
Bandar Q agen bandarq online bandar sakong bandar sakong bandarq online
Home » Cerita Sex Kiriman Pembaca » Candu Cerita Sex disitulah Enaknya

Candu Cerita Sex disitulah Enaknya

Bandar Sakong

Cerita Sex disitulah Enaknya. Aku sering meilhat tulisan tulisan dipinggri jalan Pijat capek, rasa penasaranku timbul ketika melintasi disalah satu jalan yang hendak menuju ke kantorku, aku masih sendiri diusikau yang menignjak kepala 3 dimana aku lebih focus ke karir ketimbang mencari pasangan, waktu itu aku dapat jatah untuk berlibur ke bali, dan disini aku mendapat pengalaman yang tak terlupa.

Cerita Sex disitulah Enaknya

cerita sex terbaru, cerita dewasa, cerita mesum terbaru, cerita sex mesum, cerita mesum 18, cerita mesum baru, cerita mesum terkini, cerita mesum 17, cerita mesum terhot, koleksi cerita mesum, mesum cerita, kumpulan cerita mesum bergambar, galeri cerita mesum, cerita mesum paling panas, cerita mesum dan fotonya

Aku termasuk tipe orang yang menyukai permain sex, ketika hari sudah  menjelang malam setelah dari belanja aku kembali ke hotel terletak di Nusa dua, karena lelah aku menelpon CS untuk menanyakan menu/fasilitas yang ada disini.

Setelah menerangkan harga dan paket massage yang ada, aku memutuskan untuk mengambil pijat tradisional selama 2 jam di kamar, karena aku sudah letih dan malas untuk jalan jalan ke luar lagi.

Si operator menanyakan aku apakah mau male/female masseur, karena iseng aku bilang yang male. Dengan malas aku mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk shower air panas, sambil memejamkan mata aku berdiri diatas pancuran shower dan membiarkan badan aku di siram oleh air hangat yang terasa sangat menyegarkan badan.

Setelah kurang lebih 40 menit kamar aku bel, dengan tergesa gesa aku mengeringkan badan dan menutupi badan aku dengan handuk.

Ternyata Massage service yang aku pesan sudah datang, sambil berpegangan pada handuk aku mempersilah dia masuk ke dalam.

“Permisi Bu..” ujarnya.

Kesan pertama orangnya sangat sopan, penampilan tidak terlalu macho, body biasa saja tidak terlalu atletis, tetapi tinggi dan kulitnya hitam tapi bersih (tidak ada kumis/jenggot) dan rambut pendek cepak.

Dia mengunakan baju kaos linen putih, dan celana panjang putih linen tipis yang longar (diikat dengan tali di pinggang)

Si therapist mempersilahkan aku untuk membuka bajunya semua dan tidur tengkurap di atas tempat tidur, sementara dia pergi ke kamar mandi untuk mempersiapkan peralatannya dan mungkin cuci tangan dan lain lain.

Si therapist ternyata orang Jawa yang merantau ke Bali, sambil ngobrol ngobrol si therapist memijat seluruh badanku dengan minyak aroma therapy.

Setelah seluruh badan belakang selesai, si therapist permisi untuk memijat di bagian pinggul dan paha dalam, dan karena aku lagi iseng (mungkin horny) aku mempersilahkannya.

Kemudian dioleskan minyak massage dengan lembut ke seluruh bagian pinggul luar dalam, paha, selangkangan dan bahkan sampai ke sekitar lubang anus, pada saat di pijat di areal itu aku kegelian enak, secara enggak sadar kakiku makin terbuka, karena terkadang secara “tidak sengaja” jari jari si therapist menyentuh ke bagian vagina dan clitoris aku.

Proses pijat lembut di areal sensitif ini ini berlangsung selama kurang lebih setengah jam, aku sampai terenggah-engah keenakan, merem melek sampai hampir pingsan keenakan.

Lalu si therapist bertanya apakah mau di lanjutkan dengan kissing massage, aku tidak ngerti apa kissing massage itu, si therapist menjelaskan, ternyata kissing massage adalah seluruh badan akan diciumi dan dijilati dengan lembut dari ujung jari kaki sampai ke ujung rambut.

“Wow..” dalam hati aku, karena aku yang lagi punya niat nakal langsung saja aku mengiyakan.

Si Therapist kemudian bertanya dan minta ijin apakah dia boleh buka baju. Karena penasaran aku bilang ok, maka mulailah si terapis membuka bajunya satu persatu di depan aku yang sedang tengkurap lemas.

Si therapis sangat sexy dan sopan, dia membuka bajunya semua dan melipatnya satu persatu di atas tempat tidur sampai telanjang bulat, di depan muka aku terlihat penisnya yang sudah setengah ereksi, dengan bulu yang sudah di trim dengan rapih.

Maka mulailah si therapist naik ke atas tempat tidur dan menciumi dengan lembut, tengkuk, punggung, pinggul, paha, betis, kemudian kaki aku di tekuk, diangkat dan ditaruh di antara paha dan badan si therapist sambil dia pelan pelan menghisap jari kaki aku satu persatu sambil mengulumnya dengan lidah.

Kemudian mulut dan lidah si terapis naik lagi ke bagian sensitif pinggul dan selangkangan. Kali ini dia menjilati bagian pinggul dalam dan memasukan lidahnya ke dalam anus aku sambil tangannya membuka pipi pinggul aku, lidahnya di mainkan disana, sensasinya luar biasa sampai aku berteriak teriak.

Kemudian aku di suruh berbalik badan, seluruh badanku sampai gemetaran dan lemas. Sambil berlutut dan tersenyum sopan si terapist permisi untuk memulai kissing massage dibagian depan. Menurut aku sikap si therapist ini sangat submissive dan sopan sekali, sehingga aku merasa comfortable/nyaman dan pada saat itu sisi dominating aku muncul.

Dengan posisi berlutut dan membungkuk si therapist mulai menciumi dan menjilati lembut sekitar dada, aku yang merasa di atas angin mulai meraba raba badan si terapis yang keras dan berotot walau sedikit terlalu kurus.

Pada saat diraba si therapist tidak protes ataupun bersuara, karena penasaran aku lalu mulai memegang megang penis si terapis yang sudah mulai keras dan bergoyang goyang mengantung di antara dua kaki yang sedang belutut.

Awalnya pelan pelan, namun karena tidak ada reaksi aku mulai meremas remas bagian “balls” dan penis, pada saat itu si Therapis mengerang kesakitan namun tetap pasrah dan terus menjilati tubuh aku.

Pelan pelan si therapist mulai turun menjilati perut dan bagian atas vagina aku sambil terus berlutut dan memberikan akses alat vitalnya kepada tangan dan jari aku.

Setelah kurang lebih 15 menit aku sudah tidak sabar lagi, aku menjambak rambut si terapis dan mengarahkan kepala dan mulutnya untuk menjilati clitorisku yang sudah sangat sensitif.

Tidak lama kemudian aku climax, mungkin ini adalah orgasme yang paling sensational yang pernah aku alami karena proses teasing mencapai puncak sangat lama dan mengoda.

Pada saat itu si therapist tetap pada posisi submissivenya sambil menundukan kepala mulai memijati tangan aku seolah tidak terjadi apa apa, tadinya aku sempat malu pada saat orgasme, namun karena sikap si therapist yang profesional itu membuat aku merasa relax dan santai.

Lalu si therapist bertanya apakah ada lagi yang bisa dia lakukan, pada saat itu karena sudah ngantuk dan relax, maka aku bilang bahwa aku ingin tidur, maka si therapis dengan perlahan memakai bajunya dan memberikan slip charge yang untuk di tanda tangani, waktu itu aku bingung harus kasih tip berapa, aku kasih dia 500,000 si terapist hanya tersenyum dan tidak complain malah dia menawarkan lagi untuk service massage besok.

Dia juga berkata kalau aku suka, dia akan membawa peralatan extra besok, karena penasaran aku bertanya “Peralatan apa lagi?”

Ternyata dia adalah seorang pemijat submissive yang suka melayani dan disiksa oleh clientnya yang rata rata orang asing.

Peralatan extra tersebut adalah alat alat pengikat seperti tali tambang, borgol, cambuk, pecut, rotan, penis karet dan lain lain.

Pembaca sejak pertemuan itu, aku menjadi ketagihan dan terkadang aku membooking dia seharian untuk aku siksa dan melayani aku dengan tangan terikat.

Pernah selama 3 jam nonstop aku suruh dia menjilati vagina aku sambil berlutut di bawah, sedangkan aku duduk santai sambil merokok dan nonton TV.

Kalau aku ingin pipis aku tinggal jongkok diatas mulutnya yang terbuka lebar, dan mengencingi mulutnya, dengan taat dia meminum air kencing aku dan membersihkan vagina aku setelah selesai.

Aku juga menikmati erangan seorang pria pada saat aku siksa, biasanya aku suruh dia nungging dan pantatnya aku pukul pakai rotan sampai merah biru sambil sesekali aku colok colok lobang pantatnya dengan rotan tersebut.

Aku bisa menjadi sangat egois dalam permainan ini, aku tidak peduli apakah dia merasa tidak enak atau kesakitan, yang penting aku puas dan enak. Mempunyai ego seperti ini di saat momen permainan itu membuat aku menjadi merasa kuat dan berkuasa.

Setelah balik ke Jakarta aku mencoba untuk mencari society yang gemar dan sealiran dengan aku, namun sampai saat ini aku belum pernah menemukan group orang tersebut, mungkin kegemaran aku ini langka di Indonesia.

Kejadian di Bali tersebut selalu terbayang bayang di pikiran aku dan selalu membuat aku menjadi Horny bila setiap saat mengingat ingat permainan permainan yang kami lakukan.

Pernah karena sudah tidak tahan lagi, aku menelpon sang therapis tersebut untuk mengambil cuti selama seminggu dan datang melayani aku ke Jakarta.

Tentunya semua ongkos pesawat dan penginapan selama di Jakarta harus aku keluarkan, belum tips yang harus aku berikan kepada dia, tetapi uang sudah tidak artinya lagi buat aku bila dibandingkan dengan kenikmatan di atas yang aku dapatkan.

Selama seminggu aku menyewa service apartment di Jakarta Barat, disitulah aku dilayani oleh si Therapist “special” tersebut, hubungan kami tetap profesional, dia juga selalu menjaga agar kami tidak saling jatuh cinta, tentunya aku juga ingin begitu.

Permainan kami selama seminggu sangat intense dan melelahkan, tentunya lebih banyak lelah di dia, tetapi di situlah enaknya, aku merasa puas dengan keegoisan aku tersebut.

Bila aku sudah kehabisan akal mau di apakan lagi dia, aku menyuruh dia untuk menjadi salah satu furniture pelengkap di aparteman, seperti meja penyandang kaki aku, atau sebagai patung pemegang asbak aku.

Perlu juga pembaca ketahui, selama permainan kami, aku hanya beberapa kali membuat dia orgasme, itupun juga bukan aku yang melakukan, aku hanya menonton dia melakukan masturbasi (tentunya dengan seijin aku) biasanya aku mengijinkannya bila dia sudah sangat memuaskan aku dan benar benar patuh terhadap perintah aku.

Biasanya aku suruh dia berdiri diatas meja pendek dan masturbasi, kemudian spermanya di tampung ke dalam gelas biar tidak kotor ke mana mana dan aku perintahkan dia untuk meminumnya dan menjilati gelas sampai bersih.

Setelah selesai dia akan tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada aku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*