Candu Cerita Sex Selingan Kesenangan | Candu Sex
VIMAX
Agen Capsa
Bandar Q agen bandarq online bandar sakong bandar sakong bandarq online
Home » Cerita Sex Selingkuh » Candu Cerita Sex Selingan Kesenangan

Candu Cerita Sex Selingan Kesenangan

Bandar Sakong

Cerita Sex Selingan Kesenangan. Berikut cerita tentang siboss dengan sekretarisnya di kantor, berdua sepakat kegiatan sex mereka dibuat untuk selingan rutinitas pekerjaan yang mengakibatkan stress , siboss namanya Om Erwin dia sudah tua cuman semangatnya masih muda sedangkan Astrid usianya relative muda , banyak orang di kantor yang sudah tau akan hubungan mereka berdua, namun mereka berdua cuek dan dibuat untuk kesenangan dari keisingan.

Cerita Sex Selingan Kesenangan

cerita sex perselingkuhan, cerita perselingkuhan terbaru, cerita perselingkuhan ibu rumah tangga, cerita cerita perselingkuhan, cerita perselingkuhan ibu, cerita perselingkuhan di kantor, cerita ngesek perselingkuhan, cerita perselingkuhan wanita, cerita perselingkuhan istriku, cerita perselingkuhan bergambar, cerita mesum perselingkuhan, cerita perselingkuhan dengan tetangga, perselingkuhan cerita, cerita perselingkuhan sampai hamil, cerita perselingkuhan tetangga, cerita hubungan perselingkuhan, cerita perselingkuhan terpanas, cerita birahi perselingkuhan, cerita bokep perselingkuhan

Tok… tok… tok… , terdengar suara ketukan dari balik pintu.Suara ketukan itu cukup mengalihkan perhatian seorang wanita cantik yang kini sedang duduk di belakang meja kerjanya. Ia kemudian terlihat menghentikan kegiatannya membaca sebuah berkas di dalam map yang dipegangnya.

Wanita berparas cantik nenawan, berkulit putih mulus dan berambut hitam panjang lurus itu kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu.Oh Bapak… , wanita itu tersenyum.

Di depan pintu kini berdiri seorang laki-laki bertubuh tinggi semampai dan tegap. Walaupun sudah berumur diatas 45 tahun, namun sama sekali kegagahan sang laki-laki tersebut tidak berkurang. Laki-laki itu adalah Erwin Adianto atau sering dipanggil Om Erwin, seorang Direktur sebuah perusahaan swasta yang cukup ternama di kota tersebut.

Sedangkan si wanita cantik adalah Astridna Belovy, 24 tahun, sekretaris Direksi dan salah satu pegawai muda di perusahaan tersebut.Boleh Om masuk? .Wanita cantik itu tertawa kecil. Om ini lucu, yang punya perusahaan kan Om ? Jelas boleh dong masuk ke ruangan saya he he .

Laki-laki itu hanya tersenyum mendengar perkataan sang sekretaris, kemudian berjalan masuk ke dalam ruangan. Begitu Astrid selesai menutup pintu, tiba-tiba sebuah pelukan langsung membekap tubuh sintalnya dari belakang.

Ah Om nakal… , Astrid berucap pelan.Om kangen nih sayang , sebuah kecupan langsung mendarat di pipi dan leher Astrid.Jangan disini dong Om ntar ada yang Astridt .Astrid berusaha menghentikan Om Erwin yang masih terus mendaratkan ciumannya.Kenapa sayang? Apa Om tidak boleh mencumbuimu lagi?

.Boleh Om , tapi… .Om Erwin kemudian membalikkan tubuh Astrid sehingga kini mereka berhadapan. Tanpa sempat melanjutkan kata-katanya, ciuman langsung mendarat di bibir Astrid dan membungkamnya.

Astrid pun kini hanya berdiam diri dan membiarkan Om Erwin melumat bibir mungilnya. Laki-laki paruh baya itu mencumbui bibir sang sekretaris seperti seorang musafir yang menemukan sebuah oase di padang pasir.

Bibir Astrid dirasakannya seperti seteguk air yang bisa melegakan tenggorokannya yang kering.Tunggu om… , Astrid meletakkan telaOm tangannya di bibir Om Erwin ketika laki-laki itu kembali hendak melumat bibirnya.Kenapa? .

Astrid tidak menjawab. Dengan perlahan ia melepaskan pelukan Om Erwin dan beranjak menuju jendela kantornya. Wanita cantik itu kemudian menutup tirai jendela kantornya. Om Erwin hanya tersenyum melihat tingkah sang sekretarisnya yang cantik.

Laki-laki itu begitu tergila-gila dengan Astrid sejak pertama kali wanita cantik itu melakukan tes wawancara. Bagaimana tidak, dengan wajah cantik, kulit putih, rambut panjang halus, tubuh tinggi semampai dengan lekukan proporsional pastilah akan membuat siapapun yang melihat Astrid pastilah akan kehilangan kewarasannya.

Om Erwin merasa benar-benar beruntung bisa menikmati keindahan bahkan kehangatan tubuh sintal nan sempurna tersebut.Om , ini kan masih siang? , ucap Astrid sedikit mendesah sambil berjalan mendekati laki-laki tersebut.Seminggu tidak bertemu denganmu, sungguh benar-bener terasa menyiksa! .

Tapi kan nyuruh saya pergi diklat juga Om ? , dengan manja Astrid memeluk tubuh atasannya itu dan mengecup bibirnya.Iya, itu kan demi kariermu juga makanya hari ini Om ingin sekali melepaskan rindu .

Tapi nanti malam kan bisa? Saya nggak ada acara kok… .Nggak bisa sayang, Om sudah nggak tahan lagi .Kembali mereka berciuman dan kali ini meraka lakukan dengan panas, seakan-akan benar-benar ingin melepaskan seluruh perasaan yang selama ini tertahan.

Kedua bibir tersebut saling beradu dan saling melumat.Oh… so tasty… .Do you like it? .Om Erwin mengangguk mantap.Mau yang lebih? , Astrid tersenyum menggoda sambil menguap-usapkan jari telunjuknya ke bibir Om Erwin.Sure…! .

Kita cari hotel sekarang? , jari-jari Astrid kini merambat turun menuruni leher dan kemudian mempermainkan dasi atasannya.No… let’s do it here… .Ah? Here? , kali ini nada suara Astrid menggambarkan nada penuh keheranan.Yes…! Here… .

Tiba-tiba saja Om Erwin langsung menggendong tubuh Astrid sehingga membuat sekretaris cantiknya itu menjerit pelan. Hubungan keduanya memang sudah cukup lama terjalin, sudah hampir 6 bulan lamanya.

Om Erwin yang memang menyukai wanita-wanita muda dan Astrid yang memang memiliki jiwa penggoda membuat hubungan terlarang itu menjadi semakin mudah terjalin. Hubungan dua insan berbeda jaman ini ibarat sebuah simbiosis mutalisme, dimana keduanya memang saling membutuhkan.

Om Erwin membutuhkan kehangatan percintaan yang sudah tidak bisa lagi ia peroleh dari sang istri, sedangkan Astrid membutuhkan penyuplai dana untuk kehidupannya yang cenderung glamor. Keduanya begitu pandai dan komOm menyembunyikan hubungan cinta terlarang ini, sehingga sampai saat ini bau-bau perselingkuhan sama sekali belum juga tercium keluar.Aaoo… , kembali Astrid menjerit pelan ketika Om Erwin mendudukannya di atas meja kerjanya.Kemudian mereka kembali berciuman dengan panas.

Permainan lidah pun kini mulai menghiasi percumbuan keduanya. Lidah mereka saling bertemu dan bertautan dengan hebat. Astrid namOm sama sekali tidak risih harus bercumbu dengan laki-laki yang usianya hampir setara dengan ayahnya ini.

Yang lebih gila lagi, keduanya tidak merasa risih harus bercumbu di kantor dimana jam masih aktif walaupun kini adalah memang waktu istirahat. Beginilah mungkin yang sering orang-orang sebut ketika nafsu sudah menjadi raja, maka logika tak akan lagi punya kuasa.Wangi parfum yang tercium dari sekujur tubuh Astrid membuat nafsu Om Erwin kian menggelora, sehingga ciuman tidak lagi bisa membasuh panasnya gelora tersebut.

Kini tangan laki-laki itu mulai merambah dan meremasi kedua payudara Astrid dari balik blazer yang dikenakan wanita cantik tersebut. Ternyata itupun tidak cukup. Sambil tetap berciuman tangan nakal Om Erwin dengan cekatan membuka satu persatu kancing blazer biru tua sang sekretaris.

Sementara jari-jari lentik Astrid kini sedang berada di selangkangan sang bos yang sudah namOm terbuka. Jari-jari itu terlihat melakukan tugasnya dengan baik, sehingga membuat tonjolan yang ada disana menjadi semakin menggunung.Jangan dibuka Om , nanti nggak keburu makenya , Astrid menghentikan usaha atasannya yang hendak membuka kancing kemeja begitu ia selesai melepaskan blazer yang dipakainya.

Terlihat ekspresi kekecewaan di wajah Om Erwin yang terlihat sudah ingin sekali menikmati payudara montok milik bawahannya. Astrid yang memang sudah berpengalaman dibidang percintaan rupanya mengerti ekspresi tersebut.Kok cemberut sih? he he he .

Pengen nyusu… , sahut Om Erwin singkat.Wah ada bayi besar nih minta netek he he he .Om Erwin tidak berkomentar, hanya ekspresi wajahnya saja yang menunjukkan apa yang kini sedang dirasakannya.Iya deh saya bukain .

Senyuman menggoda kembali tersungging di bibir tipis Astrid.Dengan cekatan kemudian wanita cantik itu membuka satu persatu kancing kemeja putih yang dipakainya. Setelah kancing terakhir terbuka, kemudian jari-jari lentik Astrid berlahan membuka kaitan bra berwarna merah muda berenda yang dipakainya dan menggeser posisi cupnya.

Kini di depan Om Erwin terpampanglah sebuah gundukan gading kenyal dan padat, dengan puting kecil berwarna coklat yang menantang. Senyuman pun kembali terpancar di wajah laki-laki paruh baya tersebut.Aku kangen sekali dengan ini ,

Om Erwin mengusap dan memelintir pelan puting payudara kanan Astrid.Aaah… Om genit ah… , Astrid mendesah pelan.Kok tambah gede sih? , kini tangan kanan Om Erwin mendarat dan meremas payudara kiri sang sekretaris.

Gara-gara Om tuh… .Lo kok gara-gara Om ? .Astrid tersenyum kecil. Om sih suka ngemutin makanya jadi bengkak nih he he .Ih kamu ini ya, benar-benar menggemaskan he he .Om Erwin merangkulkan kedua tangannya di pinggang Astrid yang sedang duduk di atas meja. Sebuah kecupan kemudian mendarat mulus di bibir mungil si wanita cantik.Mau diAstridt aja nih Om ? Rugi dong dibuka? , Astrid melirik nakal ke arah kedua payudaranya yang memang kini sedang menganggur .

Nggak dong… , selesai berucap puting payudara kanan Astrid langsung amblas ke dalam mulut Om Erwin. Dengan penuh nafsu Om Erwin melahap kedua payudara montok itu secara bergiliran.Astrid sendiri namOm menikmati sekali sedotan dan permainan lidah Om Erwin pada kedua payudaranya. Belum lagi remasan tangan Om Erwin yang tak kalah membangkitkan nafsunya.

Sambil menggigit bibir bawahnya menahan geli, wanita cantik itu mengelus-ngelus rambut atasannya. Kini Astrid terlihat seperti seorang wanita yang sedang menyusui bayi besarnya.Oooh… , desah Astrid pelan ketika Om Erwin sedikit menggigit puting payudaranya.

Toketmu benar-benar luar biasa sayang, padat dan kenyal! , sebuah kecupan dan pagutan mendarat kembali di bibir Astrid.Om suka? .

Suka banget! .Just enjoyed it, it’s all for you… .Sambil tetap menikmati kepadatan payudara Astrid, berlahan tangan kanan Om Erwin merayap turun merabai kedua betis sang wanita yang kini dalam posisi menjuntai di atas meja.

Permukaan betis mulus tersebut terasa begitu lembut dan halus. Tangan dan jari-jari itu terus merayap naik sehingga menimbulkan sensasi geli di sekujur tubuh Astrid. Apalagi ketika tangan Om Erwin berlahan masuk ke dalam rok span pendek yang dikenakannya dan terus merabai permukaan pahanya.

Astrid yang memang telah mengangkang lebar memudahkan akses masuk tangan atasannya tersebut menuju selangkangannya. Kini Astrid bisa merasakan jari-jari tangan Om Erwin telah menyentuh permukaan celana dalamnya yang berenda.Udah basah ya sayang? , Om Erwin melepaskan bibirnya dan tersenyum kecil.

Astrid hanya mengangguk pelan dan mendesah. Aaah… .Rok span biru tua itu semakin tinggi terangkat ketika tangan Om Erwin berada di dalam celana dalam Astrid dan mulai merabai bulu-bulu halus yang ada disana.Aaakh… geli om , Astrid berteriak pelan ketika dengan iseng Om Erwin menekan klitorisnya.

Geli tapi enak kan? He he .Ih, Astrid jangan digodain dong Om kan malu .Kalo nggak digodain terus mau diapain dong? He he .Mau dicium… .Om Erwin pun langung mendekatkan bibirnya ke bibir Astrid, namun wanita cantik itu menghentikannya.Tapi ciumnya nggak di sini , Astrid menunjuk ke arah bibirnya.

Om Erwin mengerutkan keningnya. Terus dimana? .Di situ… , Astrid kemudian menunjuk ke arah selangkangannya dan tersenyum menggoda.Ha ha ha kamu benar-benar wanita nakal .Om Erwin menggeleng-gelengkan kepalanya. Kemudian laki-laki paruh baya itu memasukkan kedua tangannya ke dalam rok sekretarisnya dan mulai menarik turun celana dalam wanita cantik tersebut.

Astrid sendiri terlihat membantu Om Erwin dengan sedikit mengangkat pantatnya dari meja. Setelah berhasil membukanya, Om Erwin namOm tersenyum melihat kain mungil di tangannya. Modelnya begitu tipis, berenda dan menerawang. Jelas sekali celana dalam G-string merah muda itu memang dipakai oleh pemiliknya bukan untuk menutupi apapun.

Om Erwin pun meletakkan kain mungil itu di atas kursi.G-string? .Yeah…! He he he .Kalo begitu kamu musti sering-sering ngangkang di depan Om he he he .Lo ini kan udah ngangkang? .Oh iya he he he .Astrid memasukkan tangan kanannya ke dalam rok dan mulai mengelus-ngelus permukaan memeknya memang yang sudah basah.

Ayo dong buruan di cium… .Laki-laki paruh baya itu kemudian berjongkok di depan meja dan melepaskan kedua sepatu high heels yang dipakai Astrid. Setelah itu ia mulai menciumi jari-jari kaki wanita cantik tersebut secara bergantian. Astrid namOm kegeAstridn ketika ciuman atasannya mulai mendarat di telaOm kakinya.

Ciuman Om Erwin kemudian mulai merambah naik menuju kedua betis dan terus naik menuju paha sang sekretaris. Permukaan kulit kaki mulus Astrid membawa sensasi tersendiri dalam diri Om Erwin ketika menciumnya.

Benar-benar putih, bersih, wangi dan indah.Siap-siap untuk menerima aksi lidahku he he .Astrid hanya tersenyum mendengar peringatan dari atasannya tersebut. Om Erwin kemudian membuka lebar kedua paha sekretarisnya tersebut. Kini terlihatlah dengan jelas sebuah lubang kenikmatan dengan bulu-bulu halus tipis di sekitarnya.

Lubang kenikmatan yang selalu mampu membuatnya terbang melayang. Masih begitu sempit dan sekat walaupun Astrid mengakui dengan jujur kepada Om Erwin kalau memeknya tersebut sebelumnya udah pernah dipakai oleh beberapa laki-laki selain dirinya. Om Erwin sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena dirinya sendiri juga sudah sering tidur dengan beberapa wanita muda lainnya.

Justru laki-laki paruh baya itu menyukai gaya permainan Astrid yang memang sudah sangat profesional .Oooh… om… , Astrid melenguh panjang ketika sang bos mulai menjilati lubang surganya.Kepala Om Erwin kini telah hilang di dalam rok Astrid.

Wanita cantik itu sendiri kini hanya bisa merasakan lidah atasannya tersebut menari-nari dengan lincah di selangkangannya. Rasa geli dan sekaligus rasa nikmat yang luar biasa seakan-akan menjalar hebat di sekujur tubuh Astrid. Sambil memilin-milin putingnya sendiri Astrid menikmati betul jilatan, sedotan dan kadang tusukan lidah sang bos.

Dalam keadaan seperti ini tidak lagi terdapat strata diantara mereka. Om Erwin yang dalam kondisi normal adalah atasan Astrid, kini dalam keadaan terbakar nafsu rela merendahkan dirinya dengan berjongkok sambil menjilati selangkangan bawahannya.

Aaahh… oooh… aaahh… , kepala Astrid namOm mendongak menahan rasa nikmat yang menyerang memeknya. Lidah Om Erwin yang terus menari-nari dan menusuk-nusuk lubang kenikmatannya benar-benar memberikan sensasi yang luar biasa disekujur tubuh Astrid.Sruuup… sruuup… .Sruuup… sruuup… .Suara decakan terdengar dari dalam rok span Astrid, menandakan daerah selangkangan tersebut sudah mulai basah dan membanjir.

Om Erwin mengeluarkan kepalanya dari dalam rok Astrid. Bagaimana? Enak ciuman Om ? He he he .Enak banget! , Astrid mengangguk dan tersenyum kecil.Laki-laki itu kemudian kembali memasukkan kepalanya ke dalam rok sang sekretaris.

Aroma wangi cairan memek Astrid membuat birahi Om Erwin semakin membara. Ia pun semakin Astridr melahap lubang kenikmatan beserta dengan cairan cinta yang membasahinya. Bulu-bulu lembut yang menutupi areal lubang tersebut sama sekali tidak dirasakan mengganggu oleh Om Erwin, justru keberadaan bulu-bulu itu menambah sensasi geli di sekitar wajah laki-laki paruh baya tersebut.Tok… tok… tok…!! , ketika kedua kedua insan terlihat sedang asyik bercengkrama tiba-tiba terdengar suara ketukan dari balik pintu.

Sedetik setelah terdengar ketukan, Astrid yang sedang mengangkang di atas meja kerjanya namOm mendorong kepala Om Erwin keluar dari dalam rok span biru tuanya. Begitu kepala itu terlepas dari selangkangannya Astrid langsung meloncat dari posisi duduknya di atas meja. Ia menurunkan roknya yang tadi terangkat dan mencoba merapikannya.

Begitu pula dengan bra dan kemeja yang dikenakannya yang masih n terbuka dengan buru-buru berusaha ia rapikan. Satu demi satu kancing kemeja tersebut dikancingkannya kembali dengan cepat. Begitu selesai dengan segera pula ia kembali mengenakan blazer yang tadi tergeletak di atas meja kerjanya.

Om Erwin sendiri tak kalah sibuknya dengan sang sekretaris. Dengan cepat ia menyeka mulutnya yang namOm belepotan dengan cairan memek Astrid. Ia lalu merapikan dasi dan kemejanya. Astrid sendiri kini masih terlihat sibuk mengenakan sepatunya.

Ketika kedua sepatu berhasil dikenakan kembali, Astrid lalu menyambar beberapa map dan meletakkannya di atas meja. Mereka lalu namOm berpura-pura sedang sibuk memeriksa file-file di dalam map tersebut. Beruntung semuanya bisa dilakukan dengan cepat karena ketukan kedua segera menyusul terdengar beberapa detik kemudian.Masuk! , Astrid berteriak pelan ketika mereka berdua telah siap berdiri di depan meja kerja.

Namun baru pintu ruangan terbuka sedikit, sekilas Astrid melirik ke arah kursi kerjanya. Disana masih teronggok sebuah celana dalam G-string berwarna merah muda miliknya. Langsung saja Astrid menyambarnya dan memasukkan sepotong celana dalam mini tersebut ke dalam saku blazernya.

Om Erwin hanya tersenyum melihat hal tersebut yang kemudian disambut senyuman pula oleh Astrid.Lalu masuklah Ayu, salah satu staf kantor dengan memegang beberapa map. Ia sedikit terkejut ketika melihat Om Erwin berada di ruangan Astrid. Ia kemudian sedikit tersenyum dan memberi hormat dengan sedikit mengangguk ke arah Om Erwin.

Perbuatan Ayu itu kemudian dibalas senyuman juga oleh Om Erwin.Maaf Mbak Astrid saya tidak tahu kalau Mbak Astrid ada tamu .Nggak apa-apa kok, Om Erwin cuma bantu saya mengerjakan beberapa laporan kok , Astrid mencoba menutupi aktifitas yang baru saja mereka berdua lakukan tadi.Memang ada apa ya Win? .

Ini Mbak tadi Om Tio meminta saya menyampaikan berkas ini ke Mba Astrid, katanya tolong dibuat rangkumannya sebagai bahan presentasi di acara sosialisasi besok pagi .Oh, gitu ya? Ya udah berkasnya kamu taruh saja dulu disini, bilang ke Om Tio besok pagi rangkumannya akan saya serahkan langsung di ruangannya .

Ayu lalu meletakkan berkas-berkas tersebut di atas meja kerja Astrid, Kalau begitu saya permisi dulu Mbak .Oh iya Win, kamu nggak back up datanya dalam bentuk softcopy? .Sudah Mbak, sudah saya taruh juga di dalam map .Kalau begitu makasi ya… .Sama-sama Mbak , kemudian Ayu melemparkan senyum ke arah Om Erwin.

Saya permisi om .Om Erwin hanya mengangguk pelan.Kemudian Ayu berjalan menuju pintu diikuti oleh Astrid dari belakang. Sejenak mereka berdua terlihat bercakap-cakap sebelum akhirnyaAyu keluar dari ruangan tersebut.

Astrid menutup pintu ruangannya dan kemudian menguncinya. Wanita cantik itu cukup bersyukur tadi Ayu sempat mengetuk pintu sebelum masuk. Akibat nafsu yang telah membara membuat dirinya lupa kalau pintu ruangannya belum terkunci. Tentu skandal dirinya dan sang bos bisa saja terkuak apabila tadi Ayu masuk dengan tiba-tiba dan menyaksikan adegan layak sensor yang mereka lakukan tadi.

Berlahan Astrid kemudian berjalan mendekati Om Erwin yang kini namOm bersandar pada meja kerjanya.Om , saya dapat tugas nih dari Om Tio, sepertinya yang tadi musti kita tunda dulu… .Astrid tersenyum menggoda sambil memegang dasi yang dikenakan oleh atasannya tersebut.

Kemudian dengan berlahan wanita cantik itu membuka simpul dasi Om Erwin dan melepaskannya. Dengan cekatan pula Astrid membuka dua kancing kemeja teratas yang dipakai sang bos. Walaupun dari mulutnya keluar kata-kata seolah-olah Astrid ingin menghentikan semua kegilaan mereka tadi, namun gerak tubuhnya justru menunjukkan hal yang sebaliknya.

Melihat senyuman nakal Astrid dan tingkah menggodanya kembali mengundang nafsu birahi Om Erwin yang tadi sempat menghilang.Udah tugasnya nantian saja dibuatnya, nanti Om yang bakal bilang langsung ke Om Tio kalau kamu dapat dispensasi hari ini, jadi tugasnya baru bisa diserahin besok siang, nanggung banget nih lanjutin yang tadi yuk! , Om Erwin yang namOm sudah mulai terbakar birahi langsung membekap tubuh sintal Astrid.Ih kok galak banget sih Om ? , kembali Astrid melemparkan senyum genitnya.Iya nih, yang bawah udah nggak tahan sih he he .

Mana? Coba saya cek dulu… .Wanita cantik itu kemudian merabai selangkangan atasannya tersebut. Jari-jari lentik Astrid meremas-remas selangkangan Om Erwin yang memang sudah namOm menggunung.Gimana? Udah siap tempur kan? .

Nggak kerasa Om , kayaknya musti dibuka dulu nih he he he .Astrid mencium pipi Om Erwin dan kemudian berlahan mengambil posisi berjongkok di depan atasannya tersebut. Pelan-pelan jari-jari Astrid menari-nari membuka sabuk dan resleting celana panjang yang dipakai Om Erwin.

Kemudian celana kain itu dilorotkan berikut dengan celana dalamnya, sehingga kini dihadapan Astrid terpampang sebuah batang tegang namun terlihat belum berukuran maksimal.Ah masih belum siap nih Om ! , sambil masih dalam posisi jongkok Astrid melemparkan tatapan nakal ke arah atasannya.Oh belum ya? .

Astrid kemudian mengerlingkan matanya. Iya Om , kalo segini mana kerasa… .He he he kalo gitu kamu tau dong musti ngapain? .Ih Om genit deh! .Om Erwin mengelus-elus kepala Astrid, sementara jari-jari lentik Astrid kini sudah bekerja dengan sempurna mengocok-ngocok batang di hadapannya itu.

Tak perlu waktu lama ketika Kontol itu mulai namOm keluar masuk ke dalam mulut si wanita cantik. Dengan telaten Astrid menjilati, mengulum dan mengocok Kontol Om Erwin sehingga mengakibatkan Kontol itu semakin menegang dan membesar. Astrid memang memiliki spesialisasi dalam melakukan oral sehingga Om Erwin dibuatnya merem-melek keenakan merasakan permainan lidah dan mulutnya.

Dengan bergantian Astrid menjilati Kontol Om Erwin dan juga buah zakarnya. Kuluman mulutnya juga divariasikan dengan kocokan tangan guna memberi waktu baginya untuk menarik nafas. Wanita cantik itu juga sedikit membasahi batang berurat tersebut dengan ludah guna memudahkannya melakukan kocokan.

Cukup sayang… , Om Erwin memegang pundak Astrid dan kemudian membantunya berdiri.Entah kenapa laki-laki paruh baya itu pun meminta Astrid menghentikan layanan oral-nya. Mungkin Om Erwin tidak ingin langsung mencapai puncak permainan tanpa merasakan nikmatnya jepitan memek sang sekretaris.

Kemungkinan juga Om Erwin cukup menyadari kalau waktu yang mereka miliki kini tidaklah banyak lagi dan tempat yang juga kurang mendukung, sehingga memilih untuk meloncati tahap foreplay dan langsung meloncat ke sesi penetrasi.Kenapa Om ? Om nggak suka dengan pelayanan saya? .Bukan gitu, tapi sekarang giliran Om yang bikin kamu enak he he he .

Astrid yang semula keheranan langsung tersenyum dan mencubit pinggang atasannya tersebut. Rupanya Astrid bisa menangkap maksud atasannya yang ingin segera melakukan penetrasi.Om nakal deh he he he .Ha ha ha ayo kasi Astridt dong bagian yang enak-enak itu .Om Erwin kemudian berlahan mendorong pelan tubuh Astrid sehingga mentok di ujung  meja.

Astrid sendiri namOm membuka blazer yang dikenakannya dan melemparnya kembali ke atas kursi. Sementara itu di waktu yang bersamaan Om Erwin terlihat mengangkat rok span wanita cantik itu dan mulai merabai bulu-bulu lembut di sekitar wilayah selangkangan tersebut. Mereka kemudian kembali berciuman.

Mau netek lagi? He he , dengan nakal Astrid mempermainkan kancing kemejanya.Dibuka aja, siapa tau nanti Om haus he he he .Ih Om ini…! .Astrid pun menuruti kemauan Om Erwin. Ditengah rabaan tangan sang bos diselangkangannya, Astrid dengan berlahan membuka satu per satu kancing kemejanya.

Saat kancing terakhir terbuka, tanpa dikomandoi Astrid membuka kaitan bra merah muda berenda yang dipakainya. Walaupun semua pakaian tersebut masih tetap melekat pada tubuhnya, namun sama sekali tidak berguna buat menutupi bagian atas tubuh Astrid. Kedua payudara montok sang sekretaris kini terekspos bebas berikut dengan kedua puting coklat kecilnya.

Mimik cucu dulu ah… .Aaaoo… geli ah om… .Astrid bergelinjang ketika puting payudara kanannya amblas ke dalam mulut Om Erwin. Payudara kiri pun mendapatkan perlakukan yang sama. Keduanya bergiliran dihisap dan diemut oleh Om Erwin. Sedangkan tangan kanan laki-laki paruh baya itu sendiri masih sibuk merabai selangkangan Astrid.

Jari-jari tangan Om Erwin merasakan permukaan memek Astrid masih cukup lembab dan basah sehingga ia pun tak merasa perlu memberikan rangsangan lagi. Apalagi Astrid sendiri sudah namOm begitu bernafsu, dimana terlihat dari wajahnya yang mulai memerah. Om Erwin menghentikan kulumannya di payudara Astrid.

Dengan tangan kanan Om Erwin kemudian mengarahkan Kontolnya dan mengusap-usap ujungnya dipermukaan memek sang sekretaris.Om… jangan diusap-usap aja, masukin dong… , Astrid merajuk manja.He he he udah nggak tahan ya? .Iya nih… .Beneran nih nggak tahan? , Om Erwin menggoda Astrid.

Astrid yang memang sudah sejak tadi bergairah langsung mengkerutkan keningnya kesal. Aaaa… Om gitu deh, saya ngambek nih… .Tingkah manja dan genit Astrid kala kesal justru membuat birahi Om Erwin semakin meninggi. Iya deh jangan ngambek dong, siap-siap ya… .Aaakkh…! , Astrid berteriak tertahan ketika akhirnya Kontol Om Erwin menghujam deras ke dalam memeknya.Ooohh… oohh… oohh… , desahan mulai keluar dari mulut Astrid seiring kocokan Kontol atasannya.

Om Erwin sendiri merasakan jepitan memek sang sekretaris begitu kencang karena sudah hampir seminggu lebih ia tidak menikmatinya. Kocokan Om Erwin yang semakin mengencang membuat Astrid menggunakan kedua tangannya untuk menahan tubuhnya yang mulai bergoncang.

Kedua tangan Astrid mencengkeram erat ujung meja yang berada di belakangnya.Suka sayang? .Su… suka banget, yang ken… kenceng Om ! .Yang kenceng? .Iya… kocoknya yang kenceng oooh… .Menyadari kalau saat ini mereka sedang berada di kantor, Astrid berusaha sekuat tenaga untuk menahan teriakan penuh kenikmatan yang keluar dari mulutnya.

Namun rupanya rasa nikmat seakan sudah menyerang hampir sekujur syaraf tubuhnya, sehingga ia tak kuasa untuk bertahan. Akhirnya ia memilih untuk memeluk tubuh Om Erwin dan mencium bibirnya guna meredam desahan dan erangan yang hendak keluar dari mulutnya.Astrid kini namOm kian pasrah menerima lumatan bibir dan juga remasan demi remasan di dadanya.

Walaupun kemejanya masih terkancing rapat, namun Astrid bisa merasakan kalau bra yang ada di dalamnya tak lagi terpasang pada posisi yang tepat akibat remasan tangan Om Erwin. Ciuman dan lumatan pun tak henti-hentinya menghujani bibir Astrid, begitu pula dengan lehernya.

Apalagi disaat yang bersamaan genjotan Kontol laki-laki paruh baya itu terasa semakin kencang menghujam ke dalam memek Astrid. Tak perlu waktu lama untuk membangkitkan kembali gelora gairah yang tadi sempat menghilang diantara keduanya.Ooh… Astrid memekmu nikmat sekali… .

Muncul sebersit rasa bangga dalam diri Astrid mendengar pujian yang keluar dari mulut sang bos. Paling tidak ia merasakan kalau dirinya jauh lebih cantik dan menarik ketimbang istri Om Erwin. Wanita cantik itu tahu benar kalau posisinya di Perusahaan ini sangatlah ditentukan oleh kemampuannya memuaskan sang atasan.

Maka dari itu ia selalu berusaha merawat wajah dan tubuhnya, terutama bagian lubang surgawinya agar selalu keset dan wangi. Selain itu ia juga sadar harus selalu memberikan pelayanan spesial agar sang bos tidak berpaling kepada pegawai wanita lain yang mungkin berumur lebih muda dari dirinya.Kontol Om juga nikmat banget!

Oya? .Iya Om , luar biasa, terus kocok om… terus… aaahh… .Sebagai seorang wanita yang sudah sangat berpengalaman memuaskan berbagai macam tipe laki-laki, Astrid juga tahu benar kalau memuji kemampuan sang laki-laki adalah sebuah kewajiban dalam bercinta. Pujian yang tepat akan meningkatkan ego sang laki-laki dan pujian itu akan membuatnya seolah-olah memiliki kemampuan luar biasa, walaupun kadang kenyataannya tidaklah demikian.

Namun khusus untuk Om Erwin, Astrid sama sekali tidak perlu harus berpura-pura karena Kontol besar milik laki-laki paruh baya itu memang benar-benar mampu membuatnya melayang. Tak terasa sudah hampir sepuluh menitan Kontol Om Erwin mengaduk-ngaduk lubang memek Astrid dalam keadaan berdiri.Oooh… aaah… ,

Astrid masih terus berusaha menahan desahannya, ditengah lesakan Kontol Om Erwin dalam memeknya. Sementara itu tangan kanan Om Erwin namOm nakal meremasi payudara Astrid .Oooh… aaah… .Balik dong sayang, pengen masuk dari belakang nih .Astrid menurut.  Setelah Om Erwin mencabut Kontolnya, ia langsung membalikkan tubuhnya dan mengambil posisi nungging.

Astrid kembali menggunakan kedua tangannya sebagai penumpu di meja kerjanya. Kemudian wanita cantik itu menoleh ke belakang dan melihat Om Erwin sedang menatap nanar ke arah bongkahan pantatnya sambil mengocok-ngocok Kontolnya sendiri.

Astrid kemudian mengangkat rok spannya dan mulai menggoyang-goyangkan pantatnya guna menggoda atasannya tersebut. Dengan gaya nakal bak call girl profesional, Astrid menjilati jari-jari tangan kirinya kemudian mengusap-usap permukaan memeknya sendiri. Lalu wanita cantik itu memasukkan dua jarinya ke dalam lubang memeknya dan mulai mengocoknya. Astrid memasang ekspresi wajah horny sambil menggigit bibir bawahnya.

Om Erwin terlihat tak tahan melihat ekspresi wajah Astrid langsung mendekat sambil mengacungkan Kontolnya yang sudah tegang maksimalYou’re so deam bitchy secretary…! .Tapi Om suka kan? .Suka banget… you make me turn on very high… .Terus nunggu apa lagi Om ? Fuck me… fuck me hard! .

Astrid membuka kedua kakinya semakin lebar seolah-olah ingin mempersilakan Kontol Om Erwin untuk memasuki dirinya. Kini sebuah pantat montok dengan memek merah basah terekspos dengan bebas siap merasakan sebuah kenikmatan duniaei. Om Erwin terlihat semakin membelalak menyaksikan pemandangan indah di depannya.

Walaupun ini bukan pertama kalinya, namun tetap saja setiap kali melihat memek Astrid seakan memberikan sensasi luar biasa dalam otak Om Erwin. Sebuah batang tegak keras namOm mencuat diantara selangkangan laki-laki paruh baya itu. Dengan terburu-buru Om Erwin langsung melepas sepatunya dan kemudian disusul dengan celana panjang berikut celana dalamnya.

Agaknya laki-laki paruh baya itu merasa pakaiannya itu sedikit mengganggu dalam melakukan penetrasi di awal persetubuhan mereka tadi.Aaaakkh…!!! .Astrid tidak bisa lagi menahan lenguhan panjang yang keluar dari mulutnya. Ini karena ternyata Om Erwin tidak memasukkan Kontolnya ke dalam memeknya namun ke dalam lubang duburnya.

Batang besar itu kini namOm mulai menggenjot lubang sempit tersebut. Si pemilik batang pun namOm mulai merem-melek merasakan kenikmatan luar biasa dari jepitan lubang anus sekretarisnya tersebut. Sedangkan Astrid sendiri terlihat meringis menahan sakit karena sejujurnya ia sama sekali tidak siap menerima serangan pada lubang pantatnya.

Wanita cantik itu namOm mencengkeram pinggir meja dengan sekuat-kuatnya dan menggigit bibirnya berusaha untuk menahan rasa sakit. Astrid tahu benar kalau ia sama sekali tidak bisa melakukan protes atas perbuatan Om Erwin ini. Om Erwin adalah atasannya dan tugasnya adalah memuasakan sang atasan, jadi Om Erwin berhak memilih lubang manapun yang ia suka untuk dimasuki.

Aaakkh… om… pelan-pelan… sakit… .Oooh… ooh… .Aaakkkh… Paaakk… .Mulut Astrid ternganga lebar ketika Om Erwin kian mempercepat genjotan Kontolnya. Lubang anus Astrid yang memang masih kering dan belum terlumasi terasa robek dan melar ketika intensitas batang besar itu kian meninggi menghujam ke dalamnya. Tanpa bisa ia tahan bulir air mata terlihat mengalir dari pinggir mata lentik Astrid.

Oooh… sempit banget pantatmu Astrid! .Aaakkh… aaakkh…Paakk…!! .Oooh… .Sa… sakit om… aaakhh…! .Ini memang bukanlah anal seks pertama bagi Astrid. Beberapa kali ia sudah pernah melakukannya dengan Om Erwin maupun beberapa laki-laki lainnya, namun tanpa persiapan tentunya anal seks sangatlah menyakitkan bagi si pemilik lubang.

Penderitaan Astrid barulah usai setelah beberapa menit kemudian Om Erwin akhirnya menghentikan genjotannya dan menarik Kontolnya. Rasa perih dari lubang pantat Astrid masih begitu terasa menyiksa, selepas genjotan yang mendera pantatnya tadi. Namun belum juga Astrid dapat menghirup udara dan mengatur nafas, Om Erwin kembali menghujamkan Kontolnya.

Kali ini Kontol besar itu menghujam deras ke dalam memek sang sekretaris cantik.Ooooh….!! , kembali Astrid harus melenguh panjang.Aaah… Astrid… .Om Erwin… ooohh… .Wanita cantik itu bersyukur dalam hatinya, karena paling tidak kali ini Om Erwin memilih lubang memeknya untuk dinikmatinya.

Astrid pun kini mulai bisa ikut menikmati persetubuhan tersebut. Bahkan kini ia terlihat ikut menggoyangkan pinggulnya agar lubang kenikmatannya dapat memberikan jepitan maksimal. Rasa sakit yang semula memderanya kini mulai berganti menjadi rasa nikmat yang teramat sangat. Sadar kalau waktu yang mereka miliki kian menipis sebelum waktu makan siang berakhir, Om Erwin pun kian mempercepat genjotannya.

Laki-laki paruh baya itu berusaha menghujam-hujamkan Kontolnya secepat dan sedalam mungkin. Tubuh Astrid sendiri dibuatnya berguncang-guncang hebat dan membuat wanita cantik itu terus mendesah-desah.Dikit lagi sayang…! .I… iya Om , dikit lagi nih, terus… yang dalem… .Oooh…. oooh…. .Aaaahh…. sayang memekmu… .

Keduanya mulai merancau tak karuan menandakan kalau mereka telah berada diambang klimaks. Walau keduanya sudah merasa bak melayang ke angkasa, namun keduanya masih tetap berusaha menyadarkan diri mereka kalau saat ini mereka sedang bercinta di ruang publik. Rasa nikmat yang semakin kencang mendera membuat keduanya kian sulit menahan teriakan dan desahan yang terus keluar dari mulut mereka masing-masing.

Seandainya mereka ada di tempat yang aman mungkin keduanya akan berteriak sekencang-kencangnya guna menunjukkan betapa hebatnya persetubuhan mereka saat itu.om… Astrid dapeeet…!! .Tahan sayang, tahan dikit lagi… .Aaaakkkh….! , Astrid melenguh hebat. Kepalanya terdongak dengan mata terpejam.

Di tengah genjotan Kontol Om Erwin yang menggila wanita cantik itu mencapai puncak.Tak lama setelah itu, Om Erwin juga semakin menampakkan ekspresi wajah yang kian memerah. Nampaknya ia juga sudah tidak kuat lagi menahan gejolak rasa yang akan segera menderanya. Laki-laki paruh baya itu akan segera menyusul mencapai puncak permainan.

Sayang… isepin kontol Om ! .Om Erwin mencabut Kontolnya. Astrid nampaknya tak sempat menikmati sensasi klimaks yang baru saja melandanya. Dengan sigap wanita cantik itu berjongkok dan memasukkan Kontol Om Erwin ke dalam mulutnya. Kontol itu langsung namOm keluar masuk ke dalam mulut Astrid, karena Om Erwin ikut mengocok-ngocokkannya dengan kuat.

Sesekali Astrid mengocok-ngocok batang tegang itu dengan tangan untuk kemudian mengulumnya kembali. Tak lama Kontol itu pun sudah terasa berkedut-kedut hebat.Oooh….!!! , kini giliran Om Erwin yang melenguh panjang.Semburan demi semburan sperma langsung menyemprot ke dalam mulut Astrid.

Wanita cantik dengan sabar menerima semburan sperma atasannya dan menampungnya di dalam mulutnya. Ketika semburan terakhir keluar, berlahan Kontol Om Erwin menyusut dan mengecil di dalam mulut sekretarisnya. Begitu Kontol tersebut tercabut dari dalam mulutnya, Astrid sedikit membuka mulutnya.

Mulut wanita cantik itu kini terlihat dipenuhi oleh cairan kental berwarna putih. Dengan cepat Astrid kemudian menelan cairan tersebut sampai habis.Sini Om saya bersihkan .Setelah cairan sperma Om Erwin habis tertelan, Astrid mengambil Kontol atasannya tersebut dan kembali mengulum dan menjilatinya.

Dengan telaten Astrid menjilati buah zakar Om Erwin dan juga batang serta ujung Kontolnya guna membersihkan sisa-sisa sperma yang ada.Berdiri sayang! .Om Erwin membantu Astrid berdiri. Kemudian laki-laki paruh baya itu memeluk tubuh sekretarisnya tersebut dan mencium bibir mungilnya.

Lama sekali mereka berpagutan seolah-olah Om Erwin ingin menunjukkan rasa terima kasihnya atas pelayanan sang sekretaris.Makasi ya sayang… .Sama-sama om .Kamu puas hari ini? .Puas banget! He he .Kembali mereka saling berpagutan.Om masih kangen nih, malam ini Om nginep di tempatmu ya? .Lo istri Om bagaimana? .

Dia ada kunjungan kerja dengan teman-temannya, jadi tidak apa-apa kalau malam ini Om nggak tidur di rumah .Aduh kayaknya malam ini saya harus lembur nih he he he .Ha ha ha iya dong! Tapi tenang uang lemburnya ada kok .Beneran ya? .Tenang saja… apa sih yang nggak buat sayangku ini .Hhhmm… gombal! .Mereka pun tertawa sambil berpelukan mesra.

Kemudian Om Erwin mengenakan kembali celananya, merapikan kemeja dan memakai dasinya. Setelah selesai merapikan pakaiannya laki-laki itu duduk di sofa sambil mengenakan kembali kaos kaki dan sepatunya. Astrid sendiri namOm mengambil tissue dan melap lubang memek dari sisa-sisa cairan hasil percintaan mereka tadi.

Setelah itu wanita cantik tersebut merapikan kembali bra, kemeja berikut dengan rok span yang dipakainya. Ia juga mengenakan kembali sepatu high heels-nya. Sekilas Astrid menyempatkan diri untuk sedikit menata kembali rambut panjangnya yang terlihat sedikit kusut dan tak beraturan di depan kaca.Lo kok celana dalamnya nggak dipake sih? .

Ntar aja Om , mau pipis dulu nih .Ih ntar ada yang ngintip lo he he .Kan cuma Om yang tau kalo saya seliweran di kantor nggak pake celana dalam he he .Oh you’re so nauthy… he he he ,

Om Erwin lalu meremas pantat Astrid. Sang sekretaris hanya berteriak pelan.Kalau begitu Om balik ke ruangan sekarang .Iya om… .Inget lo nanti malem… .Siap bos! , Astrid mengerlingkan matanya nakal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*