Candu Cerita Sex Nurut Permainan Tante | Candu Sex
VIMAX
Agen Capsa
Bandar Q agen bandarq online bandar sakong bandar sakong bandarq online
Home » Cerita Sex Tante - Tante » Candu Cerita Sex Nurut Permainan Tante

Candu Cerita Sex Nurut Permainan Tante

Bandar Sakong

Candu Cerita Sex Nurut Permainan Tante. Aku yang sekarang sudah menjadi mahasiswa di kota gudeg, disini aku akan menceritakan pengalamanku tentang seks yang mana membuat aku ketagihan sampai sekarang, saat itu aku masih kelas SMP berhubung badan saya sakit jadinya aku ijin tidak masuk sekolah, aku membuat surat ijin dan menitipkan ke temanku untuk disampaikan kepada guru.
Papa Mamaku karena pagi sudah bekerja jadi dia meminta kepada tante Nazila untuk menjaga saya, Tante Nazila waktu itu masih sekolah di sekolah perawat. Sehabis minum obat, mata saya terasa mengantuk. Ketika mau terlelap Tante Nazila mengetuk kamarku.

Cerita Sex Nurut Permainan Tante

cerita sex tante, cerita hot tante, cerita tante hot, cerita hot tante tante, kumpulan cerita tante hot, cerita x tante, cerita tante tante hot, cerita sesk tante, cerita hot tante montok, cerita hot tante muda, kumpulan cerita hot tante, cerita tante haus, cerita ml tante tante, cerita hot tante cantik

Dia bilang, “Ded, sudah tidur?”

Saya jawab dari dalam, “Belum, tante!”

Tante Nazila bertanya, “Kalau belum boleh tante masuk.”

Terus saya bukakan pintu, waktu itu saya sempat kaget juga melihat Tante Nazila. Dia baru saja pulang dari aerobik, masih dengan pakaian senam dia masuk ke kamar. Walau masih SMP kelas 2 lihat Tante Nazila dengan pakaian gitu merasa keder juga.

Payudaranya yang montok seperti tak kuasa pakaian senam itu menahannya. Kemudian dia duduk di samping. Dia bilang, “Ded, kamu mau saya ajari permainan nggak Ded?” Tanpa pikir panjang, saya jawab, “Mau tante, tapi permainan apa lha wong Dedi baru sakit gini kok!”

Tante Nazila berkata, “Namanya permainan kenikmatan, tapi mainnya harus di kamar mandi. Yuk” Sambil Tante Nazila menggandeng tanganku masuk ke kamar mandi saya. Saya sih mau-mau saja. Kemudian mulai dia melorotkan celana saya sambil berkata,

“Wah, burungmu untuk anak SMP tergolong besar Ded.” Tante Nazila terkagum-kagum. Waktu itu saya cuma cengengesan saja, lha wong hati saya deg-degan sekali waktu itu.

Terus dia mulai membasahi kemaluan saya dengan air, kemudian dia beri shampo, terus digosok. Lama-lama saya merasa kemaluan saya semakin lama semakin keras. Setelah terasa kemudian dia melucuti pakaiannya satu demi satu.

Ya, tuhan ternyata tubuhnya sintal banget. Payudaranya yang montok, dengan pentil yang tegang, pantat yang berisi dan sintal kemudian vaginanya yang merah muda dengan rambut kemaluan yang lebat.

Kemudian dia berjongkok, setelah itu dia mengulum penis saya, dadanya yang montok ikut bergoyang. Dada dan nafasku semakin memburu. Saya cuma bisa memejamkan mata, aduh nikmatnya yang namanya permainan seks.

Kemudian, saya nggak tahu tiba-tiba saja naluri saya bergerak. Tangan saya mulai meremas-remas dadanya, sementara tangan saya yang satu turun mencari liang vaginanya.

Kemudian saya masukkkan jari saya, dia meritih, “Akhh, Dedi!” Saya semakin panas, saya kulum bibirnya yang ranum, saya nggak peduli lagi. Setelah bibir, kemudian turun saya ciumi leher dan akhir saya kulum punting susunya.

Dia semakin merintih, “Aakhh, Dedi terus Ded!” Saya nggak tahu berapa lama kami di kamar mandi, terus tahu-tahu dia sudah di atas saya. “Dedi sekarang tante kasih akhir permaianan yang manis, ya?” Dia meraih kemaluan saya yang sudah tegang sekali waktu itu.

Kemudian dimasukkan ke dalam vaginanya. Kami berdua sama-sama merintih, “Akhh! Lagi tante… lagi tanteee.”

Terus dia mulai naik turun, sampai saya merasa ada yang meletus dari penis saya dan kami sama-sama lemas. Setelah itu kami mandi bersama-sama. Waktu mandi pun kami sempat mengulangi beberapa kali.

Setelah itu kami berdua sama-sama ketagihan. Kami bermain mulai dari kamar saya, pernah di sebuah hotel di kaliurang malah pernah cuma di dalam mobil. Rata-rata dalam satu minggu kami bisa 2-3 kali bermain dan pasti berakhir dengan kepuasan karena Tante Nazila pintar membuat variasi permainan sehingga kami tidak bosan.

Setelah Tante Nazila menikah saya jadi kesepian. Kadang kalau baru kepingin saya cuma bisa dengan pacar saya, Nanda.

Untung kami sama-sama tegangan tinggi, tapi dari segi kepuasan saya kurang puas mungkin karena saya sudah jadi hypersex atau mungkin Tante Nazila yang begitu mahirnya sehingga bisa mengimbangi apa yang saya mau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*