Candu Cerita Sex Nafsuku Timbul | Candu Sex
VIMAX
Agen Capsa
Bandar Q agen bandarq online bandar sakong bandar sakong bandarq online
Home » Cerita Sex Selingkuh » Candu Cerita Sex Nafsuku Timbul

Candu Cerita Sex Nafsuku Timbul

Bandar Sakong

Cerita Sex Nafsuku Timbul
Cieeee pacarnya new ya arya??

Iya nih hehe jawab dia sambil senyum malu, kenalin dong namanya Keyne, ni teman teman yang biasa ajak aku ngeband yang.

Batinku gila si Arya bisa dapat cewek secantik ini, bikin kontol gue naik lihat bodynya yang montok, selain cantik kulitnya juga putih dan payudaranya juga menonjol.
Kami pun langsung akrab dengan pacara Arya, kami disuruh untuk bermain di rumah Keyne karena bapaknya sedang mengurus bisnisnya di Balikpapan, kami begadang sambil bermain playstation.

Cerita Sex Nafsuku Timbul

 cerita sex perselingkuhan, cerita perselingkuhan terbaru, cerita perselingkuhan ibu rumah tangga, cerita cerita perselingkuhan, cerita perselingkuhan ibu, cerita perselingkuhan di kantor, cerita ngesek perselingkuhan, cerita perselingkuhan wanita, cerita perselingkuhan istriku, cerita perselingkuhan bergambar, cerita mesum perselingkuhan, cerita perselingkuhan dengan tetangga, perselingkuhan cerita, cerita perselingkuhan sampai hamil, cerita perselingkuhan tetangga, cerita hubungan perselingkuhan, cerita perselingkuhan terpanas, cerita birahi perselingkuhan, cerita bokep perselingkuhan

Keyne hanya tinggal bertiga dengan Ayahnya dan pembantunya, dikarenakan Ibunya sudah tidak tinggal bersama mereka setelah ketahuan menikah dengan lelaki lain waktu Keyne masih kecil.

Kalo si Arya sih emang ga aneh, sama sahabat itu bener2 care, disaat rumah pacarnya sepi malah ngundang temen2nya juga kesana untuk maen, kalo aku mah wah… bisa jadi malam pengantin tu malem hahaha!

Kami pun datang kekediaman Keyne. Keyne membukakan pintu gerbang, saat itu Keyne terlihat sangat sexy, dengan balutan tanktop pink dan hotpants hitam. Sial! Ini pacar temenku, kalau tidak habis lah!

Teman-temanku pun bermain playstation, sedangkan aku memilih tiduran sambil menghabiskan makanan jamuan dari Keyne, karena aku ga begitu suka maen Game.

“Do kok dari tadi ga maen?” Keyne tiba2 datang sambil membawa lagi makanan dan cemilan cemilan.

“oh, enggak Keyne, gw ga begitu suka maen game, numpang ngabisin makanan aja ya? Hahaha”

“hehe abisin aja makanan banyak disini kok”

Aku dan Keyne pun banyak ngobrol dan semakin akrab. Sambil sesekali mencuri pandang kearah dada Keyne yg terlihat sekal karena hanya tertutup tanktop.

Semakin larut, satu persatu teman-temanku mula tepar dan tidur, tinggal Gusni sendiri yg maen Ps. Keyne sendiri tertidur disampingku. Sial ni si Gusni fikirku, klo dia tidur aku mungkin bias grepe2in si Keyne, mumpung si Arya udah tidur.

“Do, ayolah temenin aku maen Ps, males banget nih maen sendiri!”

“ah ga bisa aku” jawabku dengan sedikit gaya mengantuk.

“ah elo Do!”

Gusni pun akhirnya mematikan Ps dan merebahkan badannya. Tak lama ia pun tertidur. SEMPURNA fikirku.

Kupastikan semuanya benar2 tertidur, akupun berbaring disamping Keyne. Aku rasanya sudah tidak perduli dengan persahabatan dengan Arya, nafsuku sudah telalu menggebu melihat kemolekan Keyne.

Perlahan kubelai paha Keyne, lembut sekali. Karena penasaran kuraba juga payudaranya. Dengan sangat hati2 dan perlahan-lahan kuremas payudaranya. Rasa tidak puas semakin menghantuiku, akhirnya kucoba perlahan membuka tanktop Keyne.

Perlahan dari perut hingga terlihat di pusarnya ada bulu2 halus. Kuraba perutnya dengan perlahan, namun tiba-tiba Keyne tersadar dan matanya terbelak. Dengan sigap ku bungkam mulutnya dengan tanganku.

“Hmm hmm” Keyne meronta – ronta, aku pun melotot kearahnya member isyarat untuk diam, tapi sepertinya dia tak mengindahkannya.

Kulirik kawan2ku, mereka semua masih pulas tertidur. Aman! Akupun langsung merangkul dan membawa Keyne ke kamar sambil terus membekapnya. Kujatuhkan badan kami di atas kasur dan tanganku masih terus membungkam mulutnya.

“Keyne! Diam!”

Terus kuyakinkan dia untuk tenang, lama2 akhirnya ia seperti lelah untuk meronta, perlahan kubuka bungkaman tanganku.

“lo jangan teriak Keyne! Tapi terserah sih, klo lo teriak bakal aku kasih tau ke semuanya klo tadi di ruang tamu lo udah aku grepe2! Mau ga?!” dalam hati kecil aku sebenernya takut juga, mudah2an dia mau menurut.

“tapi kenapa sih Do! Lo kan temen cowok gw, masa lo tega kayak gini ke gw!”

“karena aku suka lo Keyne!”

“tapi..”

Sebelum membiarkan dia berbicara cepat-cepat ku lumat bibirnya. Dia berusaha mendorong tubuhku tapi terus kutahan dan semakin kupeluk erat, hingga akhirnya ciuman ini terasa terbalas. Keyne tak meronta dan justru ikut memainkan lidahnya.

Aku pun beranjak menciumi lehernya yg putih jenjang.

“Do, kalo cowok aku tau.. owh..”

Aku tak menjawab pertanyaannya, aku terus konsentrasi membangkitkan birahi Keyne. Satu persatu kulucuti pakaiannya, tanktop, BH, hotpants dan CD nya hingga ia telanjang bulat.

Kulumat payudaranya sambil memeras payudara satunya, sedangkan tanganku yg lain menggelitik klitoris Keyne.

“owh..ahhhh…”

Keyne semakin horny sepertinya. Akupun segera melucuti pakaianku. Dengan segera penisku yang sudah lumayan berotot kusodorkan ke mulut Keyne. Tanpa ada protes dan paksaan dia pun langsung melumat penisku. Enak sekali rasanya kuluman pacar si Arya ini.

“lo sering nyepong si Arya ya Keyne?” tanyaku sambil engos2an merasakan nikmatnya kuluman Keyne.
Keyne berhenti mengulum penisku dan mengocok ngocok penisku dangan perlahan.

“iya, beberapa kali dia aku sepongin Do”

“klo ML sama dia pernah?”

“kalo ML belom, gw sama sekali belom pernah ML juga”

Masih perawan ternyata. Bagus juga nih jarang2 merawanin cewek cantik dalam fikirku.

“ya udah, sekarang lo gw ajarin ML Keyne”

“enggak ah! Ga mau aku, ga mau kalo sampe ML!”

“lo mau aku kasih tau ke Arya klo lo abis nyepong gw?”

“Do plis klo ML aku ga berani..”

Aku tak mengindahkan permohonannya, kudorong tubuhnya ke kasur dan kutarik pinggulnya.

“ga apa-apa, rileks aja Keyne”

“Do….jangan…”

Pelahan ku masukan penisku ini ke liang Vagina Keyne, semakin ku tekan dia merintih.

“Do, aww, sakit!”

Kutindih badannya, dan kulumat bibirnya. Pelahan kumasukan lagi penis ku, saat ia ingin teriak karena kesakitan kutekan bibirku. Hingga akhirnya semua penisku masuk. Luar biasa nikmat sekali rasanya, terasa ada cairan hangat disekitar penisku, kucabut perlahan dan ternyata itu darah keperawanan Keyne. Terlihat Keyne masih menahan sakit di Vagina nya akibat hentakan penisku tadi.
“maaf ya Keyne, sakit ya?”

Ia menahan suara tangisnya, kucium perlahan bibirnya sambil kembali memasukan penisku lagi. Sesekali ia kembali menahan teriakan sakit. Terus dan perlahan kulakukan berulang-ulang hingga akhirnya Keyne terlihat menikmati permainanku. Bahkan kini terlihat Keyne semakin bersemangat dengan rintihannya.

“awh..ochh.. Do…”

“mau lebih keras Keyne?”

“iya Do…”

Hingga tak terasa 15 menit kuhabiskan dengan erangan dan desahan nikmat.

“Do..och..”

“mau keluar ya Keyne?”

“iya nih kayaknya do.. achhh…”

Keyne pun orgasme terlebih dahulu, kuku2 jarinya mencakar punggung ku. Sangat jelas Keyne menikmati orgasme pertamanya ini.

“Keyne gw juga mau keluar nih, didalem aja ya?”

“jangan, diluar aja Do!”

Akupun segera mencabut penisku dan memuntahkan sprema di wajah dan pipi Keyne, entahlah tapi aku merasa ini sperma terbanyak yg penah aku keluarkan.

“Gimana Keyne enak kan?”

“iya.. Do plis jangan bilang-bilang Arya ya..”

“ya enggak lah gila aja lo Keyne”

“satu lagi..”

“Apa Keyne?”

“Kapan-kapan kita ML lagi ya..”

Nah kena juga si Keyne! Ternyata dia puas dengan permainan ku. Setelah membersihkan sperma di wajah Keyne aku langsung mencium mesra bibirnya.Aku pun langsung beranjak kembali ke ruang tengah dan tidur bersama temanku, termasuk dengan Arya, pacar dari wanita yg baru saja aku perawani.

Setelah kejadian itu, kadang setiap sabtu sore, aku dan Keyne kencan diam2 tanpa sepengetahuan Arya. Biasanya kami menyewa villa di puncak, karena saking maniac nya Keyne kini, dia bahkan rela membayar semua keperluan kami agar bisa ML dan asal tau aja, sampe sekarang Arya belom pernah ngerasain memek Keyne, aku malah udah sering hehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*