Candu Cerita Sex Dekapan Manjamu | Candu Sex
VIMAX
Agen Capsa
Bandar Q agen bandarq online bandar sakong bandar sakong bandarq online
Home » Cerita Sex Lesbi » Candu Cerita Sex Dekapan Manjamu

Candu Cerita Sex Dekapan Manjamu

Bandar Sakong

Cerita Sex Dekapan Manjamu.  Aku tinggal di kota Cirebon kurang lebih 5 tahun, disini aku menjadi anak kost karena aku memang tidak asli sini, aku disini mempunyai teman namanya ambar dia cantik dengan body yang seksi dan pribadi yang menarik, setiap harinya jika tidak ada kerjaan amabar selalau main ke kostku, aku dan ambar mempunyai perasaan yang berbeda karena kami sedikitpun setiap harinya tidak terpisah. Bumbu-bumbu cemburu pun mulai dikenalkan Ambar pada ku.

Cerita Dewasa Dekapan Manjamu

cerita sex Lesbi, Ngentot Lesbi, Lesbi Mesum, cerita hot Lesbi, cerita Lesbi hot, kumpulan cerita Lesbi hot, cerita x Lesbi, cerita seks Lesbi, cerita Lesbi haus

Setiap aku berhubungan dengan temanku yang lain, Ambar pasti marah-marah tanpa alasan yang jelas. Begitulah setiap hari kami lalui berdua, tanpa komitmen apapun dan tidak lebih dari hanya sekedar pegangan tangan, cium kening, saling ngegombal satu sama lain.

Hingga suatu hari, aku dekat dengan seseorang bernama Via. Sifat manja Via yang selalu menatap aku tanpa berkedip yang membuatku akhirnya sedikit melupakan Ambar. Memang sih, secara fisik, Ambar memang jauh di atas Via, tapi mengapa perasaanku cenderung memilih Via? Ada apakah ini, Tuhan?

Hari itu hujan cukup deras mengguyur kota Cirebon, hingga akhirnya di kantor hanya tersisa aku, Via dan satu teman lagi. Suasana yang dingin, jadi pemicu kedekatanku dengan Via. Kami bertiga hanya duduk terbengong-bengong menatap keluar jendela. Hujan tidak juga berhenti.

Tanpa aku duga sebelumnya, tiba-tiba Via sudah menghampiri aku dan langsung duduk bersandar di depanku sambil meraih kedua tanganku untuk memeluknya erat-erat.

Direbahkan kepalanya di bahu kananku, sambil sesekali menyibakkan rambutnya yang panjang hingga lehernya terlihat dan nyaris tanpa batas menyentuh bibirku. Oh my God … perasaan apa ini.

Dadaku bergemuruh kencang hingga sulit untuk menelan ludah. Sesekali Via memegang erat tanganku sambil membimbing tanganku menyentuh payudaranya.

Detak jantungku mulai kencang.Bergemuruh. Tapi sekali lagi, aku memang pengecut. aku hanya mengikuti setiap gerakan Via tanpa perlawanan dan tanpa balasan.

Siang itu, aku sedang ngobrol dan bercanda-canda dengan Ambar di teras Depan Kantor. Tiba-tiba aku menangkap sorot mata Via yang begitu marah, menghujam di hadapanku. Cemburukah dia? Aku hanya tersenyum dalam hati.

Apa sih menariknya aku hingga ada 2 gadis cantik yang memperebutkan aku. Mengapa bukan Hendra atau Rudi yang mereka perebutkan?

Untuk menebus kesalahan, akhirnya aku mengabulkan permintaan Via untuk mengantarnya ber window shopping ke Cirebon Mall. Sepanjang jalan, tangan Via selalu menggelanyut manja dan kepalanya di sandarkan dilenganku seakan tidak peduli berpasang-pasang mata menatap heran ke arah kami.

Tidak terasa sudah jam 7 malam saat Via mengajakku untuk nonton The beach. “Yah, udah malam, Vi. Ntar dicari mama lho, besok lagi aja yah.” Jawabku, karena sudah malam.Sebenernya pingin juga sih, nonton berdua dengannya.

Tapi aku engga mau menculik Via terrlalu lama..dasar pengecut !!. Wajah Via langsung cemberut sambul melepaskan tangannya dari gandenganku. Aku malah jadi geli melihat Via cemberut kecewa.

Untuk long weekend minggu depan kami, teman-teman satu kantor berencana refreshing ke suatu tempat di pinggiran kota Cirebon. Sampai pada hari yang dinanti-nanti,sekali lagi Ambar mendominasi ku.

Via? Tentu saja dia cemberut sampai mukanya dilepat-lipat jadi tujuh.Sesekali aku hanya bisa mencuri-curi pandang ke arah Via yang matanya juga tidak pernah lepas menatap setiap gerak gerikku dan Ambar. Cerita Hot Lesbi

Akhirnya kami memisahkan diri dari keramaian. Aku dan Ambar memilih untuk sembunyi di kamar. Sesekali bibir Ambar mengecup keningku dengan hangat dan tangannya membelai lembut setiap helai rambutku. Kami berdua saling bercerita sambil sesekali rayuan gombal Ambar menggelikan telingaku.

Mata kami saling beradu, kami mulai merasakan ketidakmyamanan. Kami mulai gelisah hingga hanya menggesek-gesekkan kaki kami satu sama lain.Nafas Ambar mulai turun naik tidak terkendali. Tiba-tiba pintu kamar yang lupa kami Kunci pun terbuka. Rudi menatap curiga ke arah kami yang mungkin masih terlihat tidak siap dan kacau.

Setelah makan malam selesai, acara selanjutnya dimulai. Aku dan Ambar berpasangan berdansa sambil mengikuti alunan lagu dari tape recorder. Ambar memeluk erat tubuhku dari belakang, sambil bibirnya sesekali ditempelkan diarea sensitifku, di belakang telinga dan payudaranya yang kenyal menempel lembut dipunggungku, membuat darahku naik sampai di kepala.Terdengar bisikan suaranya yang manja

“Terasa ngga ?”. Aku hanya sanggup menganggukkan kepala. Malam semakin larut, kamipun sudah kelelahan dan akhirnya malam itu ditutup dengan mencari tempat tidur masing-masing.

Kecuali…Via. aku cari kemana-mana tidak ada satu kamarpun yang berisi makhluk cantik bernama Via. Akhirnya aku temukan Via sedang duduk seorang diri di teras bungalow.

Tanpa bermaksud untuk membuatnya kaget, aku langsung duduk di samping Via. “Engga cape , Vi, Kok belom bobok ?” tanyaku membuka percakapan.

Via hanya menggelengkan kepala, seolah tidak bersemangat menanggapi kehadiranku. Aku geser posisi dudukku mendekati Via. Kuraih tangannya, sekali lagi Via tersentak namun tidak berontak.

Rasa bersalah menyelimuti pikiranku..lagi-lagi aku menyakiti perasaannya yang halus. Aku tau pasti, Via pasti marah dan cemburu melihat kedekatanku dengan Ambar. Tapi aku juga tidak bisa lepas dari dekapan Ambar. Dilain pihak, aku juga menyayangi Via. Ya Tuhan … begitu naifnya hamba Mu ini.

Pagi itu Ambar mengajakku berenang, tp aku menolak karena aku memang tidak bisa berenang. kemudian Ambar berenang bersama teman-teman yang lain. Sebelum berenang Ambar membisikkan niatnya untuk mandi bersama “Ambar bawa aroma terapi, enak deh. Ntar dicoba yah” Mulai pasang aksi lagi nih, pikirku.

Satu jam lebih aku tunggu Ambar di Teras bungalow, tp belum nongol-nomgol juga. Akhirnya Via menghampiriku sambil membawakan secangkir kopi hangat. Hhmmm nikmat banget baunya.

“Thanks ya, Vi”. Aku lihat wajah Via sudah berseri-seri kembali, tidak seperti kemarin malam.

Karena sudah capek menunggu Ambar,akhirnya aku putuskan untuk mengajak Via berjalan-jalan pagi mengitari kampung. Sepanjang jalan, aku gandeng tangannya. Dengan gayanya yang manja, Via sesekali melingkarkan tangannya ke pinggangku dan menghimpitkan tubuhnya ke tubuhku.

Setelah selesai mengitari kampung, aku kembali ke Bungalow, dan ternyata Ambar masih sibuk dengan aktivitas berenangnya. Setelah keringat kami mengering,

Via pun menggandeng tanganku menuju Kamar mandi. Akupun lupa dengan ajakan Ambar untuk menikmati aroma terapi bersama. Satu demi satu pakaian kami tanggalkan. Hingga yang terakhir bra hitampun terlepas.

Tak henti-hentinya Via memandangi payudaraku yang terbilang lumayan besar. sambil sesekali mempermainkan puting susunya seolah menarik perhaambarnku. Kamipun akhirnya asik dengan permainan kami sendiri. Dan kejadian itu tanpa sepengetahuan Ambar. Uffftgh..aman..pikirku licik.

Waktu sudah menunjukkan puluk 9 malam.Kami semua berkumpul di ruang karaoke. tiba-tiba Via membawakan sebuah lagu. Meskipun suaranya engga bagus-bagus amat, tapi cukup menghibur lah apalagi katanya khusus dinyanyikan untuk aku.

Setelah selesai menyanyikan lagu itu, Via langsung menarikku ke luar..Kami memisahkan diri dari rombongan memilih lokasi di anak tangga bungalow diujung taman yang kebetulan sepi.

Kali ini beda dengan kebiasaan Via sebelumnya.kalau biasanya dia selalu memilih duduk didepanku sambil memintaku mendekap erat tubuhnya, tp malam itu Via yang duduk dibelakuangku dan mendekap erat tubuhku, menempelkan kedua payudaranya dipunggungku, sambil bibir nakalnya menciumi tengkuk dan telingaku. Oooooggghhh…Via…begitu lincah gerakkan bibir dan kedua tangannya mempermainkan payudaraku.

Malam yang sangat dinginpun menjadi hangat oleh sentuhan-sentuhan tubuh Via. Rambutnya yang panjang dibiarkan terurai menyapu wajahnya yang lembut. Libur 2 hari serasa hanya 1 menit kami rasakan.Belum puas rasanya menikmati hari liburku yang bisa aku lewatkan bersama 2 gadis cantik..betapa konyolnya aku!!!

Saat pulang ke Cirebon, aku duduk dibangku paling bekalang bersama Ambar, Via dan Nana. Karena posisi kursinya menghadap samping dan berhadap-hadapan maka aku putuskan untuk menghadap ke depan dan duduk di belakangku dalah Ambar.Sedangkan Via duduk di seberang bangku.

Ambarpun tidak mau kehilangan moment, selama perjalanan pulang, Ambar mendekap erat tubuhku dan menempelkan dagunya dipundakku sambil sesekali mengkomentari indahnya pemandangan sepanjang perjalanan.Sambil mencuri-curi kesempatan,Bibirnya pun tak henti-hentinya merayu dan menciumi pipiku seolah tidak meghiraukan Via yang terbakar api cemburu.

Tiba-tiba Via teriak, meminta sopir untuk menepikan mobilnya. Semua terheran-heran melihat Via langsung membuka pintu dan lari keluar.Bukankah paerjalanan masih jauh? Aku pun menyadarinya. Via cemburu!!!

Dua hari dari kejadian itu, Via masih terlihat marah padaku. Bilapun setiap saat kami bertemu pandang, Via langsung cepat-cepat menghidari pandangan mataku.Maafkan aku Via…aku begitu menikmati hari-hari sepiku bersama Ambar, juga bersama kamu. aku sangat membutuhkan kasih sayang kalian berdua.

Maafkan aku Ambar…aku tdk bermaksud mempermainkan kalian berdua, karena aku memang sungguh-sungguh terhanyut dan tidak bisa lepas dari dekapan hangat dan manjamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*